Lombok Post
Kriminal

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

DITUNTUT: Terdakwa pengedar narkoba Dorfin Felix tampak murung setelah dituntut 20 tahun penjara oleh JPU di Pengadilan Negeri, kemarin (29/4).

MATARAM-Tersangka penyelundup narkoba internasional, Dorfin Felix menjalani  sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Mataram kemarin (29/4).

Saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginung Pratidina membacakan tuntutan pria asal Perancis tersebut terlihat duduk tenang. Tersangka penyelundup narkoba 2,4 kilogram itu nampak tak bereaksi apapun .

Usai sidang, Dorfin tak menyanggah sepatah kata pun dihadapan majelis hakim yang diketuai Is Nurul Syamsul Arif.  Saat digelandang ke sel tahanan Pengadilan Negeri Mataram, wajahnya murung tanpa senyum.

Dari proses persidangan Dorfin dituntut 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar dengan subsidair setahun penjara.

Menurut JPU, Dorfin dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 113 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Atas tuntutan itu, penasihat hukumnya, Deni Nur Indra tak berkomentar banyak. Dia akan mempersiapkan nota pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya. ”Tuntutan itu wewenang dari JPU. Ya kita terima saja,” kata Deni singkat usai sidang, kemarin.

Jejak Dorfin terendus ketika mencoba menyelundupkan narkoba jenis Sabu seberat 2,4 kilogram  ke NTB.  Pria berewok itu ditangkap ketika turun dari pesawat di Lombok International Airport (LIA), tahun lalu.

Dia sempat kabur dari sel tahanan Polda NTB.  Tak sampai sebulan, pria itu ditemukan kembali di kawasan Pusuk Gunungsari, Lombok Barat. (arl/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost

Jelang Ramadan, Polisi Persempit “Permainan” Tengkulak

Redaksi LombokPost