Lombok Post
Catatan Redaksi

Suara Dua Caleg Dinyatakan TMS

GIRI MENANG-Pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan hingga kemarin (21/4) masih berlangsung. Pleno diprediksi masih akan berlangsung alot akibat banyaknya penghitungan suara belum direkap dari sejumlah TPS yang ada di sejumlah desa.

“Yang kemungkinan bisa selesai hari ini (kemarin, Red) pleno di Kecamatan Lembar. Kalau Kecamatan Gerung dan beberapa kecamatan lain kemungkinan Senin besok (hari ini, Red),” ujar Koordinator Divisi Penyelenggara Teknis KPU Lobar Saeful Huda.

Itu pun masih perkiraan. Karena saat ini semua petugas PPK masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan di semua TPS wilayah masing-masing. Rekapituasi bahkan dilakukan hingga malam hari. Mengingat, dalam proses rekapitulasi banyak kendala yang dihadapi petugas. Mulai dari ketidaksesuaian perolehan suara antara di form C1 dengan C1 Plano hingga kendala lainnya.

Itu diduga akibat kesalahan teknis yang dilakukan petugas PPS. Mengingat proses rekapitulasi di tingkat TPS dilakukan hingga tengah malam. Sementara proses rekapituasi di tingkat kecamatan, untuk setiap TPS membutuhkan waktu sekitar 30 menit lebih. Padahal, di setiap kecamatan, terdapat ratusan TPS yang harus diplenokan. Misalnya di Kecamatan Sekotong, jumlah TPS di wilayah ini mencapai 225 TPS. Begitu juga dengan Kecamatan Gerung, Labuapi, Kediri hingga yang lainnya. Jumah TPS mencapai ratusan. Ini yang membuat proses rekapituasi berjakan cukup alot.

Dalam proses rekapitulasi, Saeful juga membeberkan perolehan suara dua Caleg yang terdaftar di DPRD Provinsi NTB dan DPR RI dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat. Keduanya yakni Agus Kamarwan yang maju dari Partai Berkarya di Dapil Lombok Barat-KLU dan TGH Taqiudin yang maju di DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat sesuai rekomendasi Bawaslu NTB kepada KPU NTB. Itu sudah ada edarannya dan telah kami teruskan ke masing-masing TPS,” jelas Saeful.

Perolehan suara Agus Kamarwan dinyatakan TMS terkait kasus pelanggaran yang dilakukan. Kaitannya dengan adanya kontrak politik yang telah dilakukan. Sehingga, jika ada pemilih yang mencoblos nama Caleg ini, maka itu akan terhitung sebagai suara partai.

“Kalau ada yang memilih dia (Agus Kamarwan, Red) suaranya lari ke partai. Termasuk dengan TGH Taqiudin karena beliau sudah meninggal. Ketika ada yang mencoblos namanya, maka suaranya masuk ke partai,” lanjut Saeful Huda.

Senada dengan itu, Koordinator Divisi SDM dan Sosialisasi Bawaslu Lobar Ma’rifatullah membenarkan perolehan dua nama Caleg dinyatakan TMS. Itu sesuai dengan keputusan dari Bawaslu NTB bersama KPU NTB terkait kasus kontrak politik yang dilakukan oleh Agus Kamarwan. “Ya memang untuk perolehan suara Caleg tersebut akan dialihkan ke partai. Sama dengan Caleg yang sudah masuk DPT tetapi meninggal dunia. Itu akan masuk ke suara partai,” terang Ma’rif, sapaannya.

Sejauh ini, Ma’rif mengaku pengawasan terus dilakukan pihaknya. Mengantisipasi adanya pelanggaran atau kecurangan pleno rekapitulasi penghutungan suara di tingkat PPK. “Hari ini saya mengawasi di Labuapi. Kami bagi tim untuk bisa mengawasi di semua kecamatan,” tandasnya. (ton/r8)

Berita Lainnya

Aprilia Andriana, Petugas PPS yang Melahirkan karena Kelelahan Bekerja

Redaksi LombokPost

PKL Semrawut Rusak Estetika Kota

Redaksi LombokPost

Bantu Bersih-bersih Pantai

Redaksi LombokPost

Tim Muay Thai NTB Masuk Zona Neraka Pra-PON

Redaksi LombokPost

Kecamatan Pemenang Prioritaskan Program Berbasis Mitigasi Bencana

Redaksi LombokPost

Jayakarta, Hotel Tepat Untuk Momen Kasih Sayang

Redaksi LombokPost

Masuk Tahun ke-20, Penghasilan Tertingginya Rp 1 Juta Sebulan

Redaksi LombokPost

NTB Harus Lebih Kreatif Kembangkan Produk Wisata Halal

Redaksi LombokPost

Awas, Garong Masuk Kampus!

Redaksi LombokPost