Lombok Post
Giri Menang

Ketika Ibu Bupati Lobar Teteskan Air Mata Melihat Anaknya Dilantik

DOAKAN YANG TERBAIK: Hj Muhibbah (kiri), Ibunda Bupati Lobar H Fauzan Khalid didampingi putrinya Hj Rosdiana saat menghadiri acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lobar di Ballroom Hotel Lombok Raya, kemarin

Usai dilantik, Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid langsung mencium tangan perempuan tua yang duduk di kursi paling depan. Wajah haru penuh kebahagiaan membuatnya tak menyadari tetesan air mata membasahi pipinya. Dialah Hj Muhibbah perempuan yang melahirkan sosok pemimpin di Gumi Patut Patuh Patju itu.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

============================

Matanya masih berkaca-kaca. Sorotan lampu warna-warni menyinari Ballroom Hotel Lombok Raya tak dihiraukannya. Tak ada suami atau pria yang mendampinginya. Ia hanya didampingi Hj Rosdiana, seorang perempuan yang tak lain adalah adik dari Bupati Fauzan Khalid saat wartawan Lombok Post menghampirinya.

Hj Muhibbah adalah ibu dari enam bersaudara. H Fauzan Khalid yang dilantik kemarin (23/4) sebagai Bupati Kabupaten Lombok Barat adalah anak keduanya. Satu persatu, tamu undangan yang hadir menyalami Hj Muhibbah. Memberikan ucapan selamat. Namun pandangannya masih belum terlihat fokus.

Ia hanya memandangi anaknya yang juga mulai dikerumuni tamu yang memberikan ucapan selamat usai pelantikan. Kepada Lombok Post, Hj Muhibbah mengaku sangat bersyukur bisa menyaksikan anaknya dilantik menjadi bupati. Anak yang selama ini dipangkuannya kini mengemban amanah besar memimpin ratusan ribu masyarakat Lobar.

“Nggak pernah berpikir kalau dia (Fauzan, Red) akan menjadi bupati. Tapi saya sangat senang melihat dia jadi bupati karena dia anak yang berbakti,” ungkapnya menggunakan bahasa Sasak.

Hj Rosdiana mengaku ibunya memang kurang fasih berbahasa Indonesia. Meskipun dia memang memahami apa yang orang katakan padanya. Sehingga ia mewakili ibunya menjawab setiap pertanyaan yang diajukan wartawan.

Hj Rosdiana mengungkap bagaimana sosok Fauzan memperlakukan ibunya. Ia menuturkan, mantan Ketua KPU NTB itu adalah pria yang tidak pernah mengecewakan orang tuanya dari kecil. Bahkan, tidak hanya kepada orang tuanya. Tetapi juga kepada saudara dan keluarganya pun dia selalu mengalah.

Semenjak kecil, Fauzan diceritakannya sudah mandiri dari berbagai aspek. “Misalnya kalau pergi ngaji, beliau nggak pernah disuruh. Selalu pergi sendiri belajar mengaji di sana sini. Makanya berprestasi sejak kecil,” tutur Rosdianah.

Meski sekolah di sekolah umum SDN 1 Sandik, minat Fauzan belajar ilmu agama cukup besar. Dia bahkan sudah mulai belajar kitab kuning dari almarhum orang tuanya HM Khalid dan beberapa tokoh agama di sekitar Batulayar-Gunungsari.

“Makanya tamat SD beliau ingin pergi mondok ke Pancor Lombok Timur. Dia sendiri yang ingin, tidak pernah disuruh ibu-bapak,” tutur Rosdiana.

Tamat dari Pancor, Fauzan kemudian melanjutkan sekolah ke MA Putra Al-Islahuddiny Kediri. Setelah tamat, ia tetap konsisten menimba ilmu agama saat duduk di bangku kuliah. Fauzan memilih masuk di IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta dan melanjutkan S2-nya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Yang membuat kami bangga dengan orang tua kami, meski beliau bukan dari kalangan berpendidikan tinggi, namun orang tua kami selalu mendukung kami untuk sekolah setinggi-tingginya,” ucapnya.

Buktinya, Fauzan dan dua saudaranya mampu dikuliahkan di Yogyakarta. Meski banyak tetangga yang mencibir tekad Hj Muhibbah dan suaminya saat itu. Karena ia nekat menyekolahkan anak mereka meski tergolong keluarga yang sederhana.

“Banyak orang di sekitar yang heran apakah ibu kami mampu menyekolahkan anaknya. Alhamdulillah kami bertiga bisa selesai kuliah di luar daerah,” syukur Rosdiana.

Hanya bermodalkan usaha berdagang dan lahan pertanian, Hj Muhibbah dan suaminya menghidupi enam orang anak mereka. Tekad dan semangat Hj Muhibbah untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya kini sudah terbayar lunas. Ia melihat anaknya berdiri dilantik menjadi orang nomor 1 di Lombok Barat.

Meski tak banyak bicara, perempuan 75 tahun itu menaruh harapan dan amanah di pundak anaknya. “Saya berharap dia jadi orang yang amanah dan terus berbuat untuk keluarga dan masyarakat,” pungkas Hj Muhibbah berkaca-kaca. (*/r3)

Berita Lainnya

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Muhammad Naja, Bocah Penderita Lumpuh Otak yang Hafal 30 Juz

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

Gerindra Gelar Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi

Mengunjungi Masjid Ridwan, Masjid Berarsitektur China di NTB

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Masjid Ridwan Arsitektur China Desa Pakuan

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Korban Gempa Menjerit Lagi