Lombok Post
Sportivo

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

TAMBAH INTENSITAS LATIHAN: Atlet atletik NTB Fadlin meningkatkan kualitasnya usai pulang dari Jatim Open, kemarin (4/4).

MATARAM-Cabang olahraga (Cabor) mematok target 10 medali emas di PON Papua. Tetapi melihat hasil kejuaraan nasional (Kejurnas) Jawa Timur (Jatim) Open, target itu terasa sulit terwujud.

Belajar dari pengalaman itu, satuan pelaksana (Satlak) Pelatda Mayung langsung bergerak cepat. Mereka mengevaluasi program pelatih pelatda.

Ketua Binpres KONI NTB Wibowo Budi Santoso mengatakan, tim sudah mendengarkan keluhan dan persoalan yang dihadapi pelatih di lapangan. Sebagian besar, mereka mengeluhkan fasilitas latihan. ”Kita akan penuhi peralatan latihan itu. Tetapi, anggaran 2019 belum cair,” kata Bowo kepada Lombok Post, kemarin (4/4).

Hasil tidak maksimal di Jatim Open, menurut dia, salah satunya persiapan tersendat pada Januari hingga Februari. Penyebabnya, penentuan SK Pelatda Mayung terhambat. “Penerbitan SK juga mengganggu program latihan,” ujarnya.

Dia sadar hasil Jatim Open lalu menjadi ancaman nyata bagi tim atletik NTB. Untuk itu, para atlet dan pelatih diminta berbenah. ”Ancaman itu sudah ada. Kalau kita berleha-leha bakal tergilas,” tegasnya.

Sementara, program latihan pelatih juga akan dianalisa. Apakah atlet sudah menjalankan program sesuai dengan yang diharapkan atau belum. ”Program yang disusun bisa saja diubah. Asalkan harus melihat situasi dan kondisi atlet,” ujarnya.

Menurutnya, jika melihat hasil pada Jatim Open lalu, volume dan intensitas latihan atlet perlu ditingkatkan. Semula  yang hanya menjalankan empat sampai lima sesi, ke depan perlu ditingkatkan lagi. ”Harus bisa lebih banyak dari itu,” tegasnya.

Peningkatan volume dan intensitas program tidak sembarangan. Perlu mempertimbangkan aspek lain. “Situasi dan kondisi atlet harus kita pertimbangkan. Takutnya, jika intensitas dinaikkan bisa menyebabkan over training,” bebernya.

Kondisi itu dapat merugikan atlet dan mengganggu target 10 medali emas. Semua itu harus dipertimbangkan dengan pelatih. “Kita akan bicarakan lebih intens lagi dengan pelatih kalau terkait program,” ungkapnya.

Bowo mengingatkan, atlet NTB masih memiliki kesempatan mengejar tiket PON pada Jateng Open, Juli nanti. Mereka masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan kemampuannya. ”Waktu pelaksanaan Jateng Open cukup mepet,” ujarnya.

Apalagi, bulan depan sudah memasuki puasa. Perlu dipertimbangkan lagi peningkatan volume dan intensitas latihan. ”Kita harus bedah itu semua dengan pelatih. Apakah bulan depan volume dan intensitas latihannya akan ditingkatkan. Tergantung pada kebutuhan nantinya. Jika memungkinkan, mau tidak mau harus diterapkan,” kata dia.

Ia menegaskan, jika atlet tidak mematuhi aturan akan ditindak tegas. Bisa saja terdegdarasi dari Pelatda Mayung. ”Hasil lalu menjadi alarm bahaya bagi kita,” peringatnya.

Bowo mengatakan, cabor atletik paling gampang mengukur kemampuan atlet. Karena atletik merupakan cabor terukur. “Kalau kita mau ukur tinggal melihat catatan waktunya saja. Jadi, jangan main-main,” ucapnya.

Pelatih Pelatda Mayung Kapten Muhdar mengatakan, sangat setuju jika volume dan intensitas latihan ditingkatkan lagi. Karena jarak untuk menuju Jateng Open dan Kejurnas atletik di Jakarta cukup mepet. ”Jateng Open diselenggarakan Juli, sedangkan Kejurnas diselenggarakan Agustus. Kalau tidak salah hanya berjarak 15 hari,” kata Muhdar.

Jika tidak segera ditingkatkan, target 10 medali emas terancam tidak tercapai. Atlet daerah lain tidak tidur. Mereka juga pasti mempersiapkan diri lebih matang. ”Persaingan di semua nomor cukup ketat. Semua atlet memiliki peluang yang sama. Atlet yang lebih siap, dia yang bakal meraih medali emas,” jelasnya.

Muhdar juga meminta atlet pelatda juga butuh kesejahteraan. Mereka hanya menerima honor Rp 1,5 juta dari KONI. ”Katanya, mau ada penambahan dari kabupaten/kota. Tetapi, belum terealisasi sampai sekarang,” ujarnya.

Padahal, honor juga menjadi pelecut semangat atlet berlatih. ”Mudahan saja ada jalan keluar atas persoalan yang dapat menurunkan semangat atlet,” harapnya. (arl/r8)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Bibit Sprinter Muncul di Fun Kids Athletic Supiati Cup

Redaksi LombokPost