Lombok Post
Metropolis

Sandiaga Ingin Korban Gempa Tidak Dipersulit

SAMBANGI LOMBOK: Calon Wakil Presiden H Sandiaga Uno saat berada di Rumah Makan Ujung Landasan Gerung Lombok Barat (Lobar) kemarin

GIRI MENANG-Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno kemarin (9/4) menyambangi NTB. Sandi antara lain menggelar pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di salah satu rumah makan di dekat Bundaran Giri Menang Square. Dalam pertemuan tersebut, Sandi menanyakan nasib korban gempa di NTB.

“Saya dapat informasi banyak warga korban gempa yang menanti bantuan terutama jaminan hidup. Apakah itu belum hadir?” tanya Sandi.

Warga yang hadir menjawab hal tersebut dengan kompak bahwa mereka belum menerimanya. Warga juga mengaku banyak yang merasa kesulitan dalam mencairkan bantuan bagi korban gempa dari pemerintah. Sehingga warga berharap jika terpilih nanti, Sandi bersama Prabowo bisa segera merealisasikan janji bantuan Jadup yang belum diberikan hingga saat ini.

“Bersama Prabowo-Sandi, seluruh janji pemerintah akan ditunaikan. Karena janji adalah hutang,” jawabnya.

Masyarakat korban bencana ditegaskan Sandi tidak boleh dibuat susah lagi. Mekanisme penyaluran bantuan tidak boleh dibuat berbelit-belit. Harus disederhanakan. Agar bantuan tersebut bisa segera di terima oleh warga yang memang membutuhkan bantuan.

“Tapi tidak lantas kita harus saling menyalahkan. Yang sudah biarlah berlalu,” katanya.

Dia menegaskan, warga Lombok dan NTB umumnya mesti bangkit dari bencana gempa, bencana ekonomi. Pariwisata juga harus segera bangkit. Terutama sosial ekonomi pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Sehingga, Sandi mengaku jika mendapat amanah, dirinya akan segera merealisasikan semua janji bantuan pemerintah kepada masyarakat korban gempa. Sandi juga melanjutkan, kekuasaan itu milik Allah SWT. Itu bisa diberikan atau bisa dicabut sesuai dengan yang dia kehendaki.

“Itu sesuai dengan surat Al Imran,” ujar Sandi sambil memabacakan surat tersebut.

Selain menyinggung bantuan jadup korban gempa, Sandi juga menerima keluhan dari Saidi, orang tua Imran, remaja asal Ampenan Kota Mataram yang ditahan pihak kepolisian. Lantaran Imran terjerat UU ITE atas kasus yang menghina Presiden Jokowi di media sosial.

“Semangat UU ITE tidak boleh meredupkan semangat berdemokrasi. Hukum juga tidak boleh tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” kata Sandi.

Dia menegaskan, Prabowo-Sandi komitmen akan revisi undang-undang ITE. Sandi juga mendapatkan pertanyaan dari TGH Supardan Katsiran tentang kebijakan yang akan dilakukan pasangan Prabowo-Sandi terkait perilaku seksual yang menyimpang. Misalnya seperti LGBT. Karena ini ditegaskan tokoh agama asal Lombok Tengah tersebut sangat meresahkan.

“Kita kembalikan semua ke norma agama dan Pancasila. Kalau itu tidak sesuai dengan Pancasila maka harus kita bumihanguskan dari Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga memaparkan komitmen Prabowo-Sandi memperjuangkan kaum disabilitas dan tokoh budaya. Negara ditegaskannya tidak boleh mendiskriminasi penyandang disabilitas dan harus menghargai tokoh budaya agar menjadi bangsa yang besar.

Dia juga menyampaikan terima kasihnya kepada tokoh NTB yang telah meluangkan waktu bersilaturahmi dengannya. Diungkapkan, bahwa warga Lombok seperti saudara kandungnya sendiri. Dia yakin dukungan warga Lombok akan terus mengalir untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

“Saya juga bersahabat dengan TGB. Beliau sahabat saya meskipun saat ini beliau mendukung pasangan lain,” ungkapnya. Ia berharap TGB suatu saat nanti berasa pada barisan pendukung pasangan Prabowo-Sandi.

Sementara itu, terkait Jadup, Kepala Dinas Sosial Lobar Hj I Made Ambaryati sebelumnya menjelaskan pihaknya sudah mengusulkan ribuan warga korban gempa agar menerima bantuan Jadup. Itu dikhususkan bagi warga yang rumahnya rusak berat.

“Sudah kami serahkan sebagian nama warga yang berhak menerima Jadup. Cuma dananya memang diakatakan tidak ada di Kemensos tetapi di BNPB,” akunya kepada Lombok Post.

Informasi yang ia terima, warga yang akan menerima Jadup terlebih dulu harus menyelesaikan rumah yang terdampak gempa. Setelah ditempati baru bisa diberikan bantuan untuk korban Jadup. (ton/r6)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost