Lombok Post
Politika

Korban Pemilu Terus Berjatuhan

HITUNG SUARA: Petugas PPK sedang melakukan rekapitulasi data pemilu, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Pelaksanaan pemilu serentak terbukti sangat menguras tenaga. Tidak sedikit petugas pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya.

          Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan dari data yang dihimpun KPU kabupaten/kota, dua orang KPPS meninggal dunia. Sedangkan yang dilaporkan sakit karena kelelahan setelah bertugas sebanyak 25 orang.

          Dua KPPS yang meninggal dunia adalah Sanapiah, Ketua PPS 6 Desa Jotang, Kecamatan Empang. Dan Sumarni, anggota KPPS TPS 11, Desa Saneo, Dompu. ”Yang sakit karena kelelahan ini ada petugas KPPS ada Ketua PPK, ada juga PPS,” ujarnya.

          Suhardi menambahkan, dari 25 orang yang sakit, ada satu orang anggota PPS, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik mengalami keguguran. Yang bersangkutan sedang hamil lima bulan saat bekerja sebagai penyelenggara pemilu.

          Menyikapi adanya petugas penyelenggara pemilu yang gugur saat menjalankan tugas, KPU NTB kini masih menunggu arahan KPU RI terkait santunan kepada yang meninggal dunia maupun sakit. ”Untuk santunan sedang dipikirkan KPU RI. KPU RI sedang mengkomunikasikan dengan Kemenkeu,” katanya.

          Suhardi berharap pemerintah daerah juga bisa berkontribusi dalam proses pemilu ini. Karena rekapitulasi suara di tingkat kecamatan masih berlangsung, sehingga KPU berharap pemerintah daerah bisa membantu melakukan pemeriksaan kesehatan bagi petugas penyelenggara yang sedang bertugas.

”Ini sudah kita komunikasikan dengan pemda. Sudah ada pemda yang ikut membantu pemeriksaan kesehatan juga,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Lombok Utara Juraidin yang dikonfirmasi terkait informasi adanya satu petugas KPPS Desa Malaka yang meninggal dunia, membantah informasi tersebut.

”Sebelum pemilu berlangsung yang bersangkutan sudah diganti karena sakit. Jadi dia belum bertugas selama pemungutan suara sampai penghitungan,” katanya.

          Terpisah Komisioner Bawaslu NTB Divisi SDM dan Organisasi Itratif mengatakan sampai saat ini belum ada laporan petugas pengawas yang meninggal saat menjalankan tugas ataupun setelah menjalankan tugas. ”Belum ada laporan kalau meninggal dunia. Tapi yang sakit karena kelelahan menjalankan tugas ada belasan orang,” katanya.

          Bawaslu pun meminta pemerintah daerah bisa membantu jalannya proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan kepada petugas yang sedang bertugas. ”Ini sudah ada yang melakukan, kami apresiasi pemerintah daerah yang sudah peduli,” pungkasnya. Esperti diketahui secara nacional jumlah petugas yang meninggal dunia selma proses pemungutan suara telah menembus angka100 orang. Ini belum termasuk rattan lain yang luka-luka. (puj/r2)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost