Lombok Post
Kriminal

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

JANGAN DITIRU: Tersangka pencurian keprok kaca mobil melakukan aksinya pada reka adegan di Polres Mataram, Selasa (30/4).

MATARAM-Aksi pencurian bermodus memecahkan kaca mobil yang dilakukan inisial F (18) dan MR (17) gagal total. Dua remaja itu, beraksi di Jalan Gajah Mada Mataram, Senin (29/4) lalu.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, F dan MR memiliki niat mencuri sejak awal. Mereka yang berboncengan menggunakan sepeda kayuh mengincar mangsa  di kawasan Jalan Pendidikan, Mataram. “Karena ramai, mereka mencari mobil yang terparkir di tempat sepi,” kata Saiful, Selasa (30/4).

Dua pemuda asal Jempong itu, tepat menemukan salah satu mobil bernomor polisi DK 44 SF terparkir di Jalan Gajah Mada. Mereka membagi tugas. F mengintai orang di sepanjang jalan. Sementara MR melihat isi mobil bermerek Karimun tersebut. ”F melihat ada tas di kursi belakang,” jelasnya.

Lalu mereka mencari bengkel kecil di kawasan yang tidak jauh dari lokasi. Mereka mencari busi sepeda motor yang tidak terpakai. ”Mereka mengambil bagian putih di badan busi itu. Mereka menghancurkannya, dan menumbuknya,” ujarnya.

Serpihan busi selanjutnya dicampur dengan air liur sebelum dilempar ke  kaca mobil. “Dia lemparkan ke kaca belakang sebelah kanan,” jelasnya.

Setelah kaca retak, MR mendobrak kaca itu hingga pecah. Dia mengambil tas yang berisi handphone.

Karena mobil terkena getaran yang cukup keras saat didobrak, alarm mobil berbunyi. Kondisi Itu memancing orang yang berada di wilayah itu mendekat. “MR panik dan mencoba melarikan diri,” bebernya.

Saat orang sekitar berkerumunan, F malah menteriaki MR sebagai maling. Massa yang berkumpul fokus mengejar F. Sementara MR berhasil melarikan diri.  ”F ditangkap warga dan MR masih buron,” bebernya.

MR masih dalam pengejaran tim opsnal Polres Mataram. Atas aksi itu, MR dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 4. Dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Sementara itu, MR mengaku baru kali pertama mencuri keprok kaca mobil. Dia belajar melakukan aksi itu dari You  Tube. ”Saya nonton di warnet lewat You Tube,” ucapnya. (arl/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tersangka Penyuap Imigrasi Segera Diadili

Redaksi LombokPost

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost