Lombok Post
Giri Menang Headline

Polisi Tangkap Mucikari Prostitusi di Senggigi

UNGKAP KASUS: Kapolres Lombok Barat AKBP Heri Wahyudi didampingi Kasatreskrim dan Kasat Resnarkoba saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres Lobar, kemarin

GIRI MENANG-Polres Lombok Barat (Lobar) mengamankan 34 orang selama operasi penyakit masyarakat (Pekat) Gatarin 2019. Puluhan orang itu terlibat kasus perjudian, prostitusi hingga mengedarkan minuman keras (Miras).

“Mereka adalah tersangka yang terjaring operasi pekat (Penyakit masyarakat) 26 April hingga 9 Mei. Operasi Pekat ini dilakukan untuk menyambut Ramadan dan menjaga Kamtibmas di wilayah Lobar,” terang Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi kepada wartawan, kemarin (10/5).

Selama operasi Pekat digelar, pihak kepolisian berhasil mengungkap 21 kasus. Terdiri dari empat kasus yang menjadi Target Operasi (TO) dan 17 kasus non TO. Rinciannya 11 kasus peredaran miras ilegal, delapan kasus perjudian dan dua kasus prostitusi.

“Untuk kasus perjudian jenisnya diantaranya yakni judi kartu domino, remi dan togel online menggunakan handphone. Para pelaku berjudi memasuki Bulan Puasa,” ungkap Kasatreskrim Polres Lobar AKP Priyo Suhartono.

Pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa uang senilai Rp 5,6 juta, kartu remi, domino dan ponsel yang digunakan untuk judi togel online. Sementara untuk miras yang diamankan berupa 469 liter minuman alkohol tradisional jenis tuak dan bram. Sedangkan minuman jenis lain sebanyak 101 botol terdiri dari alkohol golongan C dan juga miras tradisional. Sebagian besar miras ini disita dari kawasan pariwisata seperti Senggigi.

Sementara untuk kasus prostitusi, tersangka yang ditahan diduga mucikari. Sementara, Pekerja Seks Komersial (PSK) tidak bisa dijerat karena dianggap tidak ada dasar hukum yang bisa menjeratnya. “Kecuali kalau dia menawarkan diri secara online memasang foto-foto yang melanggar hukum,” terang Kapolres Lobar.

Sejumlah barang bukti yang berhasil dimankan untuk kasus prostitusi berupa sprei, alat kontrasepsi dan uang Rp 1,8 juta. TKP-nya pun berada di wilayah Senggigi. Modus praktek prostitusi ini disinyalir berkedok layanan spa. Ada juga pelaku yang bernegosiasi langsung melalui ponselnya. Sementara untuk kasus Miras dan perjudian tersebar di beberapa kecamatan seperti Narmada-Lingsar hingga Sekotong.

Pihak Polres Lobar menetapkan pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring) untuk kasus Miras. Sementara untuk kasus perjudian dikenakan pasal 303 KUHP ancaman 10 tahun. Untuk kasus prostitusi dikenakan pasal 296 ancaman satu tahun empat bulan karena dianggap mempermudah perbuatan asusila. “Tersangka yang sudah diamankan sebanyak 34 orang,” tandas Kapolres Lobar. (ton/r8)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan