Lombok Post
Metropolis

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

JAGA KOTAK SUARA: TNI dan Polri menjaga dan mengamankan kotak suara berisi kertas suara hasil Pemilu 2019 yang telah diserahkan ke PPK di Mataram, beberapa waktu lalu.

Peran TNI dan Polri tak bisa dilepaskan dari proses tahapan pemilu. Keduanya terlibat langsung untuk melakukan pengamanan. Memberi rasa aman bagi warga yang hendak memberi hak suaranya. Juga bagi petugas pemilu saat menjalankan tugasnya.

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

================= 

Pola hidup anggota Polri dan TNI berubah drastis ketika pemilu. Puncaknya terasa ketika pemilu masuk di tahapan distribusi logistik hingga rekapitulasi di tingkat kecamatan. Kondisi ini dirasakan anggota polres serta kodim yang bertugas di wilayah Kota Mataram.

Menjelang hari pencoblosan, Polres Mataram menyebar anggotanya sebanyak 1.500 personel. Mereka ditempatkan di lebih dari 1.274 TPS di Kota Mataram. Tugas mereka satu, memberi rasa aman bagi masyarakat dalam pesta demokrasi lima tahun sekali itu.

Personel yang dikerahkan berasal dari beragam satuan. Di kepolisian, tugas pengawalan dan pengamanan melibatkan jajaran Reserse Kriminal, Sabhara, hingga Pembinaan Masyarakat (Binmas).

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan, keamanan pemilu menjadi tanggung jawab semuanya. TNI Polri menjamin pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan aman.  ”Tapi, pelaksanaannya tidak bisa bekerja sendiri. Ada kerja sama semua pihak untuk pemilu berjalan lancar dan situasi tetap kondusif,” kata dia.

Kerja pengamanan pemilu tentu berbeda dengan pola pengamanan pada kegiatan lainnya. Petugas pengamanan dituntut untuk terus bersiaga. Mengantisipasi kerawanan yang berpotensi mengganggu tahapan pemilu.

Kerja mereka dimulai ketika distribusi logistik. Ketika kotak dan kertas suara hendak didistribusikan ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), menjadi tugas polisi dan TNI memberikan pengamanan.

Logistik pemilu dikawal hingga tujuan. Memastikan tidak ada kekurangan logistik ketika tiba di TPS. ”Pengawalan memang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terang perwira dua mawar ini.

Proses pengamanan dan pengawalan mulai terasa berat ketika masuk di tahapan rekapitulasi. Salah satu anggota Polres Mataram menyebut, hampir semua personel yang bertugas terjaga saat malam hari. ”Kita tidak tidur dua hari dua malam,” kata dia.

Meski terus terjaga selama dua hari, anggota dituntut tidak kehilangan konsentrasi. Untuk menyiasati itu, kopi menjadi cara terbaik mengatasi kantuk. ”Sudah gak terhitung lagi berapa gelas kopi yang kita minum,” tuturnya.

Meski berat, tugas pengamanan tetap dijalankan anggota dengan jiwa besar dengan tujuan suksesnya penyelenggaraan pemilu. Kapolres mengatakan, suksesnya pemilu dimulai ketika  semua pihak saling bahu membahu sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Alhamdulillah apa yang kita harapkan pemilu yang sukses, terwujud di Kota Mataram,” tandas Alam. (r5/*)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi

Pemkot Senang Berwacana