Lombok Post
Metropolis

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

Baca: Golkar Yakin Amankan 11 Kursi

MATARAM-Partai Gerindra menebar tajinya. Dianggap sebagai partai penerima ‘berkah’ terbesar dari Pilpres 2019, pada Dapil I dan II diprediksi partai berlambang kepala burung garuda ini merajai.

Di Dapil I Mataram, Gerindra meraih dukungan partai 35.563 suara. Ini menempatkan partai ini sebagai partai dengan raihan suara tertinggi. Disusul dengan PKS dengan 31.520 suara. Disusul PPP, PDI Perjuangan, dan Golkar.

Sementara di Dapil II Lobar-KLU Gerindra pun kembali show of power. Disebut memperoleh 73.350 suara, menempatkan Gerindra berhasil menyabet dua kursi. Kesuksesan di dua dapil ini tidak membuat Ketua DPD Gerindra NTB Ridwan Hidayat jemawa.

“Kita tunggu proses,” kata Ridwan.

Ia sendiri terlihat belum puas dengan raihan sejauh ini di dua dapil. Ridwan, ingin lebih ketat lagi perhitungan suara. Sehingga suara Gerindra bisa diraup dengan maksimal.

“Kita melihat banyak kejangganlan, masih banyak kemungkinan,” yakinnya.

Ia pun masih sangat percaya. Gerindra seharusnya bisa dapat kursi lebih banyak. Lalu menguasai parlemen Udayana — DPRD NTB — dengan perolehan suara dan caleg.

“Gerindra jelas dan pasti dari dapat kepercayaan dari sebagian besar warga NTB, alias paling banyak dapat suara,” yakinnya.

Tapi Ridwan enggan merinci, berapa kursi yang ia yakini bisa didapat Gerindra. Saat ini dari beberapa analisa yang berkembang Gerindra disebut mendapat kursi sembilan kursi. Tapi Ridwan yakin, Gerindra bisa dapat lebih dari itu. Bahkan melampaui perolehan yang diklaim Golkar saat ini yakni 10 kursi.

“Saya imbau agar kawal seluruh proses pemilu,” imbaunya pada kader dan simpatisan Gerindra.

Perolehan partai di tingkat provinsi untuk Gerindra, dibayangi dengan perolehan Golkar. Sekalipun dari segi suara, Gerindra masih memuncaki tapi dari perolehan kursi Golkar masih sama raihannya dengan Gerindra.

Di dua dapil itu bila ditotal Gerindra mendapat 110.910 suara. Ada gap cukup jauh dengan perolehan Golkar yakni 89.541 suara. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar NTB Isvie Rupaeda juga mengaku belum puas. Sebelum pemilu pihaknya menarget 14 kursi.

Tapi dari hitung-hitungan internal, mereka baru bisa mengamankan 10 kursi. “Kami menuju 11 kursi, saat ini sudah mengamankan 10 kursi,” yakin Isvie.

Dari data yang diperoleh Lombok Post di Dapil I NTB, Golkar berada di posisi paling juru kunci. Kalah bersaing dengan PKS, PPP, dan PDI Perjuaangan. Sekalipun begitu caleg Golkar H Misbah Mulyadi di sana berpeluang dapat kursi terakhir dari lima kursi yang diperebutkan di Kota Mataram.

“Ya (untung pak Misbah lolos),” ujarnya sembari menebar senyum.

Sementara sesuai dengan harapnnya di dapil 2 NTB, menyumbang dua kursi. Perolehan ini cukup membuat Isvie lega. Karena tidak semua targetnya ternyata meleset.

“Dapil dua Golkar dapat dua kursi,” jelasnya.

Sementara itu Caleg Golkar H Misbah Mulyadi yang juga Ketua Harian Golkar NTB, terdengar senang mendengar prediksi dirinya lolos.

“Alhamdulillah,” ujar Misbah.

Capaian ini menurutnya yang terbaik. Peluang mengamankan posisi ketua DPRD Provinsi NTB terbuka lebar dengan raihan sementara 10 kursi. “Ini menandakan golkar tetap dihati rakyat,” kata Misbah.

Ia juga bersyukur di beberapa dapil Golkar masih menunjukan taji. Semisal di Dapil Lobar-KLU Golkar diprediksi mengamankan dua kursi. Namun begitu ia berharap kader dan simpatisan Golkar tidak lengah. Mengawal perolehan suara.

“Saya sendiri tidak melakukan tabulasi internal, saya percayakan sama KPU,” ujarnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP H Muzihir termasuk yang diprediksi lolos ke parlemen Udayana. Perolehan PPP ada pada posisi setelah PKS yakni posisi ke empat di dapil I NTB, Kota Mataram dengan 23.463 suara.

Posisi ini pun sama dengan raihan PPP di Dapil II NTB Lobar-KLU yang juga berada pada posisi ke empat dengan 42.613 suara.

“Dapil Lombok Barat-KLU satu kursi,” sebut Muzihir.

Dalam hitungan internal timnya ia menyebut berhasil mengamankan tujuh kursi. PPP berpeluang duduk menjadi pimpinan dewan pada posisi wakil ketua. Berdampingan dengan PKS dan antara Golkar atau Gerindra yang saat ini tengah berebut posisi ketua.

Satu hal yang membuat Muzihir bersyukur, sekalipun sempat didera persoalan internal yang pelik. PPP ternyata tidak anjlok perolehan suaranya. Bahkan diklaim perolehan kursi meningkat di banding 2014. Dari enam kursi menjadi tujuh saat ini.

Masih segar dalam ingatan pada tanggal 15 Maret 2019 Ketua Umum PPP Romahurmuzy ditangkap KPK. Banyak yang memprediksi suara PPP bakal anjlok.

“Tidak berpengaruh,” ujarnya.

Ia bahkan melihat peluang PPP keluar sebagai partai nomor III terbesar di NTB, berdasarkan raihan suara. Kesuksesan ini diyakini karena ia melihat caleg PPP bekerja dengan maksimal. “(Kesuksesan ini) karena figur juga,” tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII