Lombok Post
Giri Menang Headline

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

SAFARI RAMADAN: Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menyampaikan ceramah usai menggelar salat tarawih berjamaah di Masjid Nurul Islam Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, kemarin malam (13/5).

GIRI MENANG-Gubernur NTB Zulkieflimansyah kemarin malam (13/5) menggelar safari Ramadan di Masjid Nurul Islam Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung. Dalam tausiyahnya, Bang Zul, sapaannya mengajak masyarakat memafaatkan momentum bulan Ramadan untuk hijrah memperbaiki kualitas diri dan kepribadian. Salah satu caranya yakni dengan penuh bersyukur dan ikhlas.

“Saya senang bisa bersilaturahmi dengan masyarakat di Lombok Barat yang selama ini menurut saya daerah paling sukses menjaga keamanan dan kedamaian selama Pemilu 2019,” buka Bang Zul.

Ini menandakan daerah ini memiliki kesadaran akan pentingnya ukhuwah islamiyah di atas segala kepentingan. Bagaimana masyarakat memiliki perbedaan dalam pandangan politik namun duduk bersama dalam majelis ibadah di dalam masjid. Ini menurutnya harus disyukuri.

Kepada jamaah yang hadir di masjid, Bang Zul menegaskan kebahagiaan seseorang tidak bisa didapatkan hanya dengan materi. Khususnya uang dan penghasilan yang besar. Ia menceritakan  dulu memiliki seorang teman ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Saya punya teman ketika menjadi anggota dewan di Senayan yang penghasilannya bisa mencapai Rp 5 miliar sebulan,” tuturnya.

Namun, oleh dokter, temannya tersebut diketahui mengidap sebuah penyakit yang membuatnya tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan tertentu. Mulai dari nasi, daging, garam, telur hingga makanan yang manis. “Dia harus minum banyak obat. Sebelum tidur dia juga harus minum obat tidur,” tuturnya.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Karena di saat ia memiliki penghasilan yang sangat besar, justru ia tidak bisa menikmatinya. Maka, belajar dari kondisi temannya tersebut, Bang Zul meminta masyarakat untuk mengambil hikmahnya.

“Saya yakin kita semua di masjid ini masih bisa menikmati nasi, daging, telur dan makanan lainnya. Maka bersyukurlah kita dengan apa yang kita dapatkan dan miliki saat ini,” ucapnya.

Karena kebahagiaan seorang muslim ditegaskannya tidak dijamin oleh berapa uang yang dimiliki dan besarnya penghasilan yang didapatkan. Tapi kebahagiaan bisa didapatkan dengankesyukuran seseorang atas apa yang dimilikinya. Ikhlas menjalani setiap keadaan yang dihadapi.

Sehingga, momentum Ramadan diharapkannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kebun Ayu, Lobar dan NTB pada umumnya untuk merenung dan menysukuri apa yang telah mereka punya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan