Lombok Post
Feature

Mengenal Andre Sugianto, Sosok Pejuang Pendidikan tanpa Pamrih

DEMI INDONESIA: Andre So mewakili ITCC bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di Taiwan, Universitas CYUT.

Demi kehormatan anak-anak Indonesia, hambatan apapun ia lewati. Ia mencari siapa saja yang ingin bersekolah, dari ujung Aceh, pedalaman Kalimantan, hingga pegunungan Papua.

ALFIAN YUSNI-Taiwan

==================

KENALKAN, Andre Sugianto, atau biasa dipanggil Andre So. Asal Gorontalo. Pekerjaan? Mencari anak-anak pelosok yang mau kuliah di luar negeri.

Sejak 2008 Andre mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan dan bergabung menjadi koordinator Indonesia-Tionghoa Culture Center (ITCC). Sebuah yayasan nonprofit yang berfokus di dunia pendidikan dan budaya bentukan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Sejak saat itu, hingga saat ini, Andre terus bergeriliya ke segala penjuru di Indonesia untuk mencari anak-anak yang ingin kuliah ke Tiongkok-Taiwan dengan program beasiswa dari ITCC.

”Saya ingin mereka yang dari daerah atau pelosok bisa kuliah di luar negeri,” ujarnya.

Berangkat dari keterkejutannya atas mahalnya biaya kuliah di Indonesia, yang dianggapnya tidak masuk akal. Kemudian ia bandingkan dengan biaya saat ia menempuh kuliah di Taiwan. Maka ia bertekad anak-anak Indonesia harus dapat pendidikan yang tinggi, berkualitas tapi murah meriah.

”Saya mau semua anak-anak Indonesia pintar dan dihormati,” tandasnya.

Mengirim mereka yang kurang mampu untuk kuliah di luar negeri, tambah ayah dua anak ini,  adalah apa yang dikatakan panggilan hati.

”Itu adalah kepuasan tak terhingga bagi saya. Saya senang bisa membantu membuka jalan masa depan mereka. Dan tidak pernah mengharapkan imbalan,” tuturnya.

Ribuan anak-anak telah menikmati serunya kuliah di Tingkok-Taiwan, berkat jerih payahnya. Pria ramah ini sangat mencintai dunia pendidikan.

”Saya sangat terobsesi untuk terus memberikan wawasan yang luas kepada anak-anak di daerah. Karena itu nanti bisa jadi pegangan hidup mereka,” ucap pria yang hobi selfie ini.

Bicara nasionalisme, jangan tanyakan lagi. Kisah ini bisa jadi gambaran, betapa tingginya jiwa nasionalisme seorang Andre So. Suatu hari ada orang malaysia ada yang memanggil dia dengan sebutan ‘indon’.

Ia pun langsung menghampiri orang itu dan menegurnya, agar jangan sekali-sekali memanggil orang Indonesia dengan sebutan ‘indon’.

”Asal tau saja, indon itu singkatan dari ‘Indonesia Donkey (keledai)’. Maka saya harus mengingatkan itu kepada anak-anak yang akan saya kirim. Bila perlu kalau ada orang yang panggil indon, langsung gampar aja,” ujarnya geram.

Kepada penulis ia juga berpesan untuk menjadi penghubung bagi orang tua yang ingin anaknya bisa ikut program beasiswa ITCC.

”Anak NTB jangan mau kalah dengan anak-anak dari daerah lain,” ucapnya. (*/r8)

Berita Lainnya

Praka Anumerta Sirwandi, Pahlawan Negara dari NTB yang Gugur di Papua

Redaksi LombokPost

Asal-Usul Baju Adat Sasak yang Dikenakan Jokowi

Redaksi LombokPost

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Amman Mineral dan YMBH Serahkan Hewan Kurban di Sumbawa dan Lombok

Redaksi Lombok Post

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Mantap, Polterkpar Lombok Masuk PATA

Redaksi Lombok Post

Makan Limbah, Ikan Jadi Berkelamin Ganda