Lombok Post
Metropolis

Tambora Akan Jadi Geopark Dunia

Baca: Penataan Destinasi Harus Perhatikan Lingkungan

DOMPU-Gunung Tambora bersiap menyusul Gunung Rinjani sebagai Geopark Dunia. Tahun ini, Pemprov NTB akan mengusulkan Tambora sebagai Unesco Global Geopark (UGG). Sehingga, Tambora akan lebih dikenal dunia dengan segudang latar belakang sejarahnya.

“Setelah jadi Geopark Nasional, Juni (usulkan) menjadi Geopark Internasional,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam puncak Festival Pesona Tambora, di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, kemarin (11/4). Ini adalah adalah tahun kelima digelarnya Festival Tambora.

Dengan menjadi Geopark Dunia, standar pengelolaan Tambora kata Gubernur akan mengikuti standar internasional. Sehingga Tambora tidak hanya diperhatikan pemerintah NTB dan Indonesia. Tetapi juga menjadi perhatian masyarakat dunia internasional.

Dan hal itu, kata orang nomor satu di NTB ini, akan menjadi kesempatan bagi NTB untuk menyiapkan event-event di Tambora yang berskala internasional. Tidak hanya berupa tari dan pesta rakyat tetapi juga expo, edukasi tentang Tambora, dan memperkenalkan kekayaan budaya. Sehingga orang luar semakin tertarik untuk datang.

“Kita harus meracik festival Tambora berskala internasional,” kata Gubernur.

Di sisi lain, tak hanya Tambora. Penataan UGG Rinjani di Pulau Lombok juga terus tetap berjalan. Tahun ini, Lombok menjadi tuan rumah simposium jaringan geopark Asia Pasifik, atau Asia Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2019. Kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk mengusulkan Tambora sebagai UGG.

Terkait Festival Pesona Tambora, event itu sudah lima tahun berjalan. Gubernur menilai perhatian pusat sangat besar sehingga festival tetap bisa dilakukan. Gubernur Zul berharap ke depan penyelenggaraan acara bisa semakin baik dari waktu ke waktu.

Festival Tambora menjadi event promosi yang terus menerus sehingga banyak orang datang.  Ia optimistis, hal itu bisa dilakukan.

“Kita kemas dengan cara yang lebih hebat. Kita akan guncangan dunia sekali lagi,” katanya.

Sementara itu, puncak Festival Pesona Tambora 2019 yang digelar di padang savana Doro Ncanga, padang savana di kaki Tambora, kemarin, berlangsung meriah. Dua tarian kolosal dipentaskan yakni Doro Mantika, juga Tambora dan Takdir Cinta memukau warga. Selain itu, aksi penyanyi jebolan Indonesia Idol Helena menambah semarak festival.

Tarian kolosal Doro Mantika bercerita tentang kekayaan flora dan fauna yang hidup di Gunung Tambora. Sementara Tambora dan Takdir Cinta mengisahkan tentang kisah cinta pada masa kerjaan di Tambora.

Sementara itu, dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Multikultur, Pemasaran Regional  I Kementerian Pariwisata Esti Eko Astuti mengatakan, Festival Pesona Tambora harus terus digelar secara rutin agar semakin dikenal banyak orang. Karena syarat menjadi event nasional harus digelar secara konsisten setiap tahun. Presiden Joko Widodo meminta Festival Tambora tetap dilaksanakan dengan melakukan perbaikan-perbaikan ke depan.

Festival Pesona Tambora sekarang sudah masuk dalam kalender event nasional. Satu di antara empat kalender event nasional di NTB. Ia meminta standar event nasional dipertahankan yakni  kteatif, komersial, komunikasi, komitmen, dan konsistensi.

Astuti menambahkan, dalam pengembangan destinasi Tambora, harus tetap ramah lingkungan. Penataan tidak boleh merusak alam. Misalnya tidak boleh lagi memakai kantong plastik agar kawasan ini tetap bersih.

Pengembangan destinasi juga harus tetap didukung tiga hal. Yakni aksesibilitas, atraksi dan amenitas atau fasilitas penunjang. “Tiga hal ini penting untuk pengembangan destinasi pariwisata,” katanya.

Ia menambahkan, Lombok saat ini berhasil menjadi destinasi wisata halal terbaik di Indonesia. Ia berharap itu tetap dijaga, penataan destinasi harus terus dilakukan agar kunjungan semakin meningkat.

Bupati Dompu Bambang M Yasin menambahkan, Festival Pesona Tambora akan  terus digelar untuk seterusnya. Ia  berharap format acara dan improvisasi dilakukan ke depan agar acara menjadi lebih baik.

Ia berterima kasih atas bantuan Kementerian Pariwisata yang terus mengawal kegiatan festival tahunan tersebut. Hal itu menguatkan berkomitmen mereka dalam mengembangkan pariwisata di Dompu.

Pengembangan destinasi di Doro Ncanga berbeda dengan destinasi lainnya. Di sana wisatawan tidak perlu menginap di hotel. Cukup membawa tenda dan mobil. Sementara pemerintah akan menyiapkan fasilitas air dan toilet.

“Tidak perlu ada bangunan di tempat ini (padang savana). Sebab, tidak banyak tempat seperti ini di dunia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal mengatakan, setelah lima tahun Festival Pesona Tambora digelar, kini sudah ada peningkatan tingkat kunjungan wisatawan, khususnya pendaki ke Gunung Tambora. Hal itu menunjukkan, festival yang digelar setiap tahun mulai menarik minat wisawatan datang ke sana.

“Dari mereka yang tadinya tidak tahu sekarang semakin akrab dengan Tambora sebagai salah satu destinasi untuk dikunjungi,” ujaranya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost