Lombok Post
Giri Menang

Pak Camat Sabar Dulu Ya! Terkait Pengadaan Truk Sampah

H Suhaili

GIRI MENANG-Keinginan sejumlah camat untuk memiliki kendaraan truk pengangkut sampah di setiap kecamatan belum bisa terealisasi. Menyusul pernyataan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) jika penanganan sampah menggunakan truk kedaraan masih dipusatkan di DLH Lobar.

“Itu langsung ditangani di DLH. Itu pernah dilakukan dulu. Hanya saja tidak bisa menyelesaikan permasalahan sampah. Sehingga kami yang menangani kembali,” terang PLT Kepala DLH Lobar H Suhaili.

Kendala utama jika truk sampah ditempatkan di setiap kecamatan, ini akan membutuhkan tambahan anggaran di masing-masing kecamatan. Begitu juga dengan tambahan personel. Ketika truk sampah ditangani masing-masing kecamatan, otomatis mereka akan membutuhkan tambahan tenaga dan biaya.

“Anggarannya untu itu yang nggak ada. Personelnya juga terbatas. Makanya difokuskan untuk satu SKPD,” paparnya.

Sejauh ini, untuk penanganan sampah di Lobar DLH telah melakukan upaya maksimal. Mulai dari penambahan armada hingga menambah jumlah pengangkutan sampah di setiap kecamatan. Selama dua tahun terakhir, DLH mendapat tambahan dua armada truk pengangkut sampah.

“Itu yang kita maksimalkan untuk penanganan sampah dengan ditambah operasionalnya,” akunya.

Pihak DLH sudah menyiapkan jadwal pengangkutan di masing-masing kecamatan. Setiap kecamatan, sudah ada koordinator dan tim penanganan sampahnya. Dimana, sampah di sepuluh kecamatan yang ada di Lobar dari penjelasan Suhaili diangkut dua kali per hari. “Bahkan bisa sampai tiga kali seperti di Kecamatan Kediri,” ucapnya.

Koordinasi antara kecamatan dan desa juga dikatakannya tetap diintensifkan. Agar penanganan sampah bisa lebih maksimal, DLH meminta setiap pemerintah desa memprogramkan pembangunan bak sampah. Itu dianggarkan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Sebelumnya, Camat Lembar Hasanudin meminta agar setiap kecamatan didukung dengan kendaraan truk pengangkut sampah. Dengan adanya kendaraan truk pengangkut sampah di kecamatan, ini menurutnya akan memudahkan para camat untuk menangani sampah di wilayahnya masing-masing. Misalnya mengangkut sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) menuju tempat pembuangan akhir (TPA) di Kebon Kongok.

 “Kami punya kendaraan roda tiga di setiap kampung. Cuma kalau itu mau langsung bawa sampah ke TPA Kebon Kongok itu terlalu jauh. Sehingga butuh truk pengangkut sampah seperti yang sebelumnya diserahkan ke pemerintah kecamatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Batulayar Syahrudin juga mengungkapkan demikian. Ia merasa sangat setuju dengan usulan Camat Lembar agar setiap kecamatan diberikan masing-masing truk pengangkut sampah.

“Saya sangat setuju kecamatan ada armada truk pengangkut sampah. Kami sadar betul kalau LH menangani sampah dengan luas wilayah Lobar saat ini, jangkauan mereka akan terhambat,” ungkapnya.

Khusus di Batulayar yang merupakan daerah pariwisata, Syahrudin mengaku wilayah ini harus dijaga agar terhindar dari masalah sampah. Karena jika sampah tidak diangkut, ini akan mengganggu pariwisata. “Makanya kami harus punya armada di kecamatan. Itu harus dikembalikan oleh DLH,” pintanya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Muhammad Naja, Bocah Penderita Lumpuh Otak yang Hafal 30 Juz

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

Gerindra Gelar Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi

Mengunjungi Masjid Ridwan, Masjid Berarsitektur China di NTB

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Masjid Ridwan Arsitektur China Desa Pakuan

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Korban Gempa Menjerit Lagi