Lombok Post
NTB

Enam Perusahaan Batal Investasi

PERHOTELAN: Suasana pelayanan di ruang lobi salah satu hotel berbintang di Mataram, beberapa waktu lalu. Investasi bidang pariwisata dan tambang masih mendominasi arus investasi yang masuk ke NTB.

MATARAM-Tidak semua perusahaan merealisasikan investasinya. Beberapa perusahaan batal menanamkan modalnya ke NTB. Sebagian lagi terkendala lahan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB H Lalu Gita Ariadi mengungkapkan, pemprov bersama kabupaten/kota melakukan pengawasan terhadap perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), periode Maret-April lalu.

Dari target 139 perusahaan, baru 48 perusahaan yang bisa dipantau. Tim menemukan 13 perusahaan pada tahap produksi komersil tertib laporan kegiatan penanaman modal (LKPM), dan empat perusahaan tidak LKPM. Pada tahap konstruksi, hanya delapan perusahaan yang tertib LKPM dan dua perusahaan tidak tertib LKPM.

Kemudian yang hanya punya lahan namun belum memulai konstruksi 11 perusahaan.  Tim juga menemukan dua perusahaan belum memiliki lahan, dua perusahaan lainnya tidak diketahui keberadaannya. ”Serta enam perusahaan yang dipastikan batal investasi,” katanya.

Gita tidak menjelaskan, jenis perusahaan dan nilai investasi perusahaan tersebut. Juga belum mau menjelaskan alasan enam perusahaan batal berinvestasi. Sebagian besar investasi di NTB didominasi sektor pertambangan dan pariwisata.

DPM-PTSP NTB sendiri sudah melayangkan surat ke Deputi Pengendalian Pelaksanaan BKPM RI. Pemprov meminta arahan untuk tindak lanjut atau kebijakan yang diambil terhadap perusahaan tersebut.

Pemantauan dan pengawsan tersebut dilakukan guna meningkatkan realisasi investasi di NTB. Dengan target investasi Rp 16 triliun tahun ini, realisasi baru Rp 1,3 triliun. Sehingga masih ada sisa sekitar Rp 14,7 triliun yang harus dicapai hingga akhir tahun.

Realisasi Rp 1,3 triliun terdiri PMA Rp 535,7 miliar dan PMDN Rp 749 miliar. Meski masih jauh dari target, Gita optimis bisa mencapainya sampai akhir tahun. ”Saya optimis karena ada event MotoGP, semua akan bergeak melakukan percepatan,” kata Gita.

Terkait investasi, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, kerja sama dengan beberapa negara tengah digencarkan saat ini. Tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga bidang investasi. Salah satunya dengan pemerintah Tiongkok. Selain mengirim pelajar, pemprov juga mempromosikan beberapa potensi NTB yang bisa dikembangkan para pengusaha dari negeri tirai bambu itu. ”Promosi investasi terus kita lakukan,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Hindari PLTS, Jalur Bypass Dibelokkan

Cari Burung, Pemburu Temukan Tengkorak Manusia

Ombudsman Investigasi Pelayanan Pascagempa

NTB Andalkan Yuliana di Kejurnas Pencak Silat

Redaksi LombokPost

THR Telat, Lapor!

Pendaki Rinjani Hanya Diperbolehkan Sampai Pelawangan

Redaksi LombokPost

Pemprov NTB Siapkan Rp 59 Milliar untuk THR

Dua Jempol untuk Zohri

Butuh Rp 92 Miliar untuk Standar Internasional