Lombok Post
Headline Politika

Lembaga Survei Unggulkan Jokowi, Prabowo Klaim Kemenangan

JAKARTA–Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menyatakan bahwa perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Meski demikian, dua kubu sama-sama menunggu hasil penghitungan resmi yang dilakukan KPU.

                Menyampaikan pernyataan usai memantau hitung cepat, Jokowi memilih tak ingin mengumbar kemenangan. Dia lebih dulu mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, dan DKPP yang sudah bekerja dengan baik. “Sehingga pemilu berjalan dengan jujur dan adil,” terangnya setelah nonton bareng hasil hitung cepat di Jakarta Theater kemarin (17/3). Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga coblosan berjalan lancar.

                Capres incumbent itu mengatakan, jika melihat quick count dan exit poll, hasil pilpres sudah bisa diketahui. Namun, dia akan tetap menunggu perhitungan resmi dari KPU. “Kami akan bersabar menunggu,” ujar ayah tiga anak itu. Jokowi mengajak rakyat Indonesia kembali menjalin kerukunan dan persaudaraan setelah melewati pemilu yang menegangkan dan menguras energi.

                Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Erick Thohir menambahkan, pemilu sudah dilaksanakan dengan jujur, adil, dan transparan. Menurut dia, tidak ada intervensi dalam penyelenggaraan pemilu. “Saya rasa ini adalah sebuah pesta untuk kita semua,” terang dia.

                Jika melihat hitung cepat dan exit poll, kata dia, paslon 01 sudah jelas menang. Tentu pihaknya akan mengawal suara sampai penghitungan resmi dilakukan KPU. Tanda-tanda kemenangan itu sudah terlihat saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada 13 April lalu. Yaitu, ketika rakyat berbondong-bondong ke GBK. Dia tidak pernah melihat kampanye sebesar itu. Hal itu membuktikan bahwa rakyat mendukung Jokowi.

                Setelah ini pihaknya akan melakukan konsolidasi untuk merajut persatuan dan kesatuan. Rakyat Indonesia tidak boleh terus menerus terpecah gara-gara pemilu. “Harus segera dilakukan konsolidasi,” terang bos Mahaka Group itu. Setelah pemilu, hari ini Jokowi langsung menggelar rapat terbatas. Jadi, mantan wali kota Solo itu tidak mau berleha-leha.

                Abdul Kadir Karding, wakil ketua TKN Jokowi – Ma’ruf menegaskan, pihaknya akan mengawal perolehan suara paslon petahana. Sudah jelas, kata dia, Jokowi – Ma’ruf menang, sehingga suaranya harus dijaga. Mayoritas lembaga survei mengunggulkan paslon 01 pada pemilu kali ini. Rata-rata suara Jokowi – Ma’ruf berada di angka 55 persen lebih.

                Politikus PKB itu mengatakan, selisih suara dengan penantang Prabowo – Sandi sekitar 10 persen. Angka itu tidak kecil. Menurut dia, 10 persen itu juga dihitung suara mencapai 19 juta. “Angka itu cukup besar,” ungkap dia.

                Terkait klaim paslon 02 yang menyatakan unggul dari paslon 01, Karding mengatakan, sejak awal BPN selalu main klaim. Pihaknya tidak terlalu serius menanggapinya. “Biarkan saja. Kita nikmati saja,” terangnya. Yang jelas Jokowi – Ma’ruf menang. Walaupun demikian, pihaknya tidak akan menunjukkan euforia berlebihan.

                Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sepakat dengan apa yang disampaikan Jokowi. Dia juga akan menunggu hasil resmi dari KPU. Ia sudah mengeluarkan instruksi harian yang meminta agar tidak ada yang mengeluarkan hasil yang belum fixed. “Kecuali apa yang dikeluarkan KPU,” terang dia saat konferensi pers di kediamannya di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

                Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo yang telah menginstruksikan para pendukungnya untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi. “Jadi itulah demokrasi Indonesia,” papar dia. “Kita boleh berbeda, tapi kita tetap merupakan warga bangsa,” tambah Mega.

                Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung 01. Dia berharap, hasil yang disampaikan KPU nanti sama dengan hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi – Ma’ruf. “Sehingga Pak Jokowi bisa meneruskan tugasnya sebagai presiden,” tuturnya.

                Terpisah, calon presiden Prabowo Subianto memberikan respon yang berbeda atas hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei. Dia tetap merasa sebagai pemenang pilpres.

                Sekitar pukul 16.50 WIB, Prabowo yang memantau hasil hitung cepat dari kediaman di Kertanegara, akhirnya keluar menyapa simpatisan dan pendukungnya. Bersama sejumlah pengurus partai koalisi, Prabowo menyampaikan pandangannya terkait proses pemungutan suara yang sudah berjalan sampai sore.

                “Kita prihatin, dari tadi malam banyak kejadian yang merugikan pendukung 02. Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak pendukung kita tidak dapat undangan, dan sebagainya. Belum lagi yang ditemukan surat suara dicoblos 01,” kata Prabowo. Dia menyampaikan pernyataan tanpa didampingi Sandi, yang tengah memantau proses rekapitulasi suara di lokasi lain.

                Menurut Prabowo, hasil penghitungan internal yang dilakukan koalisinya justru memenangkan dirinya. Prabowo menyebut, hasil exit poll menunjukkan dirinya bersama Sandi menang 55 persen. Sedangkan hasil hitung cepat menunjukkan pasangan 02 menang 52 persen. “Saya tegaskan di sini, ada upaya dari berbagai survei tertentu untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah,” kata Prabowo.

                Karena itu, Prabowo meminta kepada para pendukung, relawan, dan saksi untuk mengawal proses penghitungan suara. Ia meminta para pendukungnya menjaga TPS-TPS. Ia juga memerintahkan pendukung tidak melakukan tindakan anarkistis yang justru merugikan pasangan 02. “Saudara sekalian jangan terpancing, awasi TPS, amankan C1 dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya imbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk tidak lakukan tindakan anarkis,” ujarnya.

                Prabowo menilai ada upaya-upaya dari lembaga hitung cepat melakukan upaya kebohongan. Di satu sisi, lembaga-lembaga survei itu memenangkan Jokowi-Maruf, di sisi lain, ada hasil hitung cepat internal yang memenangkan Prabowo-Sandi.

                “Kami minta tetap kawal kotak suara karena itu adalah kunci kemenangan kita agar kebohongan yang dilakukan bisa dilawan. Saya tegaskan supaya tidak terprovokasi dan menghindari seluruh tindakan berlebihan, di luar hukum, dan kekerasan apa pun. Silakan jaga TPS,” katanya.

Prabowo Sujud Syukur

Malam hari sekitar pukul 20.30 WIB, Prabowo kembali menyampaikan pernyataan politik. Lagi-lagi, Prabowo tidak didampingi Sandiaga Uno, yang juga tidak terlihat saat Prabowo menyampaikan pernyataan politik pada sore.

                Kali ini, Prabowo menyampaikan perkembangan terbaru rekapitulasi yang dilakukan internal koalisi Adil Makmur. Prabowo menyebut, sudah dilakukan rekapitulasi di sebanyak 320 ribu TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

                “Hasil real count, kita di posisi 62 persen, dari 320 ribu TPS,” kata Prabowo, disambut sorak sorai simpatisan dan pendukung yang hadir.

                Menurut Prabowo, angka tersebut merupakan rekapitulasi suara per malam kemarin. Jika ada penurunan atau penambahan persentase, angka perubahannya tidak bergeser di kisaran satu persen. “Ini diyakinkan ahli-ahli statistik tidak berubah banyak,” klaim Prabowo.

                Prabowo meyakini bahwa hasil itu menunjukkan kemenangan dirinya bersama Sandi. Dirinya meminta agar para simpatisan dan pendukung tidak terpancing untuk melakukan tindakan anarkis ataupun melawan hukum.

                “Kita tidak akan gunakan cara-cata melawan hukum, karena kita sudah menang. Ini kemenangan rakyat Indonesia. Saya akan jadi Presiden seluruh rakyat Indonesia. Saya dan akan sudah menjadi presiden seluruh rakyat Indonesia,” seru Prabowo.

                Prabowo kembali meminta agar para simpatisan, relawan dan saksi untuk tetap mengawal perolehan suara. Prabowo meminta semua simpatisan pendukung untuk mengawal perolehan suara dari bawah hingga ke pusat. “Kalau pagi tadi kita jaga TPS, mulai sekarang kita jaga TPS,” tegasnya.

                Pernyataan politik Prabowo Subianto iti nyaris tidak didampingi sejumlah pimpinan partai koalisi. Mayoritas yang terlihat hanya pengurus Partai Gerindra Beberapa pimpinan koalisi yang terlihat adalah Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno, Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syaried Hasan dan Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

                Tak terlihat nama-nama seperti Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono, maupun Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Presiden PKS Sohibul Iman sempat terlihat pada sore, namun sudah meninggalkan kediaman Prabowo sekitar pukul 19.00 WIB.

                Hal yang patut menjadi tanda tanya besar adalah tidak adanya Sandi dalam dua pernyataan politik Prabowo. Awalnya disebut bahwa Sandi sedang berada di luar, namun Sandi disebut masih berada di dalam kediaman Prabowo.

“Pak Sandi sedang di rumah, merumuskan pernyataan,” kata Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi. Sandi dijadwalkan memberi pernyataan pada sore, sekitar setengah jam usai pernyataan politik Prabowo. Namun, hingga pukul 21.30, Sandi tetap tidak terlihat. (lum/bay/oni/JPG/r6)

Berita Lainnya

Bank Mandiri Serahkan CSR ke Tiga Sekolah di Loteng

Isyarat Wartiah untuk Muzihir

Pamor Mohan Bikin Gentar

Delapan Perkara Menanti KPU NTB di MK

Redaksi LombokPost

Menengok Garuda Emas NTB Usai Kabar Penangkapan

Redaksi LombokPost

22 Mei, NTB Kondusif!

Evi Buka Rahasia Foto Cantiknya

Laporan Farouk Kedaluarsa

BN KMA: Ini Kemenangan Rakyat!