Lombok Post
Praya

Bawaslu Menebar Ancaman

Abdul Hanan

PRAYA-Bawaslu Lombok Tengah mengeluarkan imbauan, sekaligus peringatan keras bagi siapa saja yang berani melakukan pelanggaran. ”Baik memberi dan atau menjanjikan, atau dalam bentuk lainnya,” ujar Ketua Bawaslu Loteng Abdul Hanan pada Lombok Post, kemarin (15/4) terkait kemungkinan adanya praktik politik uang.

Jika ditemukan, ancamnya diproses hukum. Itu tertuang dalam pasal 515, atau pasal 523 ayat 3 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017. ”Berlaku juga, bagi mereka yang memberi suara lebih dari satu kali. Itu tidak boleh,” tegas Hanan.

Dia juga mengingatkan, dilarang menggunakan kekerasan atau menghalang-halangi seseorang untuk memberikan hak suara. Dilarang juga mengilangkan hak pilih orang lain. ”Masih ada, beberapa larangan lain yang tertuang dalam Undang-undang yang dimaksud. Jadi, hati-hati saja, jangan nekat,” ancamnya lagi.

Pihaknya juga menyerukan, agar 3.316 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) bekerja keras. Termasuk, aparatur pemerintah desa/kelurahan diminta mengerahkan 100 persen kemampuan. Jangan lengah dan jangan takut melapor jika ada temuan. ”Begitu pula masyarakat pada umumnya,” sambung Ketua Divisi Pencegahan Bawaslu Loteng Usman Faesal. (dss/r9)

Berita Lainnya

Angkasa Pura Ingin Jadi Bagian Kesuksesan MotoGP

Redaksi LombokPost

Berwisata di Kolam Renang Matra Praya

Redaksi LombokPost

Jangan Merariq Kodek!

Redaksi LombokPost

Penerbangan Lombok-Perth Baik untuk Pariwisata

Redaksi LombokPost

Masalah Kawasan Prabu Bukan Hanya Tambang

Redaksi LombokPost

Diskominfo Lombok Tengah Data Ulang Jumlah Tower

Redaksi LombokPost

Tampil di JFC, Loteng Bertekad Memukau

Redaksi LombokPost

Target Pendapatan Daerah Rp 2,154 T

Redaksi LombokPost

Cerita H Najamudin, Penyiar Radio 90-an

Redaksi LombokPost