Lombok Post
Selong

FPR Minta Amaq Har Dibebaskan

BEBASKAN AMAQ HAR: FPR Lotim bersama petani Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba berunjuk rasa meminta Amaq Har dibebaskan di depan Pengadilan Negeri Selong, kemarin (15/5).

SELONG-Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) Lotim berunjuk rasa di depan gerbang Pengadilan Negeri Kelas 1B Selong, kemarin (15/5).  Mereka meminta petani Dusun Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba Kamarudin atau Amaq Har dibebaskan.

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan jadwal persidangan Sarafudin dan Amaq Har. Bersama puluhan warga Kurang Koak, FPR meneriakkan agar Amaq Har dan Sarafudin dibebaskan. “Tidak bersalah sama sekali, Amaq Har malah dituduh melawan aparat,” kata M Ali, salah seorang pengunjuk rasa.

Penangkapan Amaq Har terjadi pada 18 Desember 2018 lalu. Saat itu, tim dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan kepolisian datang ke lahan Jurang Koak.

Di saat kejadian itu berlangsung, Sarafudin, mantan Kades Bebidas menanyakan apa yang sedang dilakukan oleh pihak TNGR. “Namun hal itu membuat pak Sarafudin ditangkap. Nah, ini Amaq Har yang mencoba menyetop mobil yang membawa Sarafudin juga ditangkap,” terangnya.

Selain meminta pembebasan dua warga tersebut, FPR juga meminta agar TNGR diusir dari lahan petani Jurang Koak yang dianggap sebagai tanah adat. Pengusiran tersebut ditegaskan juga dengan meminta APH untuk mengawal berjalannya reforma agraria sejati. “Kita juga menuntut tegas kepada semua pihak agar menghentikan kriminalisasi terhadap petani,” jelasnya.

Advokat dan Penasehat Hukum Sarafudin dan Amaq Har, Eko Rahadi mengatakan, Sarafudin sudah diputuskan sebagai tersangka dengan tuduhan dianggap melawan aparat kepolisian saat menjalankan tugas. “Amaq Har sendiri belum jelas ini. Dia ini tidak tahu apa-apa. Tanda tangan saja masih pakai cap jempol,” kata Eko.

Kata Eko, persidangan sendiri ditunda karena jaksa penuntut belum bisa mendatangkan saksi. “Sidang  ditunda sampai minggu depan,” terangnya. (tih/r5)

Berita Lainnya

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost

Pekan Depan Pembangunan Taman Rinjani Mulai Dilelang

Redaksi LombokPost

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya (2)

Redaksi LombokPost

Jalan Rusak Picu Lakalantas

Tolong, Mata Kiri Nadir Diserang Tumor

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya