Lombok Post
Praya

Mobil Distribusi Logistik Pemilu Bergerak

DISTRIBUSI LOGISTIK: Truk-truk pengangkut logistik Pemilu di Lombok Tengah, saat bergerak mendistribusikan kebutuhan pemilu, kemarin (15/4).

PRAYA-Sedikitnya, lima desa dari 127 desa di Lombok Tengah, masuk kategori  terjauh dalam pendistribusian logistik pemilu. Kendati demikian, kasus daerah ini tidak seperti kabupaten tetangga, yang harus menyeberangi laut atau sungai. ”Jauh dalam artinya, jarak tempuh saja,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Loteng Ahmad Puad Fahrudin, usai melepas secara simbolis logistik pemilu di depan kantor bupati, kemarin (15/4).

Lima desa yang dimaksud yaitu, Desa Montong Ajan, Montong Sapah dan Batujangkih, di Kecamatan Praya Barat Daya. Kemudian, Setiling dan Lantan, di Kecamatan Batukliang Utara. ”Jarak tempuh antara 15-33 kilometer (km),” ujar Puad.

Dalam pendistribusian logistik tersebut, KPU melibatkan Kodim 1620/Loteng dan Polres Loteng. KPU menargetkan, Selasa hari ini seluruh logistik sudah ada di 139 desa/kelurahan, di 12 kecamatan di seluruh Loteng. Kemudian, dibawa ke 3.316 tempat pemungutan suara (TPS).

Untuk kotak suara sebanyak 16.580. Surat suara disesuaikan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 760.482 orang, ditambah surat suara cadangan.

”Pengalaman pemilu tahun 2014 lalu, ada enam desa yang kami atensi,” cetus Ketua Divisi Pencegahan Bawaslu Loteng Usman Faesal, terpisah.

Desa yang dimaksud adalah Desa Montong Ajan di Kecamatan Praya Barat Daya, Mekar Sari di Kecamatan Praya Barat, Braim di Kecamatan Praya Tengah. Selanjutnya Desa Pengembur di Kecamatan Pujut, Aik Berik di Kecamatan Batukliang Utara dan Beleke di Kecamatan Praya Timur.

Desa-desa bersangkutan, ditemukan politik uang, tidak netralnya penyelenggara pemilu dan aparatur pemerintah desa. Alhasil, Bawaslu mengeluarkan rekomendasi pencoblosan ulang. ”Yang dianggap rawan atau jauh, kita jaga ketat dan berlapis,” sambung Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto.

Kodim, tekannya sudah memerintahkan Koramil, hingga Babinsa untuk membantu kepolisian menjaga pemilu tetap aman dan damai. ”Tugas yang kita jalankan ini mulia, memilih pemimpin. Ini bagian dari jihad,” tegas Prastiwanto. (dss/r9)

Berita Lainnya

Nahas, 11 Penumpang Pikap Terjatuh, Dua Tewas

Redaksi LombokPost

Pemerintah Sosialisasi Pembangunan Jalan LIA-KEK

Redaksi LombokPost

Job Fair Sediakan 5.255 Lowongan

Redaksi LombokPost

Sarankan Pelatihan Singkat untuk Pekerja KEK Mandalika 2020

Redaksi LombokPost

Loteng Termasuk Pengirim TKI Illegal Terbesar

Redaksi LombokPost

Kemenag Loteng Bersiap Dirikan PLHUT

Redaksi LombokPost

Loteng Gelar Festival Kuliner Tempo Doeloe

Redaksi LombokPost

LIA Terus Berbenah, Tambah Kapasitas Parkir Pesawat

Redaksi LombokPost

Selama Ramadan Kota Praya Benderang

Redaksi LombokPost