Lombok Post
Metropolis

Resmi Jadi Rumah Baru AirAsia, Lombok Kini Terkoneksi dengan 23 Negara

HUB KELIMA: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (embilan dari kanan) bersama manajemen Air Asia berpose di depan pesawat Air Asia yang akan digunakan untuk rute Lombok–Perth, Australia, saat peresmian Lombok sebagai hub Air Asia, kemarin

MATARAM-Lombok resmi menjadi stasiun operasi atau hub kelima maskapai AirAsia di Indonesia. Sebagai rumah baru, AirAsia akan menempatkan dua pesawatnya standby di Lombok International Airport (LIA). Dengan menjadi hub, peluang memperbanyak penerbangan langsung (direct flight) ke luar negeri semakin terbuka lebar. Dengan hub ini, Lombok pun kini sudah terkoneksi dengan 23 negara di Asia, Amerika dan Australia.

Persemian Lombok menjadi hub Air Asia ditandai dengan penandatanganan kerja sama manajemen AirAsia dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di ruang VIP bandara, kemarin (2/5).

CEO Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan, pemilihan Lombok sebagai hub tidak sembarangan. Hal itu sudah melalui proses analisa yang panjang dan matang. AirAsia Grup melihat potensi Lombok sangat luar biasa.

Mereka yakin potensi pariwisata Lombok sangat besar. Pemerintah pusat menetapkan Lombok menjadi 10 destinasi prioritas. Bahkan masuk empat besar super prioritas kawasan wisata yang akan dikembangkan.

Kehadiran mereka di Lombok merupakan bagian dari upaya membantu program pemerintah tersebut. Selain Lombok, Air Asia juga sudah memiliki empat hub lainnya di Indonesia yakni di Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan. ”Kami ingin berkontribusi untuk recovery pariwisata yang tahun lalu sedikit kurang beruntung karena bencana,” katanya.

Berdasarkan data Kemenpar, Air Asia adalah maskapai yang paling banyak membawa wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia. Tahun 2018, jumlah wisman yang dibawa Air Asia 25 persen dari keseluruhan wisman, atau sekitar 2,3 juta orang wisatawan.

Pencapaian itu menurutnya tidak lepas dari luasnya jaringan AirAsia. Mereka memiliki sembilan airline yang tersebar di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, India dan juga di Jepang.

Air Aisa memiliki 300 rute penerbangan yang menyambungkan 23 negara di Asia, Australia dan Amerika. Sehingga tidak sulit wisman berkunjung ke Indonesia, karena penerbangan Air Asia telah terhubung dengan 15 kota di Indonesia.

”Rencananya tahun ini banyak kota yang akan kita koneksikan melalui jaringan AirAsia,” katanya.

Rute penerbangan pertama yang akan dibuka adalah Lombok–Perth, Australia. Rute itu menambah rute yang dimiliki sebelumnya yakni Lombok–Kuala Lumpur. Ke depan, mereka berencana membuka jalur rute Lombok–Singapura. Kemudian, akan ada rute-rute domestik, seperti Lombok–Jakarta, Lombok–Jogyakarta, dan Lombok–Bali. ”Saat ini sedang dalam proses perizinan di Kementerian Perhubungan,” katanya.

Untuk mendongkrak kunjungan ke Lombok, mereka akan membuatkan ruang khusus di salah satu pesawat yang menggambarkan keindahan alam Lombok.

Dendy mengaku sangat optimis dengan pembukaan rute Lombok-Perth, Australia. Mereka memiliki penerbangan langsung Autralia–Bali, tiga kali dalam sehari. Mereka sudah menjadikan Bali sebagai rumah kedua. Sehingga Lombok dengan daya tarik wisatawan yang dimiliki akan jadi alternatif destinasi wisata selain Bali.

Penerbangan Lombok–Perth akan dimulai empat kali seminggu terlebih dahulu. Seiring berjalannya waktu, bila permitaan tinggi akan dibuka setiap hari. Mereka punya target keterisian pesawat 85 persen. Tapi untuk awal-awal biasanya memang sedikit di bawah target. Bagi mereka itu hal yang biasa. Memperkenalkan sesuatu yang baru butuh waktu.

Dia menegaskan, Lombok dipilih menjadi hub selain menjadi prioritas pemerintah, juga karena belum ada hub yang bisa melayani Indonesia bagian timur. Tidak menutup kemungkinan, ke depan mereka akan membuka rute ke Labuan Bajo, Ambon, Sorong, hingga Irian. Tidak menutup kemungkinan juga, wisatawan yang ingin melancong ke negara lain. Setelah dari Lombok mungkin melanjutkan ke Kuala Lumpur, demikian juga halnya dengan wisatawan dari China, Jepang, dan Korea bisa mengakses penerbangan melalui jaringan yang dimilikinya.

Subsidi dan Promosi Bersama

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengaku sangat bersyukur. Dijadikannya Lombok sebagai hub lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari kerja keras Dinas Pariwisata NTB.

Dia berharap dengan dijadikannya Lombok sebagai hub, Lombok akan semakin ramai dengan kunjungan wisatawan dan bisnis. Dengan banyaknya wisatawan yang datang maka perekonomian NTB akan hidup. ”Kami akan melakukan promosi yang lebih gencar,” katanya.

Dia berharap, pengalaman dengan maskapai JetStar yang menutup rute penerbangan tidak terulang. Dengan bantuan subsidi dari Kemenpar selama enam bulan penerbangan itu akan tetap stabil. Kemenpar akan memberikan subsidi tiket.

”Anggarannya sepenuhnya dari pusat, kami tidak tahu persis,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Konektivitas Udara Kemenpar Rudi Rifajantoro mengatakan, sebagai daerah super prioritas, pengembangan pariwisata Lombok akan digenjot bersama tiga daerah lainnya yakni Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo.

”Atraksi pariwisata di Lombok tidak perlu diragukan,” katanya.

Ia yakin Lombok sebagai hub akan mempermudah arus kedatangan turis dari berbagai negara. Apalagi Lombok punya nama sebagai wisata halal terbaik. Ditambah Air Asia yang punya banyak jaringan di luar negeri, seperti China dan India. Itu adalah pasar yang cukup potensial.

”Lombok akan menjadi jembatan dari pasar utara dan pasar selatan,” katanya.

Australia adalah pasar militan bagi Indonesia, sebab meski sedang sepi mereka paling sering datang berkunjung. Bahkan mereka merupakan negara asal wisman kedua terbesar yang datang ke Lombok.

Dengan kerja sama Kemenpar dan AirAsia di bidang marketing, diperkirakan minimal 15 ribu turis akan datang dari rute baru tersebut. Serta 14 ribu dari rute yang ada saat ini.

Direktur Perhubungan dan Pengembangan Usaha PT AP I Capt. Sardjono Djonny Tjitro Kusuma menilai, AirAsia sangat cepat mengambil keputusan. Mereka cepat mengantisipasi perkembangan dan arah yang ditetapkan pemerintah. Pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan negara yang sedang digenjot. Salah satu fasilitas yang dibenahi untuk itu adalah bandara.

LIA sendiri saat ini punya kapasitas empat juta penumpang, ke depan akan dikembangkan lagi menjadi tujuh juta penumpang. AirAsia sangat cepat mengambil keputusan. Sebab di 2021 akan ada event MotoGP di KEK Mandalika.

”Sangat cepat,” katanya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII