Lombok Post
Politika

2.813 Pemilih Masuk DPTb

PASCA PUTUSAN MK: KPU NTB bersama 10 KPU kabupaten/kota menetapkan jumlah pemilih tambahan yang mengurus pindah memilih pasca putusan MK, Jumat (12/4) lalu.

MATARAM-Setelah ada perpanjangan waktu untuk mengurus pindah memilih, KPU NTB menetapkan ada tambahan pemilih yang masuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pasca putusan MK sebanyak 2.813 orang.

          Untuk diketahui pengurusan pindah memilih diperpanjang hingga H-7 berdasarkan putusan MK. Pemilih yang bisa mengurus pindah memilih di masa perpanjangan ini hanya diperbolehkan pada empat kategori. Yakni tertimpa bencana, sakit, menjadi tahanan karena kasus pidana, dan menjalani tugas pekerjaan saat pemilu.

          ”Di 10 kabupaten/kota semuanya ada,” ujar Ketua KPU NTB Suhardi Soud, Sabtu (13/4) lalu.

          Suhardi menjelaskan pemilih tambahan pasca putusan MK yang terbanyak berasal dari kalangan pemilih yang bertugas saat pemilu. Jumlahnya mencapai 2.594 orang.

          Sedangkan pemilih yang pindah memilih karena menjadi tahanan sebanyak 190 orang. Pemilih yang menjalani perawatan karena sakit sebanyak 29 orang. ”Untuk kategori tertimpa bencana tidak ada,” katanya.

          Daerah yang paling banyak menyumbang pemilih tambahan setelah putusan MK ini adalah Mataram sebanyak 1.048 orang. Kemudian Sumbawa 560 orang, Lombok Timur 387 orang, Lombok Tengah 276 orang, Dompu 151 orang, Bima 141 orang, Kota Bima 75 orang, Lombok Barat 73 orang, Sumbawa Barat 71 orang, dan Lombok Utara 31 orang.

          Suhardi menambahkan sebelum ada putusan MK, KPU NTB juga sudah menetapkan DPTb sebanyak 11.411 pemilih masuk yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Sedangkan pemilih keluar sebanyak 13.162 orang.

          Dalam DPTb sebelum putusan MK, daerah yang menyumbangkan pemilih masuk adalah Mataram sebanyak 3.038 orang. Disusul Sumbawa 2.325 orang, dan Lombok Timur sebanyak 1.685 orang.

          Sementara daerah yang menyumbangkan pemilih keluar terbanyak adalah Lombok Timur sebanyak 2.855 orang, Lombok Tengah 2.242 orang, dan Mataram 1.842 orang. ”Selanjutnya hasil pleno terakhir ini kita akan serahkan ke KPU RI,” pungkasnya. (puj/r2)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost