Lombok Post
Headline Tanjung

PSU Rentan Money Politic

PENGHITUNGAN SUARA: Anggota PPK Tanjung tengah melakukan rekapitulasi suara di Kantor Kecamatan Tanjung, kemarin (24/4)

TANJUNG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pemungutan suara ulang (PSU) di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan digelar Sabtu lusa (27/4). PSU digelar di TPS Sorong Jukung, Desa Tanjung,  TPS Dusun Lading-Lading dan TPS di Desa Sigar Penjalin.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KLU bakal memantau pelaksanaan PSU di tiga TPS tersebut. Khususnya menjamin agar tidak terjadi money politic jelang pelaksanaan PSU.

“PSU di tiga TPS ini memang rawan money politic, makanya harus diantisipasi sejak awal,” ungkap Ketua Bawaslu KLU Adi Purmanto.

Money politic ini rentan terjadi, mengingat banyak caleg yang nasibnya tergantung perolehan suara di tiga TPS tersebut. Mereka dikhawatirkan akan melakukan upaya habis-habisan untuk meraup dukungan suara semaksimal mungkin. Bahkan tidak menutup kemungkinan bakal terjadi praktek money politic.

Terutama PSU di TPS 1 Lading-Lading dan TPS 21 Sorong Jukung, pengawasan akan dilakukan lebih ketat. Sebab di dua TPS ini digelar PSU untuk pileg.

 “PSU di dua TPS ini akan kami awasi lebih ketat lagi, karena semua partai mengintai penambahan suara di dua TPS ini,” pungkasnya.

Ia berharap agar para caleg tidak mencoba melakukan cara curang dalam meraup suara. Sebab pihaknya tidak segan-segan melakukan penindakan, jika ditemukan pelanggaran pemilu, terutama praktik money politic.

Sementara itu rekapitulasi suara di tingkat PPK masih terus berlangsung. Sejauh ini Partai Perindo masih berpeluang menambah satu kursi di Dapil I Pemenang-Tanjung. Begitu juga Partai Hanura. Dua partai tersebut bergantung pada perolehan suara di dua TPS yang melakukan PSU.

Setelah Perindo berhasil meraih satu kursi pada Dapil III Kecamatan Bayan, kini Perindo optimis bakal meraih satu kursi di Dapil I Pemenang-Tanjung. Suara yang diraih caleg Perindo hanya menunggu tambahan suara dari dua PSU di Tanjung.

Perolehan sementara Hanura dan Perindo beda tipis hanya pada di angka puluhan suara saja. Total suara Hanura sebanyak 2.126 suara, sedangkan Perindo 2.117 suara. Persaingan ketat kedua partai untuk memperebutkan satu kursi tambahan diklaim bisa menutup peluang tambahan satu kursi milik Demokrat.

Caleg nomor urut 5 atas nama Hendra Wiraksa yang memiliki suara tertinggi di Perindo kini mengandalkan tambahan suara di TPS I Dusun Lading-lading. TPS tersebut merupakan basis suaranya.

“Saya optimis perolehan suara saya di TPS I Lading-lading bisa maksimal. Karena jumlah DPT di TPS I ini mencapai 277 pemilih. Jika dijumlahkan dengan total perolehan sementara berdasarkam C1 sebanyak 2.117 suara maka sudah bisa menyalip suara untuk kursi ke dua Partai Demokrat,” ujar Hendra Wiraksa, kemarin (24/4).

Ia mengungkapkan, Partai Hanura juga berpeluang meraih kursi. Suara Hanura berada pada angka 2.126 suara. Artinya, partai ini berpeluang bisa meraih satu kursi yakni kursi ke 11 Dapil 1.

“Selain TPS I Lading-lading, TPS 20 Sorong Jukung Tanjung juga melakukan PSU. Total suara yang akan direbut di TPS 21 itu mencapai 242 suara,” jelasnya.

Hendra menegaskan, timnya tengah bekerja saat ini. Sebab TPS I yang merupakan basis suara di Dusun Lading-lading bisa juga diincar partai lain. “TPS I ini kampung saya, jadi saya harus maksimalkan,”pungkasnya. (fer/r4)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU