Lombok Post
Metropolis

Muhir Keok, Malik Melenggang

REKAPITULASI SUARA: Para petugas KPU membacakan surat suara yang diraih parpol dan caleg pada Pemilu 2019 di Kantor Camat Cakranegara, kemarin (23/4).

MATARAM-Dapil Cakranegara bisa dibilang Dapil paling seksi. Di Dapil ini sejumlah petahana yang duduk di kursi DPRD Kota Mataram periode sebelumnya kembali bertarung pada pileg 2019.

Mereka berebut kursi dengan para pendatang baru untuk bisa terpilih kembali. Meski hasil rekapitulasi pemungutan suara di tingkat Kecamatan Cakranegara belum selesai. Namun sejumlah saksi dari partai sudah mengantongi nama-nama yang akan mendapat kursi di DPRD Kota Mataram.

Suasana rekapitulasi di Kecamatan Cakranegara kemarin berjalan alot. Pukul 09.00 Wita panitia belum mulai melakukan penghitungan suara. Nampak sejumlah sakti atau pun relawan dari caleg dan partai tidak sabar ingin melihat perolehan suara dari caleg maupun parpol yang diusung.

PDI dikabarkan mendapat suara parpol paling banyak di Kecamatan yang didapuk menjadi daerah kawasan bisnis oleh Pemkot Mataram. Disusul Golkar, dan partai Gerindra.

Sementara untuk suara caleg masih bersaing dalam perolehan suara. Ada yang sudah jelas melenggang, ada juga yang masih abu-abu. Sejumlah nama-nama petahana seperti I Gde Sudiarta dari partai Gerindra, I Wayan Sugiartha dari PDIP, Abdul Malik dari partia Golkar, I Gusti Bagus Hari dari partai Demokrat, H Muhir dari Partai Golkar, dan Azhari Mahrup dari Hanura, Serta Ibrahim dari PPP kembali meramaikan pileg 2019.

Meski tercatat sebagai incumbent belum tentu mereka akan melenggang duduk di kursi dewan. Kabarnya sejumlah nama-nama petahana akan terpental. Seperti Azhari Mahrup, Ibrahim, H Muhir dikabarkan terpental. Bahkan, I Gusti Bagus Hari juga kabarnya belum bisa dipastikan melenggang untuk periode berikutnya.

Sahnun, salah satu saksi dari partai Golkar mengatakan, untuk perolehan suara parpol dari partai Golkar Dapil Cakranegara sebanyak 5.800 dari sepuluh kelurahan. Suara partai Golkar ini berada diurutan kedua setelah suara terbanyak dimiliki PDIP.

Untuk caleg sendiri kata Sahnun, Golkar tentu ada perwakilan. Ia menyebutkan, Abdul Malik suaranya cukup banyak. Hampir seribuan lebih suara yang didapatan calon incumbent ini. “Pak Malik sudah tenang,” singkatnya.

Saat ditanyakan peluang caleg petahana lainnya dari partai Golkar seperti H Muhir ia langsung terlihat lesu. Ia menuturkan, suara H Muhir jarang ada di setiap TPS. Kondisi ini ujar dia, tidak lepas dari kasus yang menimpanya. “Nama H Muhir turun drastis gara-gara kasus gempa. Pemilu sebelumnya suaranya paling banyak,” singkatnya.

Ia pun enggan menyenyebutkan suara yang diraih H Muhir. Sahnun pun memperlihatkan rekapan hasil suara di sejumlah TPS untuk para caleg Golkar. Beberapa TPS memang tidak H Muhir suaranya kosong. “Kalau di Karang Kemong mungkin banyak, karena di sana keluarganya,” urainya.

Jika pun nantinya ada dua kursi yang didapatkan partai Golkar di Kecamatan Cakranegara sebut Sahnun, akan ada nama caleg baru. Yakni Stephani Clarra Disatiti Putri. Meski tergolong baru kata Sahnun, suara caleg yang satu ini cukup signifikan. Perolehan suaranya jauh dengan H Muhir.

Sementara itu Camat Cakranegara Muhammad Erwan mengatakan, untuk rekapitulasi penghitungan surat suara baru di dua kelurahan. Yakni di Kelurahan Cilinaya dan Taliwang. “Ini saja belum selesai,” singkat Erwan.

Untuk rekap suara lanjut dia, hasil di dua kelurahan belum selesai. Jadi ia tidak bisa memberikan hasil rekapitulasi di dua kelurahan itu. Hanya saja nantinya ia ingin setelah direkap, kotak suara di dua kelurahan bisa dibawa langsung ke KPU. “Kalau dibiarkan nantinya tidak ada tempat penghitungan surat suara. Biar lebih luas juga,” tutupnya.

Beda halnya dengan Kecamatan Sandubaya sudah merampungkan rekapitulasi di enam kelurahan. Bahkan hasilnya sudah ada ditangan kecamatan. Camat Sandubaya Saharudin mengatakan, untuk suara Parpol Gerindra mendapat 5.299 dengan caleg paling tinggi suaranya diraih Herman dengan total 1.880 suara. PKS mendapat 3.179 suara parpol dengan suara caleg paling tinggi suaranya diraih Irawan sebanyak 1.304. PPP mendapat 4.425 suara parpol dengan suara caleg tertinggi diraih Saeful Anwar sebanyak 1.244 suara. PKB mendapat suara parpol sebanyak 6.714 dengan suara caleg tertinggi diraih Mita sebanyak 1.948 suara. Golkar mendapat suara parpol sebanyak 2.698 dengan suara caleg tertinggi diraih Ali Aswandi sebanyak 976. Dan PDIP mendapat suara parpol sebanyak 3.867 dengan suara caleg tertinggi diraih I Gde Wiska sebanyak 2.201 suara.(jay)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi