Lombok Post
Headline Selong

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Aldi Irfan

SELONG-Diduga karena sering mengkritisi kebijakan sekolah, Aldi Irfan, siswa kelas XII jurusan IPS, SMA 1 Sembalun tak diluluskan sekolahnya. Ketidaklulusan Aldi yang dianggap merupakan kebijakan antikritik Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali. Anggapan tersebut datang dari berbagai organisasi dan lembaga. “Ya, saya tidak diluluskan,” kata Aldi saat dihubungi Lombok Post, kemarin (16/5).

Aldi yang berasal dari Dusun Berugak Mujur, Desa Sembalun Timbe Gading, Kecamatan Sembalun mengatakan, kemarahan terbesar kepala sekolahnya terjadi saat ia meminta Sadikin untuk memakai seragam hitam putih. Kata Aldi, hal itu merupakan keharusan semua guru sesuai peraturan nasional pada saat try out.

“Saya protes, karena waktu itu, siswa yang tidak mengenakan seragam putih abu dipulangkan. Sedang mereka sendiri tidak memakai hitam putih,” terangnya.

Aldi sendiri merupakan siswa yang selalu mendapatkan peringkat di kelasnya. Selain itu, ia juga rajin dan aktif di kelas. Siswa yang juga merupakan korban gempa itu menyayangkan, bagaimana bisa ia dituduh kerap melanggar aturan. Sedangkan ia tahu persis, kemarahan kasek saat diharapkan menjadi contoh yang baik dengan dimintai mengganti seragam oleh Aldi.

“Aldi merupakan pimpinan organisasi Pemuda Baru (Pembaru) ranting Sembalun. Dia pintar. Jelas kebijakan kasek tidak meluluskannya merupakan kekeliruan,” kata Koordinator Pemuda Baru Indonesia Cabang Lotim Sahrama Wijaya dalam tulisan kecamannya.

Wijaya menerangkan, jika Aldi dikenal sering memprotes kebijakan sekolah yang dianggapnya tidak benar. Salah satunya adalah tentang kebijakan sekolah yang memulangkan siswa karena terlambat. Saat itu, kata Wijaya, Aldi memperjuangkan teman-temannya yang datang dari tempat yang jauh. Belum lagi kondisi cuaca yang menyebabkan jalanan becek.

Keputusan tidak meluluskan Aldi menuai protes dari Pembaru bersama beberapa organisasi lainnya. Bersama keluarga, mereka mendatangi sekolah untuk melakukan hearing. Namun kata Wijaya, permintaan itu ditolak Kepala SMAN 1 Sembalun. Katanya, Aldi dinyatakan tidak lulus karena sering melanggar aturan sekolah dan tidak mentaati perintah guru.

“Ini jelas-jelas gambaran dari sikap antikritik seorang kasek,” terangnya.

Karena itu, saat ini pihaknya melakukan konsolidasi dan meminta kepada semua pihak untuk menyuarakan

Di Selong sendiri, Divisi Pendidikan Advokasi Front Mahasiswa Nasional M Ali turut mengecam tindakan Kepala SMAN 1 Sembalun. Ia menerangkan, Aldi dikenal sebagai pemuda yang cakap dan berani menyuarakan pendapatnya untuk membela teman-temannya yang selama ini bungkam. “Tapi akibatnya dia tak diluluskan. Tentu apa yang dilakukan Kepala SMAN 1 Sembalun merupakan kesalahan,” jelasnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Kepala SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali belum bisa dihubungi. (tih/r5)

Berita Lainnya

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Rohman Mantap Pilih Jalur Independen

Redaksi LombokPost

Masyarakat Harus Lebih Selektif!

Redaksi LombokPost