Lombok Post
NASIONAL

Jangan Ada Hoax dan Kecurangan! SBY dan Ibu Ani Nyoblos di Singapura

SBY menggunakan hak pilihnya di National University Hospitals, Singapura, Minggu (14/4). Anung Anindhito for Jawa Pos

JAKARTA-Masa pemungutan suara bagi warga Indonesia yang ada di luar negeri masih berlangsung. Meski sebelumnya ada beberapa temuan dan isu yang menyita perhatian, namun secara keseluruhan berjalan lancar. Diharapkan, hingga proses Pemilu selesai, tidak ada lagi berita hoax dan kecurangan yang ditemukan.

Di Hongkong para pemilih merasa puas dengan kinerja PPLN. ”Pelayanan petugas baik banget. Ramah,” kata Reny Mei Ananingsih, WNI yang mencoblos di Tsim Sha Tsui, Hongkong.

Reny punya pengalaman berkesan. Waktu itu antrean mencoblos sangat panjang. Reny yang datang dengan anaknya yang masih kecil ikut antrean. Petugas PPLN lantas mempersilakan Reny langsung mencoblos. ”Saya dimasukkan jalur tamu undangan. Nggak perlu antre. Katanya, kasihan sama anak saya,” ujarnya.

Menurut petugas tersebut, ada instruksi dari petinggi KJRI untuk memprioritaskan ibu-ibu yang membawa anak kecil.

Lain lagi dengan skuad PSM Makassar yang sedang berada di Bacolod, Filipina, untuk melawan Kaya FC-ILOILO pada 17 April. Sebanyak 15 pemain plus ofisial tim tidak bisa menggunakan hak pilih. Media Officer Sulaiman Karim kepada Jawa Pos kemarin (14/4) mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mempersiapkan untuk mencoblos. Pemain dan ofisial tim sudah punya formulir A5 untuk mencoblos di luar negeri. Manajemen juga sudah berkoordinasi dengan KPU.

Kendati baru main pada 17 April, runner-up Liga 1 musim lalu itu sudah menuju Bacolod kemarin. Harapannya, mereka bisa ikut mencoblos karena coblosan di Filipina diadakan kemarin. “Kami transit dulu di Bali, lalu ke Manila sebelum menuju Bacolod. Di Manila ini satu-satunya kota tempat pencoblosan di Filipina,” ungkapnya.

Namun, waktu transit ternyata tidak panjang. Hanya 2–3 jam. PSM juga sudah menunggu perwakilan dari KBRI Filipina yang katanya akan membantu para pemain dan ofisial tim untuk mencoblos. “Ya, mau bagaimana, kami hanya transit soalnya,” paparnya.

PSM memang tiba di Manila sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Dua jam setelahnya, tim harus melanjutkan perjalanan menuju Kota Bacolod. “Tidak bisa keluar bandara, risiko. Dia meminta maaf kepada sejumlah pihak karena gagal mencoblos. Dia tak ingin PSM disebut tidak nasionalis. “Situasi yang membuat kami batal mencoblos. Seumpama kami stay di Manila mungkin bisa, tapi kan hanya transit,” paparnya.

Sementara di Taiwan, pemungutan suara Pemilu 2019 didominasi sistem pos. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Taiwan Sutarsis menuturkan bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ada 272.083 orang. Pemilu di Taiwan dengan menggunakan pencoblosan langsung berlangsung kemarin (14/4).

Sutarsis menuturkan jumlah WNI yang menyalurkan suaranya dengan model mencoblos langsung di TPS tidak terlalu banya. Tadi malam dia mengatakan bahwa WNI yang mencoblos di TPS sekitar 9.600 orang. Atau hanya sekitar 3,5 persen dari total DPT.

“Kalau estimasi saya, merujuk Pemilu 2014 yang terkirim via pos sekitar 70 persen,” katanya.

Sutarsis menuturkan pada Pemilu 2014 lalu WNI di Taiwan yang menggunakan hak suaranya dengan sistem pos mencapai 142.422 orang. Dari jumlah tersebut, surat suara yang kembali ke panitia dan dihitung hanya 40 ribuan atau sekitar 28 persen.

Secara umum Sutarsis mengatakan pencoblosan langsung di Taiwan berjalan lancar. Total jumlah TPS di seluruh negara berjuluk Naga Kecil Asia ada 34 titik. Daerah dengan populasi WNI terbesar ada di Taipei, Taoyuan, dan Kaohsiung.

Sutarsis mengatakan diantara persoalan dalam pelaksanaan pemilu di Taiwan adalah urusan pendataan. “Hampir merata kalau kasus tidak validnya DPT ini,” tuturnya.

Dia mengatakan saat mencoblos memerlukan waktu 30 menit untuk antre.

Kemudian saat di lokasi, Sutarsis mengalami kejadian ada tiga orang yang namanya masuk dalam DPT online. Kemudian ketiganya juga sudah dinyatakan resmi memiliki hak suara. Namun ternyata nama ketiganya tidak ada di printout absensi yang dipegang panitia pencoblosan.

Dia sempat membantu untuk mengecek secara online dan ternyata memang benar ada di DPT. Tetapi karena tidak ada di printout panitia, maka orang tersebut tidak bisa mencoblos.

Persoalan lainnya adalah adanya WNI yang sejatinya sudah tidak ada lagi di Taiwan. Tetapi mereka tetap terdaftar sebagai DPT di Taiwan. Bahkan ada yang masih mendapatkan kiriman surat suara melalui pos.

Yang paling spesial tentu di Singapura. Di sana, yang menyalurkan hak pilihnya ada mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono. Ibu Ani lebih dulu menggunakan hak pilihnya didampingi SBY di rumah sakit National University Hospital (NUH), Singapura.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, Ibu Ani menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Singapura mendatangi NUH, untuk membantu Ibu Ani menggunakan hak pilihnya. “Ibu Ani mencoblos di ruang perawatan,” kata Andi.

Dalam foto, terlihat bahwa Ibu Ani menggunakan hak pilih dalam bilik tertutup. Tak jauh darinya, tampak SBY mendampingi. Melalui akun twitternya, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengabarkan hal itu. “Ibu Ani yang sedang terbaring sakit mencoblos, mudah-mudahan yang sehat wal afiat mau ke TPS,” kata Hinca.

Setelah itu, sekitar pukul 16.00 waktu setempat, SBY menggunakan hak pilihnya. SBY ikut mengantre seperti pemilih lain dalam pemungutan suara yang berlangsung di KBRI Singapura, bertempat di 7 Chatsworth Road.

SBY yang mengenakan batik berwarna biru didampingi beberapa petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Singapura. SBY tampak sabar mengantre menunggu giliran untuk menuju ke area pencoblosan di TPS.

Setelah kegiatan selesai, SBY menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia di Singapura. SBY juga tampak sabar melayani permintaan warga yang turut hadir di KBRI untuk berfoto dan selfie di lokasi. Sekitar pukul 17.00, SBY meninggalkan KBRI.

Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Sementara itu, di Malaysia KPU telah mengambil sikap terkait temuan surat suara yang tercoblos di Selangor. Pemungutan suara di Kuala Lumpur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sementara, surat suara temuan itu tidak akan masuk hitungan. Hingga kemarin, belum ada kepastian apakah KPU bisa mengakses surat suara yang diklaim telah dicoblosi itu.

“Kami mengambil sikap melanjutkan pemungutan suara dan tidak menghitung yang ditemukan itu. Dianggap sampah saja yang ditemukan itu,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra saat ditemui di KPU kemarin (14/4).

KPU mendasarkan sikapnya pada dua hal. Pertama, hingga kemarin KPU belum juga mendapatkan akses terhadap surat suara yang diklaim bermasalah itu. Pihak Polisi Diraja Malaysia belum mengizinkan siapapun untuk mengaksesnya dengan alasan penyelidikan. Sehingga, belum bisa dipastikan apakah surat suara itu benar milik KPU atau bukan.

Ilham menyatakan, pihaknya juga tidak mengetahui bagaimana bisa ada surat suara di lokasi tersebut. Yang sudah bisa dipastikan adalah, gudang yang diklaim digerebek dan berisi surat suara itu bukanlah gudang yang disewa Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur. “Menurut PPLN, kita hanya menaruh gudang di KBRI dan sekolah Indoensia di Kuala Lumpur,” lanjutnya. Tidak ada tempat pennyimpanan lain di luar kedua lokasi itu

Atas dasar itulah KPU memutuskan untuk tidak menghitung surat suara, karena statusnya juga belum jelas. Bagaimana bila ada rekomendasi yang berbeda dari Bawaslu, Ilham menjawab diplomatis. “Ya kami pelajari terlebih dahulu bagaimana rekomnya,” ucap mantan Wakil ketua Komisi Independen Pemilihan itu.

Kemarin, pemungutuan suara di TPS-TPS di lima PPLN di Malaysia serentak dilaksanakan. Para pemilih hadir di TPS yang disediakan untuk menggunakan hak pilihnya. Sementara, pemungutan suara menggunakan metode kotak suara keliling dan pos sudah selesai dilaksanakan. “Pos itu kami terima sampai sebelum pemungutan suara 17 April,” jelas Ilham.

Surat suara Pos dikirim dari Kuala Lumpur kepada pemilih di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur. Termasuk di dalamnya Selangor. Kemudian, pemilih mencoblos surat suara itu dan mengirimnya kembali ke PO Box yang ditentukan di Kuala Lumpur. Selanjutnya PPLN Kuala Lumpur mengambil kiriman surat suara, menyortirnya, dan menyimpan di gudang KBRI serta Sekolah Indonesia Kuala Lumpur

Surat suara yang dikirim oleh pemilih disortir untuk dipisahkan antara Presiden dengan DPR. selanjutnya, dimasukkan kotak-kotak suara per 500 lembar. Saat lawatan ke Malaysia 12 April lalu, tutur Ilham, pihaknya mendapati masih ada 41 kardus pos berisi surat suara yang sedang dalam proses sortir oleh KPPSLN.

Sebagaimana diberitakan, beredar video temuan surat-surat suara dalam kantong plastik di sebuah bangunan di Selangor, Malaysia. Surat-surat suara itu disebut telah dicoblos untuk salah satu paslon presiden dan wakil presiden, serta caleg salah satu parpol. Panwaslu Kuala Lumpur menyatakan bahwa surat suara tersebut asli dan bertandatangan. (bay/byu/JPG/r3)

Berita Lainnya

Ada OPM di Balik Kerusuhan Papua

Redaksi LombokPost

Kelompok Agitator di Balik Kerusuhan

Redaksi LombokPost

Stop Diskriminasi Masyarakat Papua

Redaksi LombokPost

UAS Dilaporkan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

MotoGP Lombok Tak Akan Mundur

Redaksi LombokPost

Prajurit Asal NTB Gugur di Papua

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost

Peserta Safari Wukuf Diperkirakan Berkurang

Redaksi LombokPost

Megawati Pimpin PDIP untuk Kelima Kalinya

Redaksi LombokPost