Lombok Post
Kriminal

Jelang Ramadan, Polisi Persempit “Permainan” Tengkulak

AWASI HARGA: Salah seorang penjual sayur menunggu pembeli di Pasar Karang Lelede Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Menjelang ramadan para tengkulak mulai memainkan harga kebutuhan pokok masyarakat. Terutama harga sandang dan pangan. Mengantisipasi itu, polisi terus memantau supaya para tengkulak nakal tak berkutik dalam memainkan harga.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharudin mengatakan, polisi tetap memantau harga barang pokok menjelang Ramadan. Jika ada kejanggalan, polisi bakal mengusut persoalan itu. ”Kita memiliki tanggung jawab untuk menstabilkan harga,” kata Syamsudin, kemarin (23/4).

Jika barang tiba-tiba naik tak sewajarnya, patut dicurigai ada permainan didalamnya. Misalnya saja, bawang merah yang semula harganya berkisar Rp 45 ribu per kilogram, tiba-tiba naik menjelang Ramadan menjadi Rp 65 ribu, itu patut dicurigai. ”Kita harus cek ke lapangan apa yang menjadi persoalan para pengepul sehingga barang itu naik tak wajar,” kata pria yang juga sebagai Ketua Satgas Pangan NTB itu.

Saat melakukan sidak ke beberapa pasar, ada beberapa harga komoditi yang naik. Seperti, bawang dan daging. ”Kita ambil sampel di Pasar Kebon Roek,” jelasnya.

Setelah dianalisa, saat ini, seluruh harga barang pokok masih normal. Harga kebutuhan pokok naiknya tak terlalu signifikan. ”Kita sudah cek lagi dilapangan,” kata dia.

Seperti tahun lalu, tim satgas juga tetap mengimbau kepada para pengepul untuk tidak menimbun barang dan menaikkan harga diluar batas sewajarnya. ”Kalau ada yang bermain kita tangkap,” tegasnya.

Rencananya, hari ini (24/4), mereka akan menyatukan persepsi dengan Bulog,  dinas terkait, Bank Indonesia dan jajaran Korem 162/WB. ”Kita akan satukan persepsi untuk mengantisipasi adanya permainan harga barang,” ujarnya.

Dia berharap, kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan bisa terpenuhi hingga akhir. ”Mudahan di bulan ramadan semua harga stabil dan masyarakat bisa lebih tenang,” harapnya. (arl)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost