Lombok Post
Headline Kriminal

Polres Mataram Gerebek Bandar Sabu di Caksel Baru

BARANG BUKTI: Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menunjukkan barang bukti hasil penangkapan tiga terduga pelaku tindak pidana narkoba, di Polres Mataram, kemarin

MATARAM-Tim Satresnarkoba Polres Mataram mengungkap jaringan bandar besar narkoba jenis sabu di Mataram. Tiga orang diamankan polisi di rumah bandar berinisial WA, di Kelurahan Cakranegara Selatan (Caksel) Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Tiga tersangka pelaku yang tertangkap, Gebur, 47 tahun; Kurna, 27 tahun; dan pelajar berinisial GD, 17 tahun. Mereka diketahui sebagai pekerja yang melayani transaksi jual beli narkoba jenis sabu di rumah milik WA.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, rumah yang digerebek jajarannya kerap terpantau melakukan transaksi sabu dalam jumlah yang jukup besar. Upaya penindakan juga telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Tetapi, kerap menemui jalan buntu.

”Selalu terkendala BB (barang bukti, Red). Mereka kalau ada petugas datang, langsung memusnahkan barang bukti,” kata Alam, kemarin (25/3).

Rumah bandar WA didesain serupa benteng pertahanan. Pelaku melengkapi rumahnya dengan tujuh kamera pengawas. Alat itu mampu memantau setiap aktivitas yang berada di luar rumah.

”Alhamdulillah berkat doa masyarakat dan kerja keras anggota, kita berhasil masuk ke dalam rumah,” ujar dia.

Namun, penggerebekan yang dilakukan anggota pada Sabtu (16/3), rupanya diketahui tiga pelaku di dalam. Pelaku Gebur dan Kurna pun berusaha menghilangkan barang bukti. Mereka membakar ratusan poket sabu di wastafel.

”Setelah menerobos masuk, BB juga sudah dibakar. Tapi, ada beberapa yang masih tersisa belum terbakar,” terang dia.

Polisi kemudian menangkap tiga pelaku. Mereka juga mengamankan sisa pembakaran poket sabu di wastafel. Selain itu, ada juga uang dalam berbagai nominal pecahan, dengan total Rp 37.747.000.

Alam mengatakan, tujuh kamera pengawas beserta TV LCD juga diamankan anggotanya. ”Ada dua timbangan elektrik yang juga diperoleh dari rumah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Astawa mengatakan, pelaku yang diamankan merupakan pekerja di rumah tersebut. Mereka melayani setiap pembeli yang datang untuk membeli sabu.

”Dibayarnya per shift, delapan jam sehari. Dibayar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,” sebut Kadek.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1, Pasal 127 ayat 1, Pasal 132 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya mencapai 20 tahun penjara.(dit/r2)

Berita Lainnya

Tenaga Pemetaan BPS Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Siswa BLK Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi Lombok Post

Saksi Akui Laporan Proyek Fiktif

Redaksi LombokPost

Status Siaga Satu Dicabut

Redaksi LombokPost

Tetaplah Akur Zaitun! Fauzan Fokus Bangun Industri, Sumiatun Janji Kembangkan Pariwisata

Redaksi LombokPost

Puluhan Petugas KPPS dan PPS “Tumbang”

Redaksi LombokPost

13 Ahli Waris Non ASN Kemensos RI Terima Santunan BPJSTK

Redaksi Lombok Post

Jalan Pakuan Nyaris Putus

Redaksi LombokPost

PSU Digelar di Hari Terakhir Pleno PPK

Redaksi LombokPost