Lombok Post
Feature

Padang Savana Doro Ncanga, Little Africa yang Menanti Sentuhan

PADANG SAVANA: Ternak-ternak sapi mencari makanan di Padang Savana Doro Ncanga, Kabupaten Dompu.

Festival Pesona Tambora selalu identik dengan Padang Savana Doro Ncanga. Padang savana yang indah, dan menjadi saksi bisu dahsyatnya letusan Tambora. Agar jadi magnet wisatawan, Doro Ncanga, masih perlu berbenah.

SIRTUPILLAILI, Dompu

====================

HAMPARAN padang rumput membentang indah. Lokasinya persis di kaki Gunung Tambora. Sepanjang mata memandang hanya rumput dan pohon-pohon yang tumbuh menyebar. Dari kejauhan nampak hewan-hewan mencari makan di padang itu. Benar-benar serasa berada di daratan Afrika.

Bedanya, hewan-hewan itu bukan binatang liar. Namun, hewan ternak milik warga. Ada sapi, kerbau. Ada pula kuda. Binatang itu dilepas begitu saja oleh pemiliknya. Tanpa diikat. Tanpa takut hilang. Tanpa takut tertukar.

Pemandangan nan indah itulah yang selalu disuguhkan Doro Ncanga saban tahun, manakala event Festival Pesona Tambora digelar. Semenjak festival pertama dihelat tahun 2015 silam, Doro Ncanga selalu menjadi lokasi puncak perhelatan.

11 April 2019, sekali dalam setahun, warga berduyun-duyun ke tempat itu. Mereka turut memperingati letusan Tambora yang dahsyat. Yang menguncang dunia.

Doro Ncanga sendiri adalah saksi bisu letusan Tambora yang menggelapkan dunia tersebut. Di lokasi itu bisa dilihat bebatuan bekas letusan Gunung Tambora. Terhampar di sekujur padang savana yang luas. Berserakan.

Sementara Gunung Tambora sendiri ada di sisi timur savana. Sedangkan di sisi barat, membentang Teluk Saleh tenang.

Sekarang, Doro Ncanga masih sama. Masih seperti tahun lalu. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Tak terlihat sentuhan. Tak terlihat polesan. Papan-papan infomrasi pun tak ada tersedia di tempat itu. Menjadikan mereka yang datang hanya disuguhkan pemandangan. Kemudian menafsirkan sendiri-sendiri.

Demikian juga dengan fasilitas. Masih amat terbatas. Padahal, padang savana itu dihajatkan menjadi pintu utama dimulainya pendakian ke Gunung Tambora.

Seperi Bayu, salah seorang jurnalis yang baru pertama kali datang ke tempat itu. Ia terkesan dengan pemandangan di sana. Namun tidak banyak hal yang diketahuinya setelah melihat-lihat padang savana.

Lokasi itu sangat bagus dijadikan tempat foto-foto. Karena itu, minimal, disediakan tempat khusus untuk swafoto, sehingga mereka yang pernah datang memiliki kenang-kenangan bahwa mereka pernah datang ke Doro Ncanga, di kaki Tambora.

Bupati Dompu Bambang M Yasin mengatakan, pemerintah memastikan berkomitmen mengembangkan pariwisata di Doro Ncanga dan Tambora sebagai destinasi andalan.

Hanya saja, pengembangan Doro Ncanga memang dikemas lain. Wisatawan yang ke Doro Ncanga, menurutnya tidak perlu menginap di hotel. Sebab itu, tak perlu ada hotel di Doro Ncanga.

Para wisatawan cukup membawa tenda dan mobil untuk berkeliling menikmati pemandangan yang ada. Pemerintah hanya akan menyiapkan air dan toilet.

Bupati Bambang malah khawatir kalau ada bangunan hotel dan penginapan. Justru akan merusak keasrian padang savana Doro Ncanga.

“Sebab, tidak banyak tempat seperti ini di dunia,” kata Bupati Bambang.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah juga mengakui, lokasi itu masih perlu penataan. Hanya saja, penataan seperti pikiran banyak orang belum tentu cocok di tempat itu. Keaslian dari Doro Ncanga harus dipertahankan sebagai pembeda dengan destinasi yang lain.

“Tidak usah terlalu mendandani sesuai keinginan kita. Kadang orang asing lebih suka yang alami,” katanya.

Tapi seiring berjalannya waktu, penataan dan pemenuhan fasilitas dasar akan dipenuhi. Pemprov akan konsen pada kebersihan kawasan, penyediaan air bersih dan toilet. Hanya itu yang paling dibutuhkan saat ini.

Orang nomor satu di NTB ini berharap ke depan destinasi indah seperti Doro Ncanga dan Tambora akan semakin dikenal. Sehingga wisata NTB tidak hanya Lombok tetapi juga tempat-tempat indah di Pulau Sumbawa. (*/r6)

Berita Lainnya

Praka Anumerta Sirwandi, Pahlawan Negara dari NTB yang Gugur di Papua

Redaksi LombokPost

Asal-Usul Baju Adat Sasak yang Dikenakan Jokowi

Redaksi LombokPost

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Amman Mineral dan YMBH Serahkan Hewan Kurban di Sumbawa dan Lombok

Redaksi Lombok Post

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Mantap, Polterkpar Lombok Masuk PATA

Redaksi Lombok Post

Makan Limbah, Ikan Jadi Berkelamin Ganda