Lombok Post
Metropolis

Hotel Diberikan Penundaan Bayar Pajak, Tapi Kena Denda

DIBERIKAN KERINGANAN: Salah seorang pengendara sepeda motor melintas di depan salah satu hotel di Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram memberikan keringanan pembayaran pajak kepada pelaku usaha, khususnya yang bergerak dalam bidang perhotelan. Kini, pembayaran pajak hotel tiap bulan bisa diatur. Ditunda. Namun terlebih dahulu harus ada laporan dari pihak hotel terkait pendapatannya.

“Kalau ada penundaan pembayaran harus ada laporan dari pihak hotel,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi pada Lombok Post, kemarin (9/4).

Untuk diketahui, pascagempa para turis atau tamu yang berkunjung ke Kota Mataram mulai sepi. Oleh karena itu, pihak BKD Kota Mataram memberikan keringanan pembayaran hotel yang bisa diatur. Bisa ditunda. Namun terlebih dahulu harus ada laporan dari pihak hotel. Berapa jumlah tamu yang berkunjung tiap bulan. Dan  apa saja yang digunakan untuk operasional.

“Harus ada surat untuk mengajukan penundaan pembayaran hotel,” terangnya.

Setelah itu lanjut dia, baru tim dari BKD akan mengkroscek dan meneliti laporan dari pihak hotel. Setelah itu baru bisa dikeluarkan keputusan dari kepala daerah. Tapi sebut dia, hotel yang menunda pembayaran pajak akan dikenakan bunga 2 persen dari pajak yang dibayarkan. Misalnya jika pajak  per bulan Rp 1 juta maka akan dikenakan 2 persen dari pajak tersebut. “Ya akan dikenakan bunga Rp 20 ribu jika pajaknya Rp 1 juta,” sebutnya.

Sementara itu Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, dampak bencana gempa bumi berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Pada akhir tahun anggaran 2018 laju pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram terhitung sebesar 6,42 persen. Menurun dari tahun sebelumnya sebesar 8,11 persen. Hal ini disebabkan karena menurunnya kontribusi sektor pariwisata dan sektor-sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang dan keterkaitan ke depan dengan sektor pariwisata. Seperti sektor usaha penyediaan akomodasi dan makan minum pada Agustus sampai Desember 2018.

“Tidak hanya di Kota Mataram, namun di NTB secara keseluruhan,” sebutnya.

Meskipun demikian kata Ahyar, angka ini masih di atas angka pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 4,56 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen.(jay)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost