Lombok Post
NTB

99 Persen Wilayah NTB Rawan Gempa

MITIGASI PENTING: Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Diklat Bappenas Wignyo Adiyoso (kiri) dan Kepala Bappeda NTB Wedha Magma Ardhi (tengah) dalam acara bedah buku manajemen bencana, di kantor Bappeda NTB, Selasa (14/5).

MATARAM-Hampir seluruh wilayah NTB rawan gempa bumi. Nyaris tidak ada wilayah yang bebas dari gempa. Karena itu, pembangunan wajib mempertimbangkan aspek kebencanaan, termasuk daerah wisata.

”Menurut saya NTB 99 persen rawan bencana gempa bumi,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Diklat Bappenas Wignyo Adiyoso dalam bendah buku “Manajemen Bencana” di kantor Bappeda NTB, kemarin (14/5).

Gempa bertubi-tubi tahun lalu, ditambah sejarah gempa besar di masa silam menunjukkan potensi bencana di NTB sangat tinggi. Meski menyeramkan, tapi daerah tidak perlu terlalu khawatir. Bila mampu dikelola dengan manajemen bencana yang tepat masyarakat akan selamat.

Guna mengurangi risiko bencana, menurut Wignyo, langkah yang harus dilakukan, antara lain pemerintah membuat peta detail lokasi yang memiliki sesar aktif yang bisa memicu tsunami. Setelah itu, dilakukan mitigasi bencana dengan memperbanyak penyuluhan. Rumah-rumah dan gedung kantor yang dibangun harus tahan gempa. Izin-izin mendirikan bangunan mewajibkan bangunan tahan gempa.

Terhadap daerah wisata, manajemen komunikasi pemerintah harus diperbaiki. Pemerintah harus terbuka dan memberikan penjelasan tentang kondisi daerah itu. Baik kepada pelaku usaha maupun wisatawan.

Dengan begitu pelaku usaha tahu apa yang harus dilakukan. Paham tindakan untuk mengurangi risiko bencana. Termasuk untuk menyelamatkan wisatawan saat bencana. ”Mereka harus memahami daerah itu berisiko dan punya informasi langkap cara menghadapi bencana,” katanya.

Kepada wisatawan, pemerintah juga harus berterus terang. Berikan informasi sejelas-jelasnya kepada wisatawan tentang potensi bencana. Sehingga wisatawan paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. ”Tidak perlu khawatir, yang diperlukan turis saat ini adalah transparansi,” katanya.

Pemerintah daerah tidak perlu takut menyampaikan apa adanya ke calon wisatawan. Justru ketika tidak diberikan informasi yang jelas, dampaknya lebih buruk. Di sana ada peluang beredarnya informsi hoax yang memperkeruh susana. ”Wisatawan luar negeri ingin kepastian informasi,” tegasnya.

Intinya Jangan Lengah

Doktor manjemen kebencanaan jebolan Ritsumeikan University Jepang ini mengingatkan, NTB harus menyadari hampir seluruh wilayah rawan bencana. Baik itu bencana gempa bumi, tsunami, dan gunung berapi, angin puting beliung, banjir dan lainnya.

Pemerintah bersama perguruan tinggi dan semua elemen masyarakat duduk bersama merumuskan kebijakan penanganan kebencanaan. Juga mitigasi bencana dilaukan secara konsisten dan terus menerus.

”Masing-masing sektor harus memasukkan kebencanaan dalam dokumen manajemen perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan,” katanya.

Setelah gempa 2018, dia menilai tumbuh kesadaran mitigasi dan pengurangan risiko bencana, tapi masih sangat kurang. Hal itu terlihat dari penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi masih terlambat. ”Artinya, masih ada masalah terkait kualitas dan kapasitas para pengelola penanganan bencana di NTB,”katanya.

Koordinasi lintas sektor juga menentukan. Koordinasi antar lini tidak hanya terjadi saat rehab rekon perbaikan rumah korban gempa, tetapi juga dalam hal mitigasi bencana. Tidak kalah pentingnya adalah komitmen pimpinan daerah. ”Kesungguhan kepala daerah sangat berpengaruh,” katanya.

Kepala Bappeda NTB Wedha Magma Ardhi menambahkan, pemprov mendorong semua pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, dan akademisi ke depan bisa menyusun strategi yang terstruktur dalam menangani bencana. ”Nanti akan bermuara pada rencana kontigensi mengadapi bencana,” katanya.

Buku Manajemen Bencana dari Bappenas tersebut memberikan arah bagaimana memahami, menyikapi dan mengambil tindakan. Terutama dalam penanggulangan bencana. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost