Lombok Post
Tanjung

DLHPKP Canangkan Gerakan “Gemar Membatik”

PENANDATANGAN: Sekda KLU H Suardi menandatangani surat instruksi Bupati KLU kepada OPD agar melakukan usaha pengurangan sampah plastik di lingkungan kerja masing-masing, kemarin (24/4).

TANJUNG-Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DLHPKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencanangkan Gerakan Masyarakat Membatasi dan Mengatasi Bahaya Sampah Plastik (Gemar Membatik).  Program ini menjadi terobosan untuk mendukung gerakan NTB Zero Waste.

Dalam pencanangan tersebut, hadir Asisten III Setda NTB Hj Hartina, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB Madani Mukarom, perwakilan Kodim 1606, dan sejumlah Muspida KLU.

“Kita canangkan program yang kita yakini menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional menuju Indonesia bersih dari sampah plastik. Kita namakan sebagai Gerakan Membatik,” jelas Kepala Dinas DLHPKP KLU H Rusdi kemarin (24/4).

Ia mengungkapkan, inovasi yang diluncurkan kemarin sebagai langkah nyata menyukseskan program nasional dan provinsi. Dari tingkat nasional sampai ke daerah pengelolaan sampah harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh. Melalui program ini, dirinya berharap bisa mengurangi persoalan sampah plastik di tengah masyarakat.

“Masyarakat harus membatasi produksi sampah, khususnya sampah plastik,” sambungnya.

KLU menurutnya konsisten terhadap pengelolaan sampah. Bahkan saat ini sudah terbentuk UPTD Persampahan dan Bank Sampah yang fokus mengelola sampah rumah tangga. UPTD Persampahan diharapkan  bisa mengelola sampah dari sumber ke TPS dan TPA. Hal itu tentu harus dikolaborasikan dengan gerakan kelompok swadaya masyarakat (KSM). Sedangkan Pemprov NTB sudah siap membantu dari segi pendanaan.

“Kalau tidak salah kita siap dibantu setengah triliun untuk pembayaran sampah,” katanya.

Rusdi menjelaskan, pengelolaan sampah harus dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh. Yakni melalui peran serta pemerintah sebagai wujud pelayanan dan perlindungan masyarakat untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Selain itu juga menjadi solusi terhadap persoalan sampah yang timbul dalam pengelolaannya.

Secara nasional, program menuju sampah Zero Waste sudah dikembangkan Indonesia bersih dan di NTB bernama zero waste. Kabupaten harus mendukung untuk mengelola sampah secara daur ulang atau regional. Konsep ini menekankan pengelolaan sampah di hingga nol persen di TPA.

Rusdi mengakui, TPA di KLU saat ini masih dalam tahap pembangunan, baik itu di gili maupun di TPA Jugil. Namun itu akan dibantu oleh kementerian pekerjaan umum melalui satker penyebaran lingkungan NTB.

“Kita seharusnya selesai tahun kemarin tapi karena post major tidak bisa selesai. Namun 6 bulan kedepan akan selesai,”pungkasnya

Sementara itu, Sekda KLU H. Suardi mengapresiasi langkah yang inovasi sampah yang dilakukan Dinas LHPKP. Persoalan sampah ini masih menjadi isu utama, karena itu harus dimulai juga dari kantor dinas dengan membentuk unit-unit bank sampah.

“Mari sukseskan gerakan bersama ini. Lombok Utara harus bangkit, bersih, dan bersih,” ajaknya.

Menurutnya, sampah harus dikelola dengan baik. Sampah sering menjadi gangguan, terutama di daerah pariwisata. Sebab itu penanganan sampah, tak hanya menjadi tugas DLHPKP, OPD lain juga harus melakukan hal serupa. (fer/r4)

Berita Lainnya

Pengelolaan Sampah Belum Optimal

Redaksi Lombok Post

Wisman Ikut Rayakan HUT RI

Redaksi Lombok Post

Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Perbaikan Data Anomali Sudah 80 Persen

Redaksi Lombok Post

Ratusan Warga Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

Redaksi Lombok Post

10 ASN Dapat Predikat ASN Teladan

Redaksi Lombok Post

Karang Taruna Pemenang Timur Latih Pemuda Berwirausaha

Redaksi Lombok Post

Mantan Ketua Komisi III Belum Kembalikan Randis

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Kebakaran Lahan, Polres Lombok Utara Bentuk Gahutlah

Redaksi Lombok Post