Lombok Post
Metropolis

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Baca: Masyarakat Masih Lebih Senang Bertransaksi Tunai

MATARAM-Kebutuhan uang selama Ramadan diprediksi meningkat. Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang di NTB selama bulan suci akan tembus Rp 2,9 triliun. Meningkat dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya Rp 2,6 triliun.

Meningkatnya kebutuhan uang tersebut disebabkan kebutuhan warga selama Ramadan naik. Mulai dari sembako, kue-kue, pakaian, tranportasi, hingga kebutuhan untuk membeli zakat dan sedekah meningkat signifikan. Meningkatkannya transaksi itu menyebabkan kebutuhan uang cash cukup tinggi.

”Pas Ramadan kebutuhan-kebutuhan naik,” kata Kepala Kantor BI NTB Achris Sarwani, kemarin (22/4).

Dia menyebutkan, selama Ramadan hingga Idul Fitri, masyarakat lebih suka bertransaksi mengunakan uang tunai. Saat belanja di pasar, warga lebih senang bertransaksi menggunakan uang tunai. Juga saat Lebaran, trandisi bagi-bagi uang ke sanak saudara membuat kebutuhan uang tunai jadi tinggi.

Bila dibagi per wilayah, BI memperkirakan, kebutuhan uang di Pulau Lombok saja Rp 1,8 triliun. Kemudian di Bima, Kota Bima dan Dompu sekitar Rp 415 miliar, sementara Sumbawa dan Sumbawa Barat (KSB) Rp 390 miliar.

Menyikapi kebutuhan yang tinggi, BI dan bank-bank lain sudah siap memenuhi kebutuhan itu. Sebab, setiap tahun isu kebutuhan uang cash dan inflasi merupakan dua persoalan pokok yang dihadapi. Khusus untuk inflasi mereka akan berupaya melakukan pengendalian.

”Sebab selama Ramadan ini, tekanan harga telur, daging, beras akan tinggi,” ujarnya.

Tepisah, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, pihaknya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan berusaha agar harga-harga tidak naik terlalu naik. Mereka akan menggelar pasar murah dan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok terpenuhi.

”Pemerintah akan berupaya supaya inflasi tidak terlalu tinggi,” katanya. (ili/r6)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi