Lombok Post
Metropolis

Penyaluran Jadup Kian Tak Jelas

BELUM DISALURKAN: Salah seorang warga Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram menyiapkan makan siang di Risha yang masih dalam proses pengerjaan.

MATARAM-Penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban gempa rumah rusak berat hingga kini masih tanda tanya. Bahkan, Pemkot Mataram terkesan menyerah terkait bantuan ini akan disalurkan. “Jadup ini kita serahkan menjadi kewenangan pusat,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, kemarin (25/3).

Pendataan bagi warga korban gempa rumah rusak berat penerima jadup sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tercatat sekitar 7 ribu lebih orang akan menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu selama dua bulan. Sebelumnya, jadup ini akan disalurkan Rp 900 ribu selama tiga bulan. Namun setelah melakukan rapat kordinasi diputuskan bantuan ini untuk satu orang akan mendapat Rp 10 ribu per hari selama dua bulan.

Namun anehnya hingga kini bantuan ini belum disalurkan. Data penerima jadup tahap pertama yang diusulkan ke pemerintah pusat tahun lalu kabarnya hilang. “Kita tunggu saja,” kata Asnayati.

Jadup ini diberikan per orang. Artinya, jika di keluarga itu jumlahnya lima orang maka akan menerima Rp 50 ribu per harim

Ditanya soal kepastian jadup ini akan disalurkan, Asnayati mengatakan, tanya langsung ke Gubernur atau Dinsos NTB. Usaha menjemput bola ia tidak lakukan karena ini merupakan kewenangan pusat. “Sampai sekarang belum ada kabar dari pusat,” akunya.

Belum terealisasinya penyaluran tahap pertama membuat pendataan tahap kedua molor. Kendati demikian tahap kedua ini sudah diusulkan berdasarkan SK wali kota. “Tahap kedua ini juga sudah kita usulkan meski agak telat,” urainya.

Sementara itu salah seorang warga Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya Munawar berharap jadup ini bisa disalurkan secepatnya. Mengingat, bantuan ini bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Lebih jauh dijelaskan, untuk bantuan rumah rusak berat sudah disalurkan. Bahkan pengerjaan rumah hampir rampung. “Kami diminta ketua pokmas untuk membeli bahan-bahan sesuai yang kita inginkan,” tutupnya. (jay/r7)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost