Lombok Post
Praya

Loteng Termasuk Pengirim TKI Illegal Terbesar

Yohanes Selan

PRAYA-Lombok Timur dan Lombok Tengah, tercatat sebagai dua kabupaten di NTB, yang paling banyak ditemukan tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal. Mereka terutama berada di Malaysia dan Timur Tengah. ”Kalau pengiriman dan penempatan TKI terbesar Lotim,” beber Kepala BP3TKI NTB Yohanes Selan ditemui  di kantor Disnakertrans Loteng, kemarin (24/4).

Ia menjelaskan, status illegal itu muncul, karena dua hal. Pertama, murni keberangkatannya non prosedural. Kedua, saat penempatan di luar negeri, TKI bersangkutan melanggar kontrak kerja. Misalnya, TKI tersebut bekerja di majikan atau perusahaan A, tapi tiba-tiba kabur dan pindah ke majikan, atau perusahaan lain. Kemudian, yang seharusnya kontrak kerja selama dua tahun, tapi tidak diperpanjang, dan memilih bertahan. Karena itu BP3TKI tidak bisa berbuat banyak. ”Salah satunya (tak bisa,Red) melindungi mereka,” ujar Yohanes, didamping Kepala Disnakertrans Loteng H Masrun.

Jadi tekannya, perlindungan TKI berlaku maksimal bagi mereka yang benar-benar sesuai prosedur. Itu dimulai dari pemberangkatan, penempatan, pemulangan hingga di rumah mereka masing-masing. ”Sudah seringkali saya sampaikan, mari kita bersama-sama melawan oknum calo,” sambung Kepala Disnakertrans Loteng H Masrun.

Karena ulah merekalah, banyak TKI illegal di luar negeri. Mereka biasanya memberi iming-iming gaji besar dan penghidupan yang layak. Tapi, faktanya sengsara. Kepentingan oknum calo tegasnya hanyalah uang. Tidak pernah berkaitan dengan nasib orang yang dikirim ke luar negeri. ”Ini namanya perdagangan orang,” sindir Masrun.

Untuk itulah pihaknya berharap kerja sama seluruh aparatur pemerintah desa, para tokoh masyarakat, dan tokoh agama, agar meminimalisir bahkan melawan calo yang dimaksud. ”Kami tunggu,” serunya. (dss/r9)

Berita Lainnya

Angkasa Pura Ingin Jadi Bagian Kesuksesan MotoGP

Redaksi LombokPost

Berwisata di Kolam Renang Matra Praya

Redaksi LombokPost

Jangan Merariq Kodek!

Redaksi LombokPost

Penerbangan Lombok-Perth Baik untuk Pariwisata

Redaksi LombokPost

Masalah Kawasan Prabu Bukan Hanya Tambang

Redaksi LombokPost

Diskominfo Lombok Tengah Data Ulang Jumlah Tower

Redaksi LombokPost

Tampil di JFC, Loteng Bertekad Memukau

Redaksi LombokPost

Target Pendapatan Daerah Rp 2,154 T

Redaksi LombokPost

Cerita H Najamudin, Penyiar Radio 90-an

Redaksi LombokPost