Lombok Post
Kriminal

Edarkan Ekstasi, Susan Ditangkap Polisi

DITANGKAP: IRT Susan (pakai penutup kepala) ditangkap polisi karena kedapatan narkoba jenis ekstasi, Jumat (12/4).

MATARAM-Susan, ibu rumah tangga (IRT) penjual ekstasi, ditangkap Anggota Satresnarkoba Polres Mataram. Polisi mendapati lima butir pil dalam penngkapan yang dilakukan depan Pasar Kebon Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Susan mengaku saat itu memang hendak mengantar ekstasi. Pil memabukkan itu merupakan pesanan salah seorang pelanggannya. ”Mau antar ke Senggigi,” kata Susan.

Bisnis penjualan ekstasi sudah dilakoni perempuan yang beralamat di Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, selama lima tahun terakhir. Barang itu diperolehnya dari luar daerah. Dikirim menggunakan jasa ekspedisi.

”(Transaksi) biasa lewat telepon. Saya dihubungi terus diantar ke lokasi yang sudah ditentukan,” ujar dia.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, tim mendapat informasi jika pelaku sering melakukan transaksi narkoba. Selanjutnya, tim yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Kadek Adi Budi Astawa turun melakukan penyelidikan.

”Anggota melihat NMS (Susan) turun dari taksi. Sesuai dengan ciri-ciri target, petugas langsung menangkap pelaku,” terang Alam.

Ketika ditangkap anggota melakukan pemeriksaan badan serta barang yang dibawa Santi. Dan, ditemukan pil ekstasi yang disembunyikan di dalam tas warna hitam. ”Pelaku mengakui jika barang itu miliknya dan akan diserahkan kepada pemesan,” ungkap kapolres.

Alam membenarkan jika Susan telah lima tahun menjadi penjual sekaligus kurir ekstasi. Tetapi, tidak setiap hari dia rutin menjual. Dia hanya melayani selama ada orang yang memesan pil tersebut.

”Sasarannya itu di tempat wisata juga sama tempat hiburan,” tandas Alam.

Atas perbuatannya, Susan disangkakan dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun. (dit/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost