Lombok Post
Giri Menang Headline

Tetaplah Akur Zaitun! Fauzan Fokus Bangun Industri, Sumiatun Janji Kembangkan Pariwisata

Bupati Lobar H Fauzan Khalid saat bersama Hj Sumiatun beberapa waktu lalu.

GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat (Lobar) dan Wakil Bupati Lobar terpilih Hj Sumiatun akan dilantik hari ini di Hotel Lombok Raya. Pasangan yang memiliki jargon Sopoq Angen (satu hati) ini akan memimpin Lobar selama lima tahun ke depan. Bisa kah mereka tetap akur alias satu hati hingga masa jabatnnya berakhir?

Wartawan Lombok Post berkesempatan melakukan wawancara dengan Bupati Fauzan Khalid dan Wakil Bupati Hj Sumiatun terkait keinginan mereka berdua membawa kemajuan bagi Lobar.

Bupati H Fauzan Khalid

Ini merupakan periode kedua Fauzan memimpin Lobar. Tak bisa dipungkiri banyak hal yang telah dilakukan mantan Ketua KPU NTB ini untuk membangun Lobar selama periode kepemimpinannya. Meskipun tentu masih banyak kekurangan. Sehingga, di periode keduanya ini, Fauzan ingin menyempurnakan dan melengkapi apa yang sudah dilakukannya di periode sebelumnya.

“Cita-cita besar saya Lombok Barat ini sudah mantap. Dari sisi infrastrukturnya maupun SDM-nya,” ungkap Fauzan.

Dipaparkan Fauzan, Lobar sejauh ini masih mengandalkan sektor pariwisata sebagai penopang perekonomian. Sehingga ia memiliki keinginan kebutuhan pariwisata minimal 60 persen dipenuhi produk lokal. Mulai dari makanan, barang ataupun jasa lainnya.

“Makanya jangan terkejut 2019 ini banyak anggaran untuk IKM dan UKM. Gula aren ke depan akan lebih banyak turunan produknya. Tidak hanya gula semut,” terang Fauzan.

Lobar menurutnya punya potensi besar menjadi daerah industri berskala kecil menengah. Misalnya seperti industri roti, daging, madu, telur, hasil kerajinan hingga buah-buahan. Terbukti banyaknya produk Lobar yang saat ini sudah menembus pasar di beberapa daerah. Tidak hanya Lobar tetapi Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur hingga beberapa daerah di luar Pulau Lombok.

Ini yang kemudian membuat Bupati Lobar menginisiasi di tahun 2019 membentuk pilot project. Fauzan ingin mengembangkan peternakan ayam petelur untuk memenuhi kebutuhan telur yang cukup besar di Lobar. Dimana, selama ini kebutuhan ini justru banyak di pasok dari daerah luar. “Kami akan siapkan lebih banyak (anggaran) membantu kelompok peternak. Itu akan dipusatkan. Agar mudah pengawalannya dan pengawasannya. InsyaAllah di tahun 2019 itu akan dibangun di dua lokasi,” jelasnya.

Tidak hanya ayam petelur, Pemda Lobar ditegaskannya juga akan mengembangkan produksi jamur tiram, penggemukan hewan ternak sapi hingga pengembangan buah melon. Begitu juga dengan industri Madu Trigona yang ada di Desa Bengkaung hingga kerajinan bambu dan ketak semua akan mendapatkan dukungan.

“Kami ingin menghidupkan industri kecil dan rumahan untuk memasok kebutuhan pariwisata,” kata dia.

Pemda Lobar juga sudah membuat regulasi agar produk industri rumah tangga bisa masuk ke pasar modern melalui Dinas Perindag. Sehingga ia mendorong desa untuk kreatif menemukan sesuatu yang baru. Misalnya di bagian utara seperti Narmada-Lingsar. Fauzan melihat daerah ini memiliki  potensi besar selain di sektor parwisata juga untuk pengembangan perikanan air tawar.

Sehingga ia ingin potensi ini ditangkap oleh BUMDes yang juga nantinya akan mendorong geliat IKM Masyarakat. “Saya ingin di Lobar itu masyarakatnya bisa berproduksi,” jelasnya.

Hasil produksi ini nantinya akan diserap oleh kebutuhan sektor pariwisata. Dua sektor ini diyakininya akan berjalan beriringan sehingga membuat perekonomian masyarakat hidup. Berdampak pada kesejahteraan dan pembangunan yang bisa akselerasi untuk lebih baik lagi.

Kemudian ia juga memiliki tekad agar tahun 2024 Lobar bebas stuntunting. Keinginan ini sudah mulai terelaisasi dengan menurunnya angka stunting di Lobar jauh di bawah nasional. Angka stunting yang semula 32 persen di tahun 2016 turun menjadi 28 persen di tahun 2018. Ini berada di bawah nasional yang mencapai 30 persen lebih.

Untuk mewujudkan Lobar bebas stunting, penguatan di posyandu dan sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak juga terus digencarkan. Termasuk mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga tahun ini akan dibangun satu puskesmas baru di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari. Ditambah dengan peningkatan status Puskesmas Perawatan di Pelangan dan Kediri.

Tahun 2019 ini Fauzan juga berjanji akan memenuhi beberapa janji kampanye yang telah ia sampaikan ke masyarakat. Misalnya untuk membentuk UPT pelayanan Adminduk di tiga titik. Gunungsari-Batulayar, Narmada-Lingsar, dan Lembar-Sekotong.

Ini menjawab keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan mengurus dokumen pendudukan. Akibat jarak Kantor Dinas Dukcapil Lobar yang jauh dari tempat tinggal mereka.

Selain UPT Dinas Dukcapil, Fauzan juga tahun ini akan membangun UPT Pemadam Kebakaran di tiga titik tersebut. “Tidak bisa kita bayangkan kalau di Sekotong Kebakaran. Mobil pemadam datang dari Gerung membutuhkan waktu yang cukup lama. Maka perlu ada UPT,” tegasnya.

Untuk menjalankan roda kepemimpinan lima tahun ke depan, Fauzan menegaskan dirinya memegang tiga prinsip. Tiga prinsip tersebut adalah Amanah, sejahtera dan berprestasi. Sehingga ia menjanjikan usai pelantikan akan lebih banyak melakukan perbaikan ke dalam. Memperkuat sistem untuk menutup ruang bagi pejabat menyalahgunakan wewenang mereka untuk korupsi. Disamping penguatan atau peningkatan aspek palayanan ke masyarakat.

 

Wakil Bupati Lobar Hj Sumiatun

Kepada Lombok Post, Hj Sumiatun kemarin (22/4) memberikan pemaparan tentang visi misinya membangun Lobar ke depan bersama Bupati Fauzan Khalid. Ia mengaku meminta dukungan dari masyarakat untuk mengawal komitmen dirinya dan Fauzan saat masa kampanye menjelang Pilkada 2018 lalu.

“Saya mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT, sudah akan dilantik besok (hari ini, Red). Saya juga berterima kasih kepada masyarakat saya kepada Lombok barat yang telah mendukung kami menjadi bupati dan wakil bupati,” bukanya.

Secara khusus, Sumiatun menegaskan misinya hanya satu. Membuat Lombok Barat lebih baik dari sebelumnya. “Saya ingin melihat masyarakat Lobar menjadi cerdas dan pintar,” lanjutnya.

Karena dengan masyarakat yang cerdas, maka ia percaya Lobar akan maju dengan sendirinya. Tinggal didukung dengan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah. Baik pembangunan di wilayah utara maupun wilayah Selatan seperti Sekotong yang memang menjadi tempat tinggalnya.

Sumiatun menegaskan, tidak ada perlakukan khusus terhadap masyarakat yang ada di wilayah utara maupun selatan. Semua harus mendapat kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang. Karena ia menegaskan dirinya adalah Wakil Bupati Lobar. Bukan wakil bupati masyarakat tertentu.

Namun demikian, wilayah selatan Lobar dikatakannya saat ini menjadi wilayah yang potensial untuk melakukan pengembangan pembangunan. Misalnya saja Sekotong yang disebutnya jantung Lombok Barat. Sekotong menjadi salah satu wilayah yang progress untuk pengembangan pariwisata. Mengingat wilayah utara seperti Senggigi sudah jauh berkembang dibanding wilayah selatan.

“Maka pengembangan pariwisata ke depan bisa dialihkan ke selatan,” paparnya.

Hanya saja, ini harus didukung oleh masyarakat setempat. Mulai dari keamanan wisatawan, investasi, dan pembangunan harus dijaga dan didukung. Terlebih saat ini Pemda Lobar sudah banyak membangun infrastruktur dasar di wilayah selatan seperti Sekotong. Mulai dari PJU, jalan mulus dari Gerepek sampai ke seluruh wilayah Kecamatan Sekotong.

“Lampu dan air bersih PDAM akan menjadi fokus kami. Karena ini juga akan menopang pariwisata,” jelasnya.

Sumiatun ingin kawasan selatan bisa mengimbangi pembangunan di wilayah utara. Begitu juga dengan keberadaan gili-gili yang menjadi destinasi wisata yang tak kalah dari tiga gili di wilayah Lombok Utara.

Maka, satu-satunya cara untuk mewujudkannya adalah dengan menyiapkan pendidikan bagi generasi muda yang dikatakannya sebagai penerus. Ia tidak ingin lagi melihat ada anak yang putus apalagi tidak sekolah di Lobar.

“Biarpun bapaknya jadi nelayan tapi anaknya harus sarjana,” tegas perempuan yang juga menjabat Ketua DPD I Golkar NTB tersebut.

Kemudian di wilayah utara, pengembangan pariwisata menurut Sumiatun juga harus terus dilakukan. Misalnya seperti di Narmada-Lingsar. Wilayah ini menurutnya punya potensi wisata yang paling komplet. Tidak hanya pariwisata alam tetapi juga kesenian dan adat budaya yang bisa menarik kedatangan wisatawan.

Wisata budaya, kolam pemandian, air terjun serta kondisi alam perbukitan dengan hutan yang asri menjadi potensi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Makanya saya katakan Lombok barat ini potensinya luar biasa dibandingkan daerah lain,” jelas perempuan yang mengaku hobi memasak tersebut. (ton/r3)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan