Lombok Post
Politika

Dokumen Palsu di Pleno KPU NTB

PERIKSA KEASLIAN: Komisioner KPU NTB dan Komisoner Bawaslu NTB memeriksa dua dokuemen yang menunjukan hasil yang berbeda, Sabtu (11/5)

MATARAM-Rapat pleno terbuka KPU NTB pada Sabtu Malam (11/5) menyisakan catatan menarik. Dalam rapat pleno itu, mengemuka dua dokumen terkait klaim hasil. Di dokumen pertama, tercatat perolehan Partai Amanat Nasional (PAN) 6998 suara.

Di dokumen lainnya, perolehan PAN disebutkan 10.365 suara. menariknya kedua dokumen itu ditandatangani dan disetempel basah.

“Kan repot kita ini,” cetus Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid.

Sudah bisa dipastikan salah satu dari dokumen itu palsu. Tetapi bagi Khuwailid yang dipersoalkan pihaknya bukan angka. Bukan pula, siapa yang diuntungkan dan dirugikan.

“Tapi kok bisa dengan dua dokumen berbeda beredar dan sama-sama ditandatangai dan distempel basah,” sesalnya.

Ia mengatakan pada akhirnya KPU Lombok Tengah akhirnya mengumumkan angka 6998 suara sebagai perolehan PAN. Namun ia tetap menyayangkan sampai muncul angka lain. Yang akhirnya memicu perdebatan sengit di rapat pleno.

“Ini harus ada pertanggungjawabannya,” cetusnya.

Hj Yuyun Nurul Azmi, Anggota Bawaslu NTB mengingatkan bagi siapa saja yang dengan sengaja memalsukan dokumen, ada ancaman pidana kurungan selama tiga tahun. Yuyun berharap persoalan potensi pemalsuan dokumen itu, tidak selesai pada malam itu.

Tetapi harus ditindaklanjuti juga dengan penelusuran pelaku. “Sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut,” kata Yuyun.

Ada beberapa cara untuk menentukan mana dokumen yang asli dan palsu. Salah satunya dengan meminta specimen tanda tangan di Bank. “Nanti akan ketahuan mana dokumen asli dan palsu, lalu diungkap siapa pelakunya,” tegasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost