Lombok Post
Giri Menang Headline

Seleksi Calon Sekda Lobar Digelar Juli

H Rachman Sahnan Putra

GIRI MENANG-Masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) HM Taufiq akan berakhir 31 Desember mendatang. Namun seleksi pejabat pengganti Taufiq rencananya akan dilaksanakan Juli-Agustus mendatang melalui Panitia Seleksi (Pansel). Sekda membeberkan sejumlah pejabat potensial menggantikan perannya.

“Semua potensial. Makanya tim pansel nanti adalah sekda lama dan unsur luar,” ujar Taufiq pekan lalu saat menghadiri acara di KPU Lobar.

Ia meminta semua pejabat menjalani proses seleksi calon Sekda Lobar. Taufiq mengimbau kepada semua kepala OPD yang memenuhi syarat minimal pernah menjabat di dua OPD bisa mendaftar jadi Sekda.

Menyusul, jabatannya sebagai akan berakhir sebagai Sekda 31 Desember mendatang. Namun proses pemilihan Sekda harus tuntas di Pansel sekitar Agustus. Agar tidak ada kekosongan jabatan saat karena dirinya pensiun 1 Januari 2020. “Jadwal kami Juli-Agustus itu sudah mulai proses. Sehingga 31 Agustus sudah ada penggantinya,” bebernya.

Dengan berakhirnya masa jabatan sekda tahun ini, sejumlah nama pejabat yang berpeluang menggantikannya pun bermunculan. Mulai dari para asisten hingga para kepala dinas dan OPD. Mulai dari nama Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi, Kepala Dinas Kesehatan H Rachman Sahnan Putra, Kepala Dinas Perkim Lobar Lalu Winenangan, Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan, Kepala Dinas PUPR Lobar I Made Arthadana, Asisten I Setda Lobar H Ilham, Asisten II Hj Lale Priyatni hingga beberapa pejabat lainnya.

Beberapa dari mereka nampak menunjukkan sinyal dirinya siap mengemban amanah tersebut. Namun ada juga yang masih malu-malu. Misalnya seperti Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi yang masih belum mau berkomentar banyak mengenai peluangnya menjadi Sekda. “Jangan saya komentari dulu kalau masalah yang itu,” ucapnya kepada Lombok Post, kemarin (14/4) lalu.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar Lalu Winengan mengaku dirinya mendukung siapapun yang maju mengikuti seleksi calon sekda nanti. “Kalau saya belum kita finalkan apakah nanti maju atau tidak. Kita tunggu arahan dari bupati. Kalau beliau suruh ikut ya kita ikut, kalau beliau tidak suruh ikut ya nggak usah kita ikut,” ujar Winengan Jumat (12/4) lalu.

Ia mengaku pengabdian di Lobar bisa dilakukan dimana saja. Tidak harus dengan menjabat sebagai sekda. Dirinya tidak terlalu berambisi menjadi orang nomor satu di birokrasi Pemda Lobar tersebut. Dirinya mengaku selama ini tetap berjuang membawa Lobar ke arah yang lebih baik. “Misalnya melobi ke pusat bagaimana agar bantuan bagi korban gempa di Lobar bisa cepat cair. Ya banyaklah yang bisa kita lakukan tanpa harus menjadi sekda,” terangnya.

Pejabat kepala OPD lainnya yang juga berpotensi mengemban jabatan sekda yakni Kepala Dinas Kesehatan Lobar H Rachman Sahnan Putra. Kepada Lombok Post mantan Camat Narmada dan Kepala BPBD Lobar ini mengaku semua rekan-rekannya yang memenuhi persyaratan punya potensi menjabat sekda.

“Siapapun itu dia harus punya komitmen memajukan Lobar. Ketika jadi Sekda orientasinya nanti adalah membangun Lobar dengan komitmen tinggi dengan merangkul semua komponen masyarakat,” jelasnya.

Terlepas pejabat tersebut nantinya adalah pejabat asli Lombok Barat atau tidak, ia mengaku itu bukanlah persoalan. Yang penting bagaimana mereka punya keinginan kuat membangun Gumi Patut Patuh Patju.

Namun aspek dengan kedekatan masyarakat juga tidak boleh dikesampingkan. Sehingga, jabatan sekda, menurutnya tidak cukup hanya dilihat dari hasil Pansel. Harus ada pertimbangan masukan dari masyarakat utuk pengangkatan jabatan tertinggi di birokrasi. Karena masyarakat Lobar juga nanti akan bersentuhan dengan pelayanan Sekda Lobar.

“Sehebat apapun seseorang menduduki jabatan, namun ketika masyarakat menolak, maka dia akan kesulitan dalam mengembangkan ide-idenya. Maka saya pikir selain hasil Pansel, penting juga mempertimbangkan masukan dari masyarakat,” paparnya.

Untuk Pansel sendiri, hal ini menurut Rachman sebenarnya bisa diwakili hasil job fit yang telah dilakukan Desember lalu. Karena dalam job fit itu juga banyak berkaitan dengan materi sekda. “Tapi itu kembali ke bupati. Apakah itu menggunakan job fit atau menggunakan Pansel. Itu kewenangan beliau. Masyarakat juga nanti bisa memberi masukan siapa yang memiliki komitmen dan kontribusi besar dengan membangun Lobar,” ungkap Rachman.

Tugas terpenting seorang Sekda baginya adalah mengintegrasikan antara OPD yang satu dengan yang lain. Agar daya ungkit sebuah program bisa jauh lebih besar. Sebagai contoh, dalam program pencegahan stunting. Ini tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja. Tetapi juga melibatkan DP3AKB untuk pencegahan pernikahan usia anak yang menjadi salah satu pemicu stunting. Termasuk melibakan dinas lain seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hingga yang lainnya. Jadi semua harus terintegrasi. Maka dibutuhkan seorang manajer yang bisa mengintegrasikan OPD ini,” urainya.

Sementara pejabat lain yang coba dikonfirmasi Lombok Post mulai dari Kadisperindag Lobar Agus Gunawan dan Asisten I Setda Lobar H Ilham serta beberapa pejabat lain belum bisa memberikan tanggapan terkait peluang mereka menjadi Sekda Lobar. (ton/r8)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PKS Klaim Raih Kursi di Semua Dapil

Redaksi LombokPost

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

Redaksi LombokPost

Ini Masukan TGH Muharar! Terkait Pergantian Sekda Lobar

Redaksi LombokPost

PSU Rentan Money Politic

Redaksi LombokPost

Kinerja Dewan Mengecewakan, Pembahasan Raperda Sangat Minim

Redaksi LombokPost

Telkomsel Optimalkan Jaringan di Lebih dari 1.400 Titik Penting

Redaksi Lombok Post

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

Redaksi LombokPost

Perbaikan Jalan Gunakan Dana Tak Terduga!

Redaksi LombokPost