Lombok Post
Sportivo

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

KEMAMPUAN HARUS DITINGKATKAN LAGI: Atlet atletik NTB semangat berlatih meski diguyur hujan di GOR 17 Desember Mataram, Maret lalu.

MATARAM-Target 17 medali emas NTB di PON XX/2020 Papua bertumpu pada cabang olahraga (Cabor) atletik. Cabor andalan Bumi Gora itu ditargetkan meraih 10 medali emas pada ajang empat tahunan itu.

Bila merujuk dari hasil kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur (Jatim) Open, target itu terasa berat untuk diwujudkan. Pada kejuaraan itu, atlet binaan Pelatda Mayung hanya membawa pulang satu keping medali emas. Ini alarm bahaya bagi cabor atletik.

Tanda bahaya itu terlihat di beberapa nomor. Misalkan nomor lari 400 meter. Pada nomor itu, NTB mengandalkan Arif Rahman. Sementara di Jatim Open catatan waktunya merosot. Bahkan tidak tembus target limit. Limit waktu di nomor itu 49 detik.

Atlet asal Kota Bima itu harus puas berada di peringkat kelima. Medali disapu bersih pelari Jawa Tengah (Jateng) Hadi Nur I  48,89 detik (emas), Novianto 50,25 detik (perak), dan Felix Andrean 50,43 detik. Posisi keempat disusul Maichel A Sulawesi Selatan (Sulsel) 50,71 detik, dan Arif Rahman berada di posisi kelima dengan catatan waktu 5,21 detik.

Selain itu juga di nomor tolak peluru putra dan putri. Di kategori putra, NTB mengandalkan Nanang Fahmi. Dia melempar sejauh 13,94 meter. Lemparan itu melewati limit PON. Tetapi, lemparannya itu kalah jauh dari pesaingnya, Roni Sisko 14,81 meter (emas), Krisna Wahyu 14,05 meter (perak), dan Irfan Toni 14,01 meter (perunggu).

Di kategori putri cukup melegakan. I Dewa Ayu Ita Arianti berhasil sumbangkan medali emas. Lemparannya mencapai 13,09 meter. Meski raih emas ancaman masih ada. Karena, sang pemegang rekor nasional Eki Febri Ekawati tak turun pada ajang tersebut. Catatan lemparan terbaiknya mencapai 15,60 meter.

NTB masih menaruh harapan besar di beberapa nomor. Yaitu, nomor lari 100 meter, 200 meter, lompat jauh, dan lompat jangkit. Di nomor tersebut, NTB akan mengandalkan Lalu Muhammad Zohri di nomor sprint dan Sapwaturrahman di nomor lompat jauh. ”Kalau melihat hasil kemarin, sekitar lima sampai tujuh medali emas pasti kita kantongi,” kata Ketua KONI NTB H Andy Hadianto kepada Lombok Post, kemarin (3/4).

Hasil Jatim Open tidak membuat atletik kepanikkan. Masih ada waktu untuk membenahi kelemahan-kelamahan, tetapi evaluasi terhadap capaian atlet atletik di Pelatda Mayung tetap dilakukan. Tim Satlak akan segera  mencari benang merah untuk mengatasi masalah tersebut. ”Kita akan rapatkan apa persoalannya,” tegas dia.

Menurutnya, target atletik perlu dirombak lagi. Tetapi, hal itu akan dibicarakan dengan pelatih, satlak pelatda mayung, dan Pengprov PASI NTB. ”Kita akan bedah persoalan ini bersama. Entah target dirombak atau seperti apa nanti kita tentukan pada pertemuan,” ucapnya.

Andy memaklumi Arif tidak bisa tampil maksimal karena masih baru saja menikah. Wajar, persiapan menghadapi Jatim Open terganggu. “Kita maklumkan Arif tidak maksimal. Saya sudah berbicara dengan Arif, dia akan berusaha mengejar limit pada kualifikasi PON selanjutnya,” ungkap Andy.

Dia berharap, atlet atletik jangan patah semangat. Harus terus berusaha menjadi yang terbaik. “Harus lebih baik ke depannya,” pesannya.

Zohri dan Sapwa Lolos Otomatis ke PON

Dua atlet atletik andalan NTB Lalu Muhammad Zohri dan Sapwaturrahman dipastikan sudah menggenggam tiket PON XX/2020. Itu setelah mereka tampil gemilang di ajang Asian Grand Prix Malaysia, pekan lalu.

Berdasarkan aturan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), ajang internasional juga dihitung sebagai bagian dari kualifikasi mengejar limit PON.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, Zohri dinyatakan lolos setelah mencatatkan waktu 10,20 detik di ajang tersebut. Sementara limit PON Papua di nomor 100 meter 10,80 detik.

Atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu belum mengatongi tiket di nomor lari 200 meter. Karena, sejak Januari 2019, dia tidak pernah mengikuti lomba yang dijadikan sebagai ajang kualifikasi. ”Kalau di nomor 200 meter, dia (Zohri, Red) belum lolos,” ujarnya.

Sebenarnya, pada ajang kejuaraan internasional di Negeri Jiran itu, Zohri bakal turun di nomor lari 200 meter. Hanya saja, PB PASI tidak mengizinkannya. “Karena, Zohri harus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional,” bebernya.

Andy yakin, Zohri pasti bisa melewati limit di nomor 200 meter. Limit PON pada nomor tersebut hanya 21,80 detik. ”Pastilah bisa dilewati sama Zohri,” ujarnya optimis.

Sementara Sapwa juga baru mengantongi nomor lompat jauh. Dia berhasil melompat di Asian Grand Prix sejauh 7,97 meter. Sementara limitnya hanya 7,00 meter.

Sedangkan di nomor lompat jangkit Sapwa belum mengikuti kualifkasinya. Limit di nomor tersebut 14,81 meter. ”Pasti Sapwa bisa melewatinya,” kata Andy. (arl/r8)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Bibit Sprinter Muncul di Fun Kids Athletic Supiati Cup

Redaksi LombokPost