Lombok Post
Giri Menang

Satu Peserta Menikah Jelang Ujian

FOKUS: Sejumlah siswa SMPN 4 Gerung saat mengikuti UNBK hari pertama kemarin

GIRI MENANG-Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMP di wilayah Lombok Barat (Lobar) hari pertama kemarin (22/4) berjalan lancar. Pelaksanaan UNBK tahun ini jauh lebih siap dibanding tahun sebelumnya.

Seperti yang terlaksana di SMPN 4 Gerung. Sayangnya, Kepala SMPN 4 Gerung Rohanah membeberkan satu siswa yang sudah masuk Daftar Nominasi Tetap (DNT) gagal mengikuti UNBK tahun ini lantaran menikah jelang UN.

“Ada satu anak yang begitu masuk namanya di DNT dia menikah,” beber Rohanah kepada Lombok Post kemarin (22/4).

Pihak sekolah pun langsung berupaya menghubungi pihak keluarga. Agar siswi asal Desa Beleka yang menikah dengan pelajar SMA asal Sekotong tersebut diizinkan mengikuti Ujian Nasional. Sayangnya pihak keluarga tidak memberikan izin.

“Karena siswa itu memang tinggal bersama neneknya. Keluarga khawatir kalau anak itu tetap sekolah berdampak pada hubungan rumah tangganya,” ungkap Rohanah.

Akhirnya pihak sekolah hanya bisa menyarankan agar siswi tersebut bisa mengikuti Paket A atau melanjutkan di SMP terbuka. Untuk menyelamatkan nasib pendidikannya. “Tapi memang sejak awal dia tidak ikut mulai dari PRA UN, Ujian praktek, maupun USBN,” sambung Rohanah.

Sementara untuk siswa yang kemarin mengikuti UNBK, Rohanah mengaku semua berjalan lancar. Tahun ini ada 195 siswa yang mengikuti UNBK di SMPN 4 Gerung. Ini merupakan kali ketiga sekolah ini menggelar UNBK. “Untuk pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan lancar. Tidak ada kendala secara teknis,” terang Rohanah.

Pantauan Lombok Post, siswa terlihat fokus mengerjakan soal UNBK di ruang komputer. Sesuai jadwal pelaksanaan UNBK akan berlangsung sejak Senin kemarin sampai Kamis mendatang. Pihak sekolah sudah menyiapkan siswa dengan pengayaan, simulasi hingga try out. Sehingga siswa diyakini benar-benar siap menghadapi UNBK.

“Untuk teknis kami juga menyiapkan server menggunakan UPS untuk mencegah tiba-tiba terjadinya mati listrik. Alhamdulillah ada 74 perangkat komputer yang tersedia bantuan dari Pemda Lobar dan Pemerintah pusat,” jelasnya.

Ketua Komite SMPN 4 Gerung H Muslihat mewakili para wali murid mengapresiasi pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut. Ia menilai pelaksanaan UNBK sangat memuaskan dan bisa memberikan dampak yang lebih baik kepada para siswa.

“Dulu kita sempat ragu apakah anak-anak bisa menghadapi ujian menggunakan komputer. Tapi kami melihat perkembangannya sekarang sangat baik. Anak-anak lebih nyaman dan terlihat lebih terlatih,” ucapnya.

Sehingga ia mengaku sangat berterima kasih dengan pihak sekolah yang konsisten melaksanakan UNBK. Namun ia berharap ke depan pelaksanaan UNBK di SMPN 4 Gerung maupun di sekolah lain tidak berlangsung lama. Dalam artian tidak menggunakan sesi yang terlalu banyak.

“Karena saat ini dibagi jadi tiga sesi. Jadi ada siswa yang UN sampai siang atau sore. Ke depan kita harap semuanya bisa UNBK pagi. Ya caranya dengan tambah perangkat komputernya,” harapnya.

Karena jika ujian digelar siang hingga sore, khawatirnya itu akan berpengaruh pada psikologis siswa saat mengerjakan soal ujian. (ton/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost