Lombok Post
Kriminal

Bawa Ekstasi, Komeng Ditangkap Polisi

POLDA NTB UNTUK LOMBOK POST DITANGKAP: Terduga pengedar narkoba, Komeng ditangkap bersama barang bukti 10 poket sabu dan satu butir ekstasi, di Polda NTB, belum lama ini.

MATARAM-Terduga pengedar narkoba berinisial SA alias Komeng ditangkap polisi. Warga Kelurahan Ampenan Selatan itu ditangkap bersama rekannya berinisial MA, 28 tahun, di Jalan Arya Banjar Getas, Kota Mataram, pekan lalu.

Kabidhumas Polda NTB AKBP Purnama mengatakan, kedua pelaku diduga kuat sebagai pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi. Narkoba itu dijual pelaku di wilayah Kota Mataram dan sejumlah tempat hiburan di Lombok Barat (Lobar).

“Polisi selidiki dulu. Setelah dapat bukti, kedua pelaku berhasil kita tangkap,” kata Purnama, kemarin (8/4).

Penangkapan keduanya dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB. Sekitar pukul 22.30 Wita, Kamis (4/4), anggota bergerak menuju Jalan Arya Banjar Getas, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Di sana, diperoleh informasi Komeng dan MA tengah menunggu pembeli.

Setelah tiba di lokasi, petugas melihat dua orang yang ciri-cirinya sesuai dengan terduga pelaku. Malam itu, pelaku terlihat mengendarai motor Honda Beat putih dan berhenti di TKP. Kata Purnama, setelah mencocokkan ciri dan data di lapangan, anggota bergerak melakukan penangkapan.

“Pelaku diamankan tanpa perlawanan,” ujar dia.

Ditemukan satu amplop berisi 10 poket narkoba jenis sabu. Selain itu, ada juga satu poket sabu di luar amplop serta satu butir pil ekstasi berwarna merah muda. Seluruh barang bukti dalam penguasaan pelaku.

Purnama mengatakan, total berat 11 poket sabu sejumlah 34,65 gram. Adapun satu butir ekstasi memiliki berat 0,30 gram. “Ada juga uang tunai yang kita amankan, sebanyak Rp 752 ribu,” sebut Kabidhumas.

Barang bukti uang diduga sebagai hasil penjualan narkoba dari kedua pelaku. Polisi sejauh ini masih mengembangkan kasus. Kedua tersangka yang sudah ditahan di rutan Polda NTB tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Pengembangan tetap kita lakukan untuk mencari jaringan pelaku yang lebih besar,” tandas Purnama.(dit/r2)

 

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost