Lombok Post
Metropolis

Sirkuit MotoGP Mulai Digarap

MENCARI SOLUSI TERBAIK: Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti (kanan) memberikan pemaparan pada saat diskusi dengan konsultan MotoGP 2021 di Kantor PT ITDC, Kuta Mandalika, kemarin

LOMBOK TENGAH-Pembangunan sirkuit MotoGP terus dipersiapkan. Kemarin (9/4), konsultan penyelenggara event balap motor paling bergengsi sejagad itu memperkuat koordinasi dengan pemprov NTB, PT ITDC, dan pemangku kepentingan lainnya di kantor ITDC.

Pada pertemuan itu, mendiskusikan lebih lanjut terkait rencana pembangunan sirkuit MotoGP. Serta membedah permasalahan yang menjadi penghambat pembangunan sirkuit.

Pada pertemuan itu dihadiri Mrk 1 Consulting Managing Director Mark Hughes, Managing Director Road Grip Nick Morley, Direktur Road Grip Raul Pasaribu serta dua Mrk 1 Track Engineer Ben Willshire dan Ramzi Darghuth.

Mark Hughes mengatakan, tim sudah mulai bekerja mengerjakan sirkuit. Mereka sudah berkeliling langsung dengan jalan kaki melihat presisi sirkuit yang akan dibangun.

”Kita cek dengan teliti presisi jalan didampingi perwakilan dari ITDC,” kata Mark kepada Lombok Post, usai mempresentasikan planing pembangunan sirkuit MotoGP, kemarin.

Kemiringan tiap tikungan diukur dengan jeli. Menurutnya, perlu dipersiapkan resapan air di tiap tikungan. Itu untuk mengantisipasi terjadinya genangan air apabila balapan berlangsung kala hujan.

”Kalau hujan tidak masalah. Tetapi, yang menjadi masalah adalah genangan airnya. Ban motor pembalap tidak boleh melewati genangan air,” terangnya.

Pembangunan sirkuit juga harus dipersiapkan dengan matang. Karena, bukan saja pelaksanaan MotoGP saja yang bisa digelar. ”World Super Bike dan Formula 1 dapat diselenggarakan di Mandalika. Tetapi, yang paling penting pelaksanaan MotoGP,” tegasnya.

Dari master plan, panjang sirkuit mencapai 4,32 kilometer dengan 19 tikungan. Ruang Paddock membutuhkan 40 garasi. Ditambah kapasitas tempat duduk penonton mencapai 50.000 kursi. Serta tempat umum di luar sirkuit akan mampu menampung hingga 138 ribu penonton.

Rumah sakit juga akan dibangun. Rumah sakit itu khusus untuk pembalap dan krunya. ”Rumah sakit itu hanya difungsikan saat ada event balapan,” ujarnya.

Tetapi, jika pemerintah ingin membangun rumah sakit untuk umum di kawasan tersebut tidak ada persoalan. “Rumah sakit yang kita bangun ini berdekatan dengan sirkuit. Itu sudah menjadi standar kami,” jelasnya.

Di kawasan MotoGP tetap disediakan untuk masyarakat yang akan menjual jajanan khas tradisional. Tetapi, harus berdasarkan prosedur. Karena, pihak penyelenggara memiliki standar khusus.

”Yang pasti harus teratur, higenis, dan harganya terjangkau,” tekannya.

Disebutkan, mereka memilih KEK Mandalika sebagai lokasi balap MotoGP karena unik. Memiliki kesan positif. ”Kawasan ini unik dan indah,” kata dia.

Dia berharap, pemerintah membantu menyukseskan pembangunan sirkuit MotoGP. Kerja sama harus terus dipererat untuk mendapatkan hasil maksimal.

Sementara itu, Sekda NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, banyak yang dibedah pada pertemuan kemarin. Yang pasti, kesiapan para penyelenggara MotoGP harus diapresiasi. NTB ditegaskannya, tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Dukungan penuh siap diberikan pemerintah.

Misalnya, pemerintah saat ini tengah menyiapkan sarana pendukung. Seperti akses transportasi. Baik udara, laut, maupun darat. Antara lain dibangun jalan bypass dari bandara. Juga bandara landasan pacunya akan diperpanjang.

Selain menyukseskan event, fokus Pemprov NTB saat ini juga adalah menyiapkan SDM. Ini terutama terkait dengan akan adanya 1.500 lapangan pekerjaan yang akan tersedia menyusul event ini.

Tiket Dijual Online

Sementara itu, nanti saat digelar, penjualan tiket MotoGP semua serba online. Tidak ada yang dibeli secara manual. Penduduk lokal yang juga berhasrat untuk menonton harus membeli secara online.

Mark Hughes mengatakan, penonton yang akan menonton harus membeli tiket sebelum gelaran MotoGP seri Lombok berlangsung. Itu untuk mempermudah akses bagi mereka.

Direktur Konstruksi dan Operasi PT ITDC Ngurah Wirawan menambahkan, harga tiket akan bervariasi. Dari Rp 200 ribu hingga Rp 10 juta. ”Tergantung paketnya,” ujarnya.

Dia juga belum mengetahui secara pasti bentuk yang ditawarkan pada pembelian tiket online nanti. Apakah ada harga include hotel atau tidak. ”Kita belum putuskan itu. Ini kan baru kita bahas rencana awal saja,” jelasnya.

Pertemuan ini masih akan berlanjut. Tergantung dari kebutuhan dari pihak penyelenggara dan pemerintah. ”Ini pertemuan pertama yang dilakukan antara semua elemen,” ujarnya.

Dia berharap, persiapan hinggga pelaksanaan MotoGP 2021 nanti berjalan sukses. Karena, itu menjadi salah satu penilaian suatu negara dapat menjadi tuan rumah Olimpiade. ”Dari kabar Kemenpora, syarat menjadi tuan rumah harus sukses menyelenggarakan kejuaraan dunia Basket dan Moto GP,” katanya.

Butuh 900 Volunter dan Marshal

Direktur Road Grip Raul Pasaribu mengatakan, setiap penyelenggaraan MotoGP tetap akan melibatkan pemuda daerah tersebut. Seperti halnya, pelaksanaan MotoGP di Thailand, pemuda asli kawasan tersebut dilibatkan menjadi volunter dan marshal. ”Kalau MotoGP di Lombok ini dibutuhkan 900 pemuda menjadi volunter dan marshal,” kata Raul.

Tetapi, orang yang menjadi volunter dan marshal di MotoGP harus mengantongi sertifikat khusus. Untuk mendapatkannya, harus mengikuti pelatihan ke luar negeri. “Mereka harus belajar langsung di lintasan. Kalau hanya belajar dalam kelas hasilnya tidak maksimal,” jelasnya.

Sebelumnya, pernah dilakukan pelatihan di Jakarta. Saat itu, bekerja sama dengan lembaga terkait dari Australia. ”Kalau anak-anak muda NTB kalau diajarkan pasti bisa,” ucapnya.

Raul mengupayakan membuka pelatihan di KEK Mandalika. Sehingga, anak-anak NTB berkesempatan untuk menjadi marshal dan volunter. ”Kalau sudah memiliki sertifikat itu, dapat digunakan untuk menjadi volunter dan marshal di sirkuit lain di seluruh dunia,” bebernya.

Pemerintah NTB harus menyiapkan pemuda terbaik untuk mendaftar menjadi marshal dan volunter MotoGP. ”Kita belum tentukan waktunya. Nanti kalau sudah ada persetujuan, kita akan segera memberitahukan ke pemda,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, kriteria petugas volunter dan marshal belum ditentukan. Dia menunggu keputusan dari manajemen penyelenggara. ”Nanti akan dibicarakan lebih lanjut terkait kriteria,” ucapnya.

Tentunya, pemuda yang dapat menjadi marshal dan volunter akan dipilih secara selektif. Paling tidak dilihat dari tinggi badan dan kelancaran bahasa inggris. ”Paling itu yang menjadi dasar,” ucapnya.

Untuk itu, para pemuda NTB harus mempersiapkan diri dari sekarang. Fisik dan bahasa inggris harus disiapkan. ”Ini memacu anak-anak NTB untuk meningkatkan kualitasnya,” ungkapnya.

Rencananya, dia akan memetakan jumlah pemuda dari masing-masing kabupaten/kota. Pemuda asal Lombok Tengah, paling banyak akan menerima manfaat. ”Pemuda Loteng harus mendapatkan kuota lebih banyak,” pungkasnya.

Sementara Grip Nick Morley mengatakan, dia telah melakukan survei langsung di lapangan. Dia menikmati alam KEK Mandalika. ”Tetapi, saya lihat di lapangan masyarakat sendiri tak menjaga kebersihan,” kata Nick pada pembahasan pertemuan itu.

Pada pelaksanaan MotoGP nanti bakal banyak orang yang datang. Mereka juga akan menyisakan sampah. Kalau masyarakat saja tidak bisa menjaga kebersihan, bagaimana dengan orang lain nantinya. ”Karakter masyarakat harus diubah. Mereka harus bisa menjaga kebersihan lingkungan,” sarannya. (arl/r6)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost