Lombok Post
Kriminal

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

BERUSAHA MEYAKINKAN HAKIM: Penasihat Hukum mengajukan berkas peninjauan kembali di Pengadilan Tipikor, kemarin (29/4).

MATARAM-Terpidana kasus korupsi Hutan Sekaroh resmi mengajukan Peninjauan Kembali (PK), kemarin (29/4). Mereka mengandalkan hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara  (PTUN) sebagai Novum (bukt baru,Red) dalam perkara itu.

Pada persidangan  PK, penasihat hukum  Muzani dan  Baharudin membacakan materi PK. Mereka membawa putusan PTUN yang mengalahkan tergugat Kementerian Kehutanan sebagai bukti baru.  Mereka menganggap putusan itu, tidak pernah dihadirkan pada persidangan sebelumnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Wasita menganggap , hasil putusan PTUN itu tidak dapat dijadikan sebagai Novum. Karena, hasil PTUN itu hanya bersifat administratif.

Wasita menjelaskan, pada perkara di PTUN, ada empat materi gugatan yang dilayangkan. Tiga diantaranya memenangkan Kementerian Kehutanan.  Sisanya, memenangkan penggugat. ”Nah, materi yang dimenangkan itu yang diandalkan menjadi Novum,” kata Wasita, kemarin.

Proses penanganan kasus itu cukup lama. Di tingkat pengadilan negeri, keenam terpidana tersebut divonis 1,5 tahun. Tetapi, mereka melayangkan banding ke Pengadilan Tinggi Mataram. Di tingkat itu, mereka bebas karena majelis hakim menganggap bukti dan saksi tidak kuat.

Lalu JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Mereka dinyatakan terbukti secara bersama-sama mensertifikatkan tanah dalam kawasan hutan lindung Sekaroh RTK 15 Lotim. Masing-masing dipidana penjara selama 2 tahun dikurangi masa penahanan. ”Putusan MA dilakukan Desember. Sementara putusan PTUN-nya Oktober 2018. Kalau seperti itu, kan tidak mendasar sebagai novum,” kata dia.

Diketahui, kasus itu menjerat mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim yaitu, H Jamaludin, Mustafa Maksum, Muhammad Naim, Fathul Irfan, dan Ramli. Ditambah lagi, Lalu Maskan Mawali selaku Kades Pemongkong, Kecamatan Jerowaru. Mereka dipersalahkan terkait keluarnya  31 sertifikat hak milik di kawasan hutan Sekaroh, Jerowaru seluas 413.903 meter persegi. (arl/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost

Jelang Ramadan, Polisi Persempit “Permainan” Tengkulak

Redaksi LombokPost