Lombok Post
Kriminal

Pulau Surga, Pulau Narkoba, Cengkraman Narkoba di Tiga Gili

POLDA NTB UNTUK LOMBOK POST DITANGKAP: WNA asal Amerika Serikat berinisial CS (kanan) bersama MR ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana narkoba, Sabtu (30/3).

Geliat pariwisata di Tiga Gili, Lombok Utara mengundang kriminalitas. Trawangan, Indah, Meno, dijadikan ceruk pasar menggiurkan sindikat narkoba. Tingginya permintaan haram narkoba, tidak saja mengundang pelaku lokal. Warga asing pun terindikasi turut menikmati manisnya keuntungan penjualan narkoba.

== == == == ==

Lima pelaku kejahatan narkoba ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB medio Februari hingga Maret. Salah satu diantaranya adalah pria berinisial CS. Warga asing asal Amerika Serikat (AS).

CS ditangkap di salah satu penginapan, di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara (Lotara), akhir Maret lalu. Sejauh ini, CS menjadi satu-satunya WNA yang tertangkap di Gili Trawangan karena kasus narkoba.

Fakta tersebut memunculkan indikasi jika orang asing juga ikut berjualan narkoba. Apalagi, polisi mendapati barang bukti lebih dari satu kilogram ganja kering.

Tetapi, polisi tak ingin terburu-buru menarik kesimpulan tersebut. Indikasi CS sebagai pengedar masih didalami. Polisi baru menduga jika yang bersangkutan hanya sebagai penyalahguna. Ini berdasarkan barang bukti dua poket ganja seberat 10 gram, yang ditemukan dalam kantong celananya.

”Untuk saat ini kita sangka sebagai pengguna. Tapi, itu masih dugaan awal dan bisa berkembang lagi,” kata Dirresnarkoba Polda NTB AKBP Sudjarwoko.

Kesimpulan jika CS sebagai pengedar, apabila barang bukti berupa satu kilogram ganja di dalam plastik dan 200 gram ganja di dalam toples, menunjukkan hasil positif sebagai narkoba. ”Itu masih kita uji lab dulu. Kalau benar (narkoba), indikasinya mengedarkan. Kan, tidak mungkin barang sebanyak itu dipakai sendiri,” terang dia.

Selain ganja, polisi juga mendapati satu kotak magic mushroom serta timbangan elektrik. Barang bukti terakhir ini, kerap ditemukan polisi ketika menggerebek lokasi pengedar dan bandar narkoba.

Penyelidikan polisi menyebut, CS mendapatkan ganja dari seseorang di Gili Trawangan. Orang tersebut, kata Sudjarwoko, tidak dikenal pelaku. ”Di sana kan american style, asal baik saja bisa jadi kawan,” sebut dia.

Gili Trawangan, bersama Gili Air dan Gili Meno, menjadi salah satu destinasi ikonik di Lombok Utara. Wisatawan menyebutnya sebagai pulau surga. Bebas polusi dan bebas polisi.

Sejak lama, di Trawangan terkenal dengan party di tiap malamnya. Yang terkadang melibatkan juga unsur narkoba.

Sebutan pulau surga juga bukan semata karena keindahan alam di tiga gili tersebut. Ungkapan tersebut bergeser seiring dengan bebasnya penggunaan narkoba. Di sana, setiap transaksi narkoba kerap dilakukan terbuka.

Fenomena tersebut tentu jadi atensi kepolisian. Berkali-kali penindakan dilakukan aparat penegak hukum. Hanya saja, menangkap pelaku di Gili tidak semudah menindak pelaku di daratan Pulau Lombok.

Petugas harus memakai kapal atau perahu untuk menuju lokasi. Cara ini, dari informasi yang Lombok Post dapatkan, kerap bocor. Bahkan, sebelum petugas tiba di Gili. Pengedar dan bandar, menempatkan informan di sejumlah pintu masuk menuju Gili,  yang bisa memberitahu adanya pergerakan anggota kepolisian.

Namun, belakangan ini kinerja kepolisian cukup moncer. Beberapa pelaku yang memasok narkoba ke tiga Gili berhasil diringkus.

Dari Ditresnarkoba Polda NTB misalnya. Awal April ini, mereka menangkap pelaku berinisial MA. Polisi menangkap MA di simpang empat Selagalas, Jalan Ahmad Yani, Lingkungan Selagalas Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Ketika itu, MA hendak membawa 10 poket sabu menuju Gili Trawangan.

Setelah MA, jajaran Polres Mataram membekuk pemuda berinisial DS. Pelaku diduga kuat diduga kuat sebagai penyuplai narkoba jenis sabu dan ekstasi, di Gili Trawangan, Lombok Utara (Lotara) serta Senggigi, Lombok Barat (Lobar).

Polisi menemukan narkoba jenis sabu seberat 262,61 gram, terbagi ke dalam 62 poket berukuran sedang. Puluhan poket tersebut disembunyikan DS di pipa paralon diameter 2,5 inci dan panjang 40 centimeter.

Selain sabu, polisi mendapati juga ekstasi. Ada 60 butir ekstasi yang disimpan pelaku di tiga poket plastik bening. Seluruh barang bukti ditemukan petugas di rumahnya, BTN Panorama Alam, Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lobar.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama mengatakan, ikon pariwisata tentu menimbulkan permasalahan kriminal. Termasuk, maraknya peredaran narkoba di wilayah Gili Trawangan.

Untuk mengatasi itu, Purnama menyebut kepolisian tak bisa melakukan penindakan dan pencegahan sendiri. Perlu sinergi dengan pemerintah daerah hingga desa. ”Kita tidak bisa berdiri sendiri,” kata dia.

Kamtibmas bukan menjadi tanggung jawab Polri semata. Kata Purnama, diperlukan juga program dari desa atau lingkungan yang menjadi ujung tombak ketertiban di masyarakat.

”Apabila masyarakatnya peduli, tentu tidak akan terjadi masalah. Akan lebih bagus jika masyarakat juga ikut,” tandas dia.(wahidi akbar sirinawa/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost