Lombok Post
Politika

Kasus PSU se-NTB, Naik!

PILIH MANA: Seorang petugas KPPS sedang mencari lobang coblosan, saat menghitung perolehan suara di PSU TPS 5 Mayura, Cakranegara, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Bawaslu NTB mencatat, hingga akhir rekapitulasi suara di tingkat KPU NTB, kasus Pemungutan Suara Ulang (PSU) sebanyak 23 kasus. Komisioner Bawaslu NTB Umar Achmat Seth menyebut rata-rata disebabkan oleh pemahaman keliru tetang pemberian hak suara.

“Ada orang pakai e-KTP yang beralamat tidak di lokasi pemilihan,” kata Umar.

Setelah dilihat di DPT, DPTb, atau DPK ternyata pemilih itu, tidak masuk dalam daftar manapun. Tapi oleh KPPS, diberikan hak suara memilih. Persoalan seperti ini seharusnya bisa diminimalisir dengan memperkuat Bimtek. Sehingga, bisa meminimalisir rekomendasi untuk menggelar PSU di daerah-daerah.

Bila dibanding pemilu tahun 2014 permintaan PSU tahun ini terlihat naik. Pada tahun 2014 permintaan PSU ada di 21 titik.

“Kalau dulu kasusnya karena ada pemilih yang menggunakan hak pilihnya lebih dari dua kali,” kata Yan Marli, Komisioner KPU NTB.

Tapi saat ini bila ada yang ditemukan menggunakan hak pilihnya lebih dari dua kali, tidak hanya direkomendasikan PSU. Tetapi juga masuk dalam tindak pidana pemilu secara personal.

“Kalau pemilu 2019, kebanyakan PSU karena administrasi DBTb atau DPK,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost