Lombok Post
Kriminal

Dana PKH Lotim Disunat

Tri Cahyo Hananto

MATARAM-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) mengantongi angka kerugian dari pemotongan dana Program Keluarga Harapan (PKH) 2017 dan 2018.

Kepala Kajari Lotim Tri Cahyo Hananto mengatakan, perhitungan kerugian belum melibatkan lembaga auditor. Pihaknya, sementara ini, melakukan perhitungan sendiri untuk mengefisiensikan waktu penyidikan.

”Itu kesepakatan tim (penyidik). Nantinya, kalau memang diperlukan (lembaga) auditor untuk menghitung, tentu kita ke sana,” kata Cahyo, kemarin.

Hasil perhitungan memunculkan nilai kerugian, yang nantinya oleh penyidik dijadikan sebagai salah satu alat bukti untuk menetapkan tersangka. Cahyo mengaku tak ingat persis berapa kerugian. Tapi, dia menyebut angka kerugian negara sebanyak ratusan juta rupiah.

”Persisnya saya tidak ingat. Tapi, kisarannya di atas Rp 100 juta dan di bawah Rp 200 juta,” ujarnya.

Kerugian timbul dari pemotongan PKH untuk ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Montong Gading, Lotim. Modusnya, koordinator kecamatan menguasai buku tabungan dan ATM KPM.

Dengan perangkat tersebut, kata Cahyo, koordinator mencairkan uang PKH. Namun, dia tidak memberikan secara utuh kepada KPM. ”Di sana ada potongan. Uang tidak diterima utuh masyarakat,” terang dia.

PKH yang diusut jaksa terkait penyelewengan di tahap IV Tahun 2017 dan tahap I hingga tahap III Tahun 2018, di Kecamatan Montong Gading, Lotim. Penyelewengan mencuat karena KPM tidak menerima PKH sesuai nominal yang ditentukan.

Terjadi pemotongan dengan nilai bervariasi, antara Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu per KPM. Pemotongan dilakukan dengan dalih administrasi untuk tabungan KPM. Meski telah mengantongi nilai kerugian, Cahyo menyebut belum ada tersangka di kasus ini.

”Belum kalau itu. Kita bertahap,” ucap Cahyo.

Hal senada diungkap Kasipidsus Kejari Lotim Wasita Triantara. Tim penyidik masih memperkuat alat bukti sebelum menetapkan tersangka. ”Sementara ini belum (ada tersangka). Ada beberapa teknis penyidikan yang masih diperkuat,” kata dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost