Lombok Post
Giri Menang

Bupati Pilih yang Rangking Satu untuk Calon Sekda

HM Taufiq

GIRI MENANG-Rencana Pansel Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) memang masih lama. Tepatnya Juli mendatang. Namun nama sejumlah pejabat yang potensial menduduki jabatan nomor satu di birokrasi ini sudah mulai ramai dibicarakan.

Bupati Lobar pun mulai buka suara terkait figur yang menurutnya akan dipilih mendampinginya menjalankan roda birokrasi di Pemkab Lobar.

“Nanti kan diusulkan tiga nama ke saya. Dari kebiasaan, maka saya pilih yang rangking satu. Meskipun boleh saya memilih salah satu di antara tiga yang diusulkan,” ujar Fauzan kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (15/4).

Bupati mengaku sampai sejauh ini tidak memiliki figure pejabat yang diprioritaskan untuk menjadi Sekda Lobar. Ia mempercayakan sepenuhnya kepada tim Pansel untuk melakukan proses seleksi. Ketua tim Pansel nantinya akan dimpimpin oleh Sekda lama yakni HM Taufiq bersama beberapa unsur dari luar.

Fauzan juga mengaku dirinya tidak memberikan keistimewaan khusus kepada pejabat yang berasal dari Lobar. Karena ia tetap mengacu pada Undang-undang bahwa Sekda boleh berasal dari mana saja di seluruh wilayah Indonesia.

“Boleh dari luar Lobar bahkan dari Papua. Kan ada juga warga Lombok yang jadi Sekda di luar daerah. Jadi saya mengacu ke undang-undang saja,” ucapnya.

Meskipun diakuinya memang tentu ada kedekatan psikologis antara pejabat yang memang berasal dari Lobar. Namun yang terpenting menurutnya adalah komitmen dan kinerja pejabat tersebut untuk membangun Lobar.

“Jadi saya mengacu kepada Undang-undang. Menyerahkan kepada tim pansel dan memilih nama yang menduduki rangking satu,” ujar dia.

Sementara Sekda Lobar HM Taufiq meminta semua pejabat atau calon harus memunculkan dirinya. Bagi siapa yang memenuhi syarat, ia mempersilakan untuk mendaftar. Karena proses Pansel ditegaskannya berlangsung terbuka.

“Siapa yang terbaik dialah yang menjadi Sekda. Nanti kami akan mempertimbangkan debat publik. Paling tidak kami meminta masukan dari ASN mungkin sampling untuk pertimbangan penerimaan ASN kepada calon Sekda tersebut,” ujarnya.

Taufiq menegaskan penggantian Sekda dalam birokrasi pemerintahan adalah hal yang normal. Meskipun ini akan menimbulkan persaingan karena jabatan Sekda adalah jabatan tertinggi di birokrasi.

“Tapi menjadi Sekda ini tidak sekadar pangkatnya tinggi atau senioritas. Tapi bagaimana hubungannya dengan dewan dan masyarakat. Karena jabatan Sekda ini kan semi politis,” pungkasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Kelelahan, Enam PPS Tumbang

Redaksi LombokPost

PKS Klaim Raih Kursi di Semua Dapil

Redaksi LombokPost

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

Redaksi LombokPost

Ini Masukan TGH Muharar! Terkait Pergantian Sekda Lobar

Redaksi LombokPost

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

Redaksi LombokPost

Perbaikan Jalan Gunakan Dana Tak Terduga!

Redaksi LombokPost

Gubernur: Jangan Ada Dendam Politik!

Redaksi LombokPost

Ketika Ibu Bupati Lobar Teteskan Air Mata Melihat Anaknya Dilantik

Redaksi LombokPost

Pulang Kerja, Satpam Meregang Nyawa

Redaksi LombokPost