Lombok Post
Giri Menang

SMK Plus Nurul Hakim Pelopori Ecobricks

SEMANGAT BEBAS SAMPAH: Pihak dari PT Marimas Putra Kencana menyerahkan bantuan satu unit laptop kepada Kepala SMK Plus Nurul Hakim Kediri yang telah melaksanakan program Ecobrick, kemarin

GIRI MENANG-Keberadaan sampah plastik menjadi ancaman serius kelangsungan ekosistem di alam semesta. Untuk itu, SMK Plus Nurul Hakim Kediri mengambil inisiatif mencari solusi untuk mengatasi persoalan sampah plastik ini. Menggandeng pihak perusahaan dari PT Marimas Putra Kencana, sekolah ini mempelopori program ecobrick di lingkungan sekolah.

“Ecobrick ini sudah mulai kami lakukan jauh sebelum pencanangan program zero waste. Kami membiasakan pada siswa untuk memilah sampah organik dan plastik,” kata Kepala SMK Plus Nurul Hakim Winardi.

Semua sampah plastik yang berasal dari kemasan sachet hingga botol pastik dimanfaatkan untuk program ecobrick ini. Caranya yakni dengan memasukkan sejumlah bungkus plastik ke dalam botol. Plastik tersebut kemudian dipadatkan hingga memiliki berat tertentu. Baru kemudian digunakan untuk bahan dekorasi tembok dinding hingga pintu gerbang.

“Sehingga produksi sampah plastik bisa berkurang,” ungkapnya.

Bersama PT Marimas yang diketahui memiliki program yang sama, pihak SMK Plus Nurul Hakim ingin menggugah kesadaran masyarakat. Khususnya dunia pendidikan tentang memanfaatkan plastik.

Sales Manager Marifood PT Marimas Putra Kencana Catherine dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan negara penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah Cina. Sebagai perusahaan terbesar yang memproduksi minuman serbuk di Indonesia, pihaknya merasa terbebani dengan sampah plastik tersebut. Mengingat perusahaan ini juga memproduksi kemasan sachet yang kerap menjadi sampah plastik.

“Maka kami sejak Januari 2018 lalu meluncurkan progran Ecobricks Marimas bagi-bagi 1.000 laptop. Ini sebagai upaya mencari solusi agar dapat mengurangi sampah plastik,” aku Catherine.

Pihaknya akan memberikan satu unit laptop untuk sekoah yang sudah mulai membuat 100 botol ecobrick. Itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia. “Untuk di Pulau Lombok, SMK Plus Nurul Hakim ini yang pertama. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah karena mereka lebih dulu menjalankan program Ecobrick dari kami,” apresiasinya.

Program ecobrick ini mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, PWNU, PW Muhamadiyah hingga MUI.

Program ini diyakini bisa mengajak seluruh sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat, untuk turut memberikan edukasi lingkungan kepada siswa dengan cara mengelola plastik yang tidak terpakai dengan metode ecobricks. (ton/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost