Lombok Post
Metropolis

Belanjakan Rp 50 Juta, Hutap Dikatakan Rampung

HAMPIR RAMPUNG: Salah seorang gadis keluar dari hunian tetap (hutap) yang masih dalam proses pengerjaan di Lingkungan Pengempel Indah, Kecamatan Sandubaya, beberapa hari lalu.

MATARAM-Membelanjakan bantuan sebesar Rp 50 juta bagi warga yang terdampak gempa waktunya masih panjang. Warga masih memiliki waktu hingga September mendatang guna membelanjakan bantuan sebesar Rp 50 juta dari pemerintah pusat. “Untuk belanjakan uang yang sudah masuk ke warga berakhir September,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam, Senin (8/4).

Untuk diketahui, masa pemulihan bencana gempa di Lombok berakhir 12 April. Setelah itu akan masuk masa rekonstruksi hingga September. Saat ini warga tidak perlu khawatir untuk membelanjakan bantuan yang sudah masuk rekening kelompok masyarakat (pokmas). Sebab, waktunya cukup panjang. “Kalau bisa jangan terburu-buru. Tapi sekarang semua harga barang mahal,” aku Kemal.

Banyaknya hunian tetap (hutap) di Kota Mataram yang belum rampung karena banyak persoalan. Terutama masalah tukang. Saat ini kata dia, sebagian besar orang membutuhkan tukang. Selain itu masalah harga material. Ia menyebutkan, pokmas menyusun rencana anggaran biaya (RAB) untuk bata merah harganya Rp 700 ribu, namun didalam perjalananannya harga bata merah Rp 900 ribu. Kondisi ini tentunya membuat pokmas harus membuat RAB ulang. “Sekarang yang berlaku hukum ekonomi. Para pengusaha tidak mau tahu,” ucapnya.

Namun demikian kemal mengaku progres pembangunan hutap di Kota Mataram paling bagus dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Tercatat 800 unit hutap yang sudah rampung dibangun di Kota Mataram. “Kalau sekarang posisinya semua warga akan mencairkan dana termin ketiga,” ucapnya.

Dijelaskan, hutap dikatakan rampung apabila warga sudah habis membelanjakan bantuan sebesar Rp 50 juta. Sebab, sudah tidak ada bantuan lagi dari pemerintah. Mau belum plester atau pasang keramik tetap akan dikatakan rampung apabila bantuan Rp 50 juta sudah habis dibelanjakan. “Sekarang uang Rp 50 juta sebagian besar sampai plester lantai saja,” sebut Kemal.

Sementara itu Warga Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya Sulhiah menuturkan, bantuan ini sangat membantu dirinya secara pribadi. Bantuan Rp 50 juga akan coba dimanfaatkan semaksimal mungkin. Yang penting baginya bisa  nyaman tinggal di rumah tahan gempa. “Kalau bilang tidak cukup mungkin semuanya tidak akan cukup,” tukasnya. (jay)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost