Lombok Post
Kriminal

Status Siaga Satu Dicabut

SIAP SIAGA: Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengecek kondisi pengawalan pemilu di Halaman Sangkareang Mataram, dua pekan lalu.

MATARAM- Beberapa cari sebelum pencoblosan Polda NTB telah menetapkan status  siaga satu. Mereka menerjunkan 4.661 personil untuk mengamankan 15.988 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Bumi Gora.

Namun demikian menyusul berakhirnya proses pemungutan suara status tersebut kini telah dicabut.  “Kita cabut status siaga satu pekan lalu,” kata Purnama, kemarin (22/4).

Beberapa pasukan yang bertugas sudah ditarik kembali. Dia memastikan, penarikan pasukan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengamanan. ”Tak semua ditarik. Disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” ujarnya.

Meski status siaga satu dicabut, pengamanan Pemilu 2019  tetap berlangsung. Pasukan tambahan dari Polres jajaran masih disiagakan. ”Pada prinsipnya anggota tetap siaga dan waspada terhadap potensi gangguan keamanan,” jelasnya.

Mengingat, saat ini masih dilakukan rekapitulasi dan perhitungan suara hasil pemilu. Kerawanan dan keributan harus tetap diantisipasi. ”Kita harus tetap siaga,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini pasukan pengamanan masih tersebar untuk mengamankan proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. ”Sebanyak 771 personil bergeser untuk memperkuat Polda. Ditambah, 266 masih membantu Polres,” bebernya.

Pasukan Sabhara dan Brimob juga masih disiagakan. Dua satuan itu baru digerakkan ketika pada kondisi kerawanan keamanan tertentu.

Purnama mengimbau, agar peserta Pemilu 2019 maupun masyarakat menahan diri dari unjuk kemenangan. Hasil hitung cepat yang sudah dipublikasikan lembaga survei cukup menjadi referensi tetapi bukan legitimasi. “Mari sama-sama ikuti dan pedomani sesuai dengan aturan dan tahapan yang ada,” tutupnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost